bukamata.id – Jagat maya kembali dihebohkan dengan perbincangan panas seputar kemunculan tautan mencurigakan yang menyeret nama pasangan konten kreator asal Banyuwangi, Egar Pradana dan Fina Theia Nafisabilla. Isu miring tersebut mendadak viral di berbagai platform media sosial seperti TikTok, X, hingga Instagram, memicu rasa penasaran publik sekaligus kekhawatiran akan maraknya penipuan digital.
Geliat pencarian warganet bermula dari beredarnya kembali potongan-potongan video lawas aktivitas harian keduanya. Salah satu konten yang ikut diangkat kembali adalah momen saat mereka merekam vlog santai di dalam mobil yang sempat diunggah resmi melalui akun @finaegar pada 28 Mei 2026 lalu, serta cuplikan saat keduanya memasang aksesori pada sandal.
Namun, rekaman-rekaman kasual tersebut mendadak dipelintir oleh sejumlah akun tak bertanggung jawab dengan narasi keliru yang menghubungkannya dengan dugaan klip privat berdurasi tertentu.
Klaim Pembagian Rekaman Menjadi Empat Bagian
Ketegangan lini masa kian menjadi setelah sejumlah akun anonim menyebarkan klaim bahwa rekaman yang diseret-seret tersebut terpecah menjadi empat bagian lengkap dengan rincian ukuran serta durasi file.
- Bagian 1: Berdurasi 27 detik dengan kapasitas berkas 3,08 MB.
- Bagian 2: Berdurasi 2 menit 19 detik dengan ukuran file 7,09 MB.
- Bagian 3: Berdurasi 4 menit 26 detik dengan besaran file 96,9 MB.
- Bagian 4: Berdurasi 1 menit 1 detik berkapasitas 11,15 MB.
Penyebaran tersebut kerap menyertakan klaim penyimpanan digital seperti layanan UC Drive sebagai tempat penyimpanan file. Kendati demikian, berbagai rincian durasi maupun ukuran tersebut sama sekali tidak bisa divalidasi sebagai bukti autentik yang melibatkan Fina maupun Egar.
Berdasarkan penelusuran lebih lanjut dari potongan gambar yang beredar, latar tempat yang terlihat di dalam video tersebut hanyalah suasana ruangan rumah biasa. Wajah sosok yang terekam pun tampak buram dan tidak dikenali secara gamblang, sehingga klaim identitas pemeran masih sebatas desas-desus liar tanpa dasar valid.
Modus Penipuan Berkedok Tautan Berbayar
Di tengah masifnya rasa penasaran warganet memburu kata kunci tersebut, muncul celah kejahatan siber. Sejumlah oknum memanfaatkan situasi ini dengan menawarkan akses tautan unduhan video berbayar dengan tarif bervariasi, mulai dari Rp5.000 hingga Rp30.000.
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah terkecoh. Praktik semacam ini murni merupakan modus penipuan online (scam) yang mendulang keuntungan dari rasa ingin tahu publik. Selain risiko kerugian finansial akibat uang berpindah tangan tanpa kepastian isi tautan, mengklik tautan dari sumber asing sangat berbahaya bagi perangkat.
Tautan ilegal tersebut berisiko mengarahkan pengguna ke situs phishing pencuri data pribadi atau menyusupkan malware perusak sistem gawai.
Masyarakat dan warganet diharapkan lebih bijak dalam menyaring informasi, menghentikan rantai penyebaran hoaks yang mencemarkan nama baik pihak tertentu, serta selalu memprioritaskan keamanan privasi di ruang digital.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










