Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

5 Wisata Kuliner Malam Cirebon 2026, Wajib Coba Empal Gentong!

Selasa, 20 Oktober 2026 03:00 WIB

Pencairan Bansos Tahap 4 Bertahap! Begini Cara Cek PKH & BPNT Oktober 2026 Pakai NIK KTP

Selasa, 20 Oktober 2026 01:00 WIB

Eropa Membara! Berawal dari Aksi Pelajar Prancis, Gelombang Unjuk Rasa Meluas Hingga Bentrokan di 6 Negara

Senin, 19 Oktober 2026 23:04 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 5 Wisata Kuliner Malam Cirebon 2026, Wajib Coba Empal Gentong!
  • Pencairan Bansos Tahap 4 Bertahap! Begini Cara Cek PKH & BPNT Oktober 2026 Pakai NIK KTP
  • Eropa Membara! Berawal dari Aksi Pelajar Prancis, Gelombang Unjuk Rasa Meluas Hingga Bentrokan di 6 Negara
  • Jelang Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran, Disdik Jabar Tebar Ancaman Sanksi Bagi Pelajar yang Nekat Ikut Aksi
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
  • French Open 2026 Dibayangi Kericuhan Paris, Tim Bulu Tangkis Indonesia Tetap Fokus
  • Tampil Gemilang Lawan Persik, Fitrah Maulana Ungkap Persaingan dengan Teja Paku Alam
  • Misteri Perempuan Hilang di Kaki Gunung Burangrang, Ditemukan Luka di Kepala hingga Kaki
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 20 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

BPS Catat Kondisi Ekonomi Jabar Januari 2025 Relatif Stabil

By Putra JuangSenin, 3 Februari 2025 21:00 WIB3 Mins Read
(kiri) Sekda Jabar, Herman Suryatman menghadiri penyampaian Rilis Berita Resmi Statistik Badan Pusat Statistik Jabar di aula kantor BPS Jabar. (Foto: Biro Adpim Jabar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kondisi perekonomian Jabar pada Januari 2025 relatif stabil. Hal ini terungkap dalam Berita Resmi Statistik yang dirilis BPS Jabar, Senin (3/2/2025).

Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Herman Suryatman mengatakan, meski secara umum perekonomian Jabar sebulan terakhir ini relatif stabil, namun ada beberapa sektor yang trennya menurun dan harus diwaspadai.

“Baru saja kami mengikuti rilis statistik untuk bulan Januari 2025. Secara umum ekonomi Jabar di bulan terakhir relatif stabil, tapi harus diantisipasi karena ada beberapa tren kurang baik,” ucap Herman.

Dalam kesempatan itu, BPS Jabar merilis perkembangan pada lima sektor perekonomian antara lain, perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHG), nilai tukar petani, ekspor-impor, pariwisata, dan transportasi.

Terkait Indeks Harga Konsumen, Herman mengungkapkan, pada Januari 2025 inflasi Jabar turun menjadi -0,68 persen. Hal ini menurutnya tidak begitu baik karena inflasi seharusnya stabil atau tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah.

Baca Juga:  Pj Gubernur Jabar Lepas Ekspor Kopi ke Arab Saudi dan Belanda

“Inflasi kita turun menjadi -0,68 persen, kontribusinya dari sektor perumahan, air, dan listrik. Namun kita ketahui bahwa inflasi harus stabil jangan terlalu tinggi dan jangan terlalu rendah,” ungkapnya.

Sementara untuk nilai tukar petani, nilainya di Januari 2025 meningkat menjadi 114,17 dari bulan sebelumnya 111,71. Artinya, posisi tawar petani relatif lebih baik.

“Kalau ini menggembirakan, yaitu di Januari ini nilai tukar petani nilainya meningkat 114,17 dari bulan sebelumnya 111,71. Ini harus kita tingkatkan terus agar petani kita berdaya sehingga kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB naik tajam,” katanya.

Baca Juga:  Renungan Suci HUT ke-80 RI, Sekda Jabar Kenang Jasa Pahlawan di TMP Cikutra

Kondisi perekonomian Jabar pada sektor pariwisata, kunjungan wisatawan mancanegara pada Januari 2025 mengalami penurunan menjadi 337 kunjungan. Padahal bulan sebelumnya mencapai angka 735 kunjungan.

“Namun untuk wisatawan domestiknya mengalami peningkatan dari 13,6 juta menjadi 17,3 juta kunjungan,” ujarnya.

Peningkatan juga terjadi pada sektor transportasi penumpang, terutama angkutan udara domestik dan kereta api. Menurutnya, hal itu dipengaruhi oleh adanya kereta cepat Jakarta-Bandung.

“Ini juga dampak dari Whoosh. Namun untuk transportasi barang perlu diwaspadai karena mengalami penurunan terutama untuk angkutan laut,” imbuhnya.

“Jadi kesimpulannya ekonomi Jabar bulan terakhir ini relatif stabil, tapi banyak yang harus diwaspadai,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala BPS Jabar, Darwis Sitorus mengatakan, neraca perdagangan di Jabar mengalami surplus sebesar 1,98 miliar dolar AS pada Desember 2024.

Baca Juga:  Ini 10 Ciri-ciri Aliran Sesat di Jawa Barat Menurut MUI

Nilai ekspor mencapai 3,15 miliar dolar AS, sedangkan nilai impor mencapai 1,17 miliar dolar AS.

“Surplus neraca perdagangan pada Desember 2024 lebih rendah jika dibandingkan dengan neraca perdagangan pada November 2024. Akan tetapi jika dibandingkan dengan Desember 2023, nilai surplusnya masih lebih tinggi,” ucap Darwis.

Disebutkan ekspor di Desember 2024 mencapai 3,15 miliar dolar AS, turun 1,96 persen dari 3,21 miliar dolar AS pada November 2024. Penurunan diakibatkan oleh turunnya kelompok nonmigas sebesar 2,41 persen.

Secara year on year, nilai ekspor mengalami peningkatan 9,56 persen dibandingkan Desember 2023 sebesar 2,87 miliar dolar AS, diakibatkan oleh kenaikan kelompok nonmigas sebesar 10,40 persen.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BPS ekonomi Herman Suryatman jawa barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Eropa Membara! Berawal dari Aksi Pelajar Prancis, Gelombang Unjuk Rasa Meluas Hingga Bentrokan di 6 Negara

Demo Jakarta

Jelang Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran, Disdik Jabar Tebar Ancaman Sanksi Bagi Pelajar yang Nekat Ikut Aksi

Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat

Misteri Perempuan Hilang di Kaki Gunung Burangrang, Ditemukan Luka di Kepala hingga Kaki

Rapimnas PII 2026 Anugerahkan Penghargaan Narendra Dharma Abiyanta kepada Tiga Gubernur

Iseng Masukkan Jari Kelingking ke Lubang Kursi, Siswa di Bandung Minta Bantuan Damkar

Terpopuler
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Flexing Nikah Berbuah Hujatan! Nasib Tragis Juan dan Evelyn hingga Gulung Tikar dari Youtube!
  • Ironi Gubernur Konten: Pamer Aduan di Medsos, Tapi Gagap Saat Diadang Warga
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.