bukamata.id – Rencana alih fungsi kawasan Taman Fitness atau Lapangan Teuku Umar, Kota Bandung, resmi mengalami perubahan total. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memutuskan untuk membatalkan pembangunan skatepark di lokasi tersebut dan mempertahankan fungsi utamanya sebagai sarana olahraga sepak bola menyusul aspirasi serta penolakan dari warga sekitar.
Kepastian perubahan konsep revitalisasi ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung, Luthfi Firdaus. Pihaknya sepakat mengalihkan alokasi lahan skatepark menjadi ruang terbuka bagi aktivitas sosial masyarakat.
“Nah, kesepakatannya si area skatepark yang 30 persen itu tidak jadi dilaksanakan. Jadi, area itu diganti menjadi namanya communal space buat ketemuan warga tuh, si 30 persen itu. Jadi konsep yang disepakati memang akhirnya tidak ada skatepark di sini,” katanya, Jumat (6/11/2026).
Solusi Kebisingan dan Pemindahan Fasilitas Skatepark
Pertimbangan teknis serta faktor kenyamanan lingkungan menjadi alasan utama di balik pembatalan fasilitas papan luncur tersebut. Menurut pertimbangan Pemkot, aktivitas skatepark lebih ideal ditempatkan pada zona dengan tingkat kebisingan tinggi yang sudah tersedia, seperti area bawah Flyover Mochtar Kusumaatmadja (Pasupati).
“Karena memang warga kan mengeluhkan soal masalah nanti ada polusi kebisingan. Terus dari sisi teknis, memang skatepark tuh ideal di tempat-tempat, tuang-ruang yang suaranya memang sudah sangat bising, termasuk di bawah flyover. Nah, kita kan punya area tuh di bawah flyover, skatepark yang sekarang sudah aktif kan sebetulnya,” ucapnya.
Anggaran Rp3,1 Miliar dan Penataan Kawasan
Proyek penataan ulang kawasan ini disiapkan dengan pagu anggaran mencapai Rp3,1 miliar. Selain memperbarui fasilitas, Pemkot Bandung juga merencanakan penyesuaian nama kawasan (toponimi) menjadi Taman Teuku Umar.
Di dalam area penataan terbaru, lahan akan dilengkapi berbagai fasilitas publik non-bising yang ramah keluarga dan mengakomodasi kebutuhan olahraga warga.
“Jadi area skatepark ini yang 30% itu dimodifikasi menjadi sitting area, tempat duduk-duduk, kayak Taman Lapang Supratman lah. Ada sitting area, tempat duduk, ada jogging track, ada tempat permainan anak. Walaupun tadi teh ada aspirasi dari warga tuh, Pak, tempat olahraganya ditambahin, fitness-nya dibetul,” ungkapnya.
Fasilitas utama lapangan sepak bola pun akan ditingkatkan kualitasnya menggunakan rumput sintetis agar lebih representatif.
“Ada mini soccer di sini nanti pakai rumput sintetis. Jadi saya sekali lagi meluruskan bahwa sepak bola tetap ada. Malah lebih bagus fasilitasnya dibanding sebelumnya,” pungkasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










