bukamata.id – Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, melontarkan kritik keras terhadap perubahan aturan Super League 2026/2027. Kebijakan anyar yang dituding merugikan tim tamu ini resmi menghapus agenda official training (OT) atau latihan resmi di rumput stadion utama sehari menjelang laga.
Tolic menilai ketiadaan sesi latihan di arena pertandingan memangkas hak adaptasi pemain terhadap karakter lapangan. Ia mendorong pihak operator kompetisi untuk mengkaji ulang regulasi tersebut demi asas keadilan teknis bertanding.
Sanggahan tersebut diutarakan sang juru taktik saat jumpa pers jelang duel sengit pekan kesembilan Super League antara Persib kontra Java United. Laga kedua tim bakal dihelat di Stadion Jatidiri, Semarang, Minggu (8/11/2026) pukul 19.00 WIB.
Pembatasan Ketat di H-1 Pertandingan
Di musim kompetisi 2026/2027, format persiapannya memang bergeser drastis. Skuad pendatang tak lagi diperkenankan menggelar sesi taktik di atas rumput lapangan utama pada H-1.
Sebagai gantinya, tim hanya diberi alokasi waktu pitch inspection atau inspeksi area maksimal 30 menit. Di rentang waktu singkat itu, tidak boleh ada simulasi latihan, bahkan pemain diwajibkan mengenakan sepatu jogging dan dilarang keras memakai sepatu bola (pul) guna meminimalisasi kerusakan rumput.
Bagi Igor, sesi latihan di arena laga bukan sekadar rutinitas formal, melainkan tahap vital untuk membaca medan tempur.
“Saya pikir juga bisa dipertimbangkan untuk mengembalikan latihan resmi di stadion. Karena sekarang kita melakukan konferensi pers di klub padel, bukan di stadion. Dan kami juga memiliki masalah dalam menemukan lapangan yang bagus di kota-kota di Indonesia,” kata Igor, Sabtu (7/11/2026).
Pelatih Soroti Minimnya Fasilitas Lapangan Pendamping
Arsitek tim asal Kroasia itu tak menampik bahwa tantangan terbesar saat melakoni laga tandang adalah berburu lapangan latihan pendamping yang layak di daerah tujuan.
Situasi ini berbalik dibanding musim lalu, di mana klub tamu diberikan ruang penuh untuk menjajal rumput stadion utama dalam sesi latihan resmi.
Ia menegaskan, agenda tersebut sejatinya tidak menguras stamina pemain atau merusak rumput. Skuad hanya membutuhkan porsi latihan ringan guna mengukur karakter pantulan bola serta mematangkan rasa percaya diri.
“Tahun lalu terorganisasi dengan lebih baik, kami datang ke stadion dan mempunyai lapangan yang bagus. Itu tidak merusak lapangan, kami hanya pergi ke sana dan melakukan latihan kecil. Melihat seberapa besar rumputnya, beradaptasi sedikit, dan kemudian kami merasa lebih nyaman daripada harus berkeliling lapangan lain dan kami harus menjaga standar tersebut,” ujarnya.
Mengenal detail tinggi rumput hingga dimensi visual stadion dinilainya memberi dampak psikologis signifikan bagi kesiapan pemain sebelum kick-off.
Walau tetap tunduk pada regulasi yang digariskan operator liga saat ini, Igor menaruh harapan besar agar evaluasi dilakukan dalam waktu dekat. Pengembalian hak latihan di stadion dinilai bakal mendongkrak kualitas teknis pertandingan tanpa merusak kualitas rumput.
“Jadi ya, akan lebih baik untuk mengadakan latihan resmi di stadion, namun inilah cara yang harus ditempuh saat ini,” tutur Tolic.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









