Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan Orang Sembarangan! Rahasia Gadis Bukittinggi Ini Disegani Para Syekh Besar Universitas Al-Azhar

Jumat, 6 November 2026 14:17 WIB

Kontras Performa Persib 2026/2027: Ganas di Kancah Asia, Masih Cari Konsistensi Domestik

Jumat, 6 November 2026 14:06 WIB

Batal Jadi Skatepark, Lapangan Teuku Umar Bandung Bakal Disulap Jadi Mini Soccer Rp3,1 Miliar

Jumat, 6 November 2026 14:01 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Orang Sembarangan! Rahasia Gadis Bukittinggi Ini Disegani Para Syekh Besar Universitas Al-Azhar
  • Kontras Performa Persib 2026/2027: Ganas di Kancah Asia, Masih Cari Konsistensi Domestik
  • Batal Jadi Skatepark, Lapangan Teuku Umar Bandung Bakal Disulap Jadi Mini Soccer Rp3,1 Miliar
  • Pajak Digital 9 November 2026: Langganan Streaming hingga Cloud Bisa Kena PPN
  • Terseret Kasus Proyek Digitalisasi SPBU, Uang Rp2 Miliar Milik Dirut PT KAI Disita KPK
  • Dugaan Skandal Narkoba di Karawang: Kasat dan Perwira Ditahan Propam Polda Jabar
  • Pilu! Amanda Manopo Berlinang Air Mata Umumkan Kepergian Zeus usai Kalah Melawan Kanker Ganas
  • BPS Klaim Pengangguran Jabar Turun, tapi Belasan Ribu Buruh Pabrik Malah Kena PHK
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 6 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Persib

Kontras Performa Persib 2026/2027: Ganas di Kancah Asia, Masih Cari Konsistensi Domestik

By Aga GustianaJumat, 6 November 2026 14:06 WIB3 Mins Read
Persib. (Foto: bukamata.id/Billy Somantri)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Laju Persib Bandung pada musim kompetisi 2026/2027 menghadirkan fenomena yang unik. Di satu sisi, skuad berjuluk Maung Bandung ini tampil begitu perkasa hingga menyapu bersih kemenangan di panggung internasional. Namun di sisi lain, performa mereka di kompetisi domestik Super League justru masih fluktuatif dan belum sepenuhnya stabil.

Catatan impresif tersebut terbukti dari rekor sempurna Maung Bandung di Asia. Pasukan asuhan pelatih Igor Tolic ini sukses memenangi lima pertandingan awal di dua ajang berbeda, yakni AFC Champions League Two (ACL Two) dan ASEAN Club Championship Shopee Cup, dengan koleksi sembilan gol dan hanya kebobolan dua kali.

Teranyar, mental baja Persib terlihat saat menumbangkan wakil Australia, Melbourne Victory, dengan skor dramatis 2-1 di AAMI Park. Sempat tertinggal lebih dulu di menit ke-71, Maung Bandung membalikkan keadaan berkat gol penyeimbang Luka Menalo (85′) dan gol penentu kemenangan Balsa Sekulic di pengujung laga.

Sebaliknya, performa di Super League menunjukkan grafik yang berbeda. Dari delapan pertandingan pembuka, Persib mengamankan lima kemenangan, satu kali imbang, dan dua kekalahan—masing-masing atas Persija Jakarta (1-2) dan Madura United (0-1)—serta bertengger di peringkat keempat klasemen sementara.

Baca Juga:  DDS Harap Debut Gervane Kastaneer Bantu Persib Pertahankan Puncak Klasemen

Faktor Kultur dan Adaptasi Taktikal Eropa

Menanggapi kontrasnya performa tersebut, pengamat sepak bola nasional, Riphan Pradipta, menilai ada perbedaan fundamental terkait kultur permainan, kesiapan mental, hingga pendekatan taktik yang dihadapi Persib di kedua ajang berbeda.

Menurutnya, keberhasilan Persib membalikkan kedudukan di kandang Melbourne Victory tidak lepas dari kematangan mental yang dibangun dari pengalaman tampil di level internasional selama beberapa musim terakhir.

