bukamata.id – Kesejahteraan warga di Tanah Air menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru yang menunjukkan bahwa daya beli atau pengeluaran riil per kapita masyarakat melonjak signifikan pada tahun ini, seiring dengan menguatnya kualitas sumber daya manusia secara nasional.
Berdasarkan catatan lembaga negara tersebut, rata-rata belanja riil penduduk per tahun menembus angka belasan juta rupiah. Jika dikalkulasikan per bulan, nominalnya berada di kisaran ratarata satu juta rupiah lebih untuk setiap individu.
Lonjakan belanja riil ini menjadi salah satu motor penggerak utama dalam mendongkrak capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) nasional yang kini berada pada status membanggakan. Status pembangunan manusia di berbagai daerah pun terpantau mengalami pemerataan, dengan mayoritas wilayah kini telah masuk dalam kelompok kemajuan tinggi hingga sangat tinggi.
Lonjakan kualitas hidup ini tidak lepas dari peningkatan tiga indikator penting, yakni durasi mengenyam pendidikan yang semakin panjang, angka harapan hidup yang kian bertambah, serta kemampuan finansial warga yang membaik dibanding periode sebelumnya.
“Pada tahun 2026, pengeluaran riil per kapita penduduk Indonesia yang disesuaikan menggunakan P3 (purchasing power parity) mencapai Rp 13,37 juta per tahun. Angka tersebut meningkat sebesar Rp 566.000 dibandingkan tahun 2025,” kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Edy Mahmud, dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Kamis (5/11/2026).
Pencapaian positif ini turut mendongkrak skor pembangunan manusia secara keseluruhan. Catatan resmi menunjukkan tren kenaikan yang terjadi secara beruntun sejak beberapa tahun terakhir tanpa pernah mengalami penurunan.
“Indeks pembangunan manusia atau IPM Indonesia mencapai 76,69 atau dalam kategori tinggi. Angka ini naik 0,69 poin dari tahun 2025 yang sebesar 75,90. Sejak tahun 2020, IPM Indonesia mengalami peningkatan secara konsisten,” paparnya.
Dari sisi kesehatan dan umur panjang, bayi yang lahir pada tahun ini diperkirakan memiliki masa hidup yang lebih panjang. Selain itu, durasi belajar masyarakat usia dewasa juga menunjukkan progres positif yang mendekati standar kelulusan tingkat menengah pertama.
“Artinya penduduk Indonesia usia 7 tahun diperkirakan akan menempuh pendidikan hingga 13,34 tahun atau setara kuliah tahun kedua,” terangnya.
Persebaran kemajuan antarwilayah juga terlihat semakin merata. Sebagian besar propinsi di Nusantara kini berhasil keluar dari kategori bawah, dengan beberapa wilayah elite mencatatkan skor pembangunan manusia paling unggul di tingkat nasional.
Wilayah ibu kota memimpin daftar dengan skor tertinggi, disusul oleh daerah istimewa serta beberapa kawasan di wilayah tengah dan timur Indonesia yang sukses menaikkan status pembangunan manusianya ke level yang lebih baik.
“Peningkatan IPM tahun 2026 didorong oleh indikator umur harapan hidup yang naik sebesar 0,21 tahun, harapan lama sekolah naik sebesar 0,04 tahun, rata-rata lama sekolah naik sebesar 0,09 tahun, serta pengeluaran riil per kapita per tahun yang disesuaikan naik sebesar Rp 566.000,” tegas Edy.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