“Ini satu hasil dan buah dari konsistensi Persib selama ini bermain di Asia dari tiga musim yang lalu ya. Bahwa sekarang Persib ketika ketinggalan 0-1 pun tidak terlalu panik,” ujar Riphan, Jumat (6/11/2026).

Riphan juga menyoroti kecocokan kultur sepak bola Asia dengan sejumlah pilar Persib yang memiliki latar belakang karier di Eropa, seperti Thom Haye, Eliano Reijnders, dan Ragnar Oratmongoen. Karakter pertandingan di level kontinental yang menitikberatkan pada pendekatan taktik, kualitas lapangan yang baik, serta tempo terukur membuat para pemain tersebut dapat mengeluarkan kemampuan terbaiknya.

Baca Juga:  Persib Kumpulkan Kekuatan Baru, Reuni Berguinho dan Peralta Bisa Jadi Ancaman Lawan

“Beberapa pemain Persib adalah pemain-pemain yang lama di Eropa. Kultur sepak bola di Asia ini secara lapangan, secara udara seperti kemarin di Australia, secara perangkat pertandingan yaitu wasit, itu sangat cocok dengan kultur terhadap orang-orang kayak Thom Haye, Eliano, Ragnar Oratmongoen,” ungkapnya.

Sebaliknya, kompetisi domestik di Indonesia sering kali menuntut intensitas duel fisik yang tinggi, kecepatan transisi tanpa henti, serta faktor non-teknis seperti cuaca panas dan kualitas lapangan yang bervariasi. Hal tersebut dinilai kurang ideal bagi pemain yang terbiasa mengandalkan penguasaan bola berbasis skema taktik murni.

Pendekatan Jitu Igor Tolic dan Faktor “Underdog”

Di samping faktor kultur, kejeniusan pelatih Igor Tolic dalam membaca alur pertandingan turut menjadi sorotan. Keputusan taktis memasukkan pemain bertipikal pelari cepat jelang menit ke-70 terbukti efektif memecah kebuntuan, terlepas dari apakah tim sedang dalam posisi tertinggal atau memimpin.

Baca Juga:  Alasan Persib Tenang di Bursa Transfer Paruh Musim Liga 1

“Igor Tolic membawa timnya tampil dengan taktik yang sangat baik, straight to the tactic bahwa di menit 70-an mereka memasukkan para pelari dan nampaknya itu jikapun tidak ada ketinggalan gol pun tetap akan seperti itu taktiknya,” puji Riphan.

Selain itu, faktor psikologis lawan turut membedakan jalannya laga. Di kompetisi domestik, kekuatan dan pola permainan individu seperti Mariano Peralta atau Thom Haye sudah dikantongi oleh tim-tim pesaing di Super League. Sementara di Asia, Maung Bandung kerap diuntungkan karena lawan belum sepenuhnya mengenali karakter permainan mereka dan cenderung memandang sebelah mata.

“Kalau di Asia kan tim-tim Asia tidak terlalu kenal dan punya kecenderungan menganggap enteng Persib. Jadi ya underdog mentality ini yang dipunyai Persib di Asia. Jadi mereka merasa Persib itu mudah dikalahkan, ternyata secara kekuatan gak semudah itu juga,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

ACL 2 Persib Super League
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dari Juru Kunci Jadi Pemimpin Grup E: Transformasi Dramatis Persib Bandung di Asia

Perjalanan Gila! Persib Lewati 4 Kota dalam Sehari demi Kejar Laga Lawan Java United

Tim Non-Unggulan Bikin Kejutan! Persib Lolos 16 Besar ACL Two, FC Seoul dan Melbourne Victory Saling Sikut

Rapor Sempurna Fitrah Maulana: Kiper Muda Persib yang Tak Tersentuh Kekalahan

SUBHANALLAH! Lantunan Ayat Suci Hafiz Cilik Naufal Iringi Kemenangan Bersejarah Persib di Australia!

Peluang Tembus ACL Elite Terbuka! Rekor Nyaris Sempurna Persib di ACL 2 Dongkrak Peringkat Liga Indonesia

Terpopuler
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Lagi Dicari Netizen, Terungkap Isi Sebenarnya di Balik Video Viral Egar dan Fina Asal Banyuwangi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.