bukamata.id – Jagat media sosial, khususnya TikTok, baru-baru ini digemparkan dengan tren pencarian baru yang melibatkan istilah “Chindo Adidas”. Istilah tersebut mendadak memuncaki kolom pencarian setelah sebuah potongan video pendek menjadi perbincangan hangat di kalangan warganet.
Banyak pengguna internet yang merasa penasaran dan mencoba menelusuri sumber asli dari video yang dianggap misterius tersebut. Namun, apa sebenarnya isi dari tayangan yang menghebohkan ini?
Awal Mula Tren “Chindo Adidas”
Viralnya tren ini bermula dari sebuah konten video singkat berdurasi sekitar 5 hingga 8 detik. Dalam tayangan tersebut, terlihat seorang perempuan berparas oriental mengenakan setelan jaket olahraga hitam dengan logo merek terkenal, Adidas.
Video itu awalnya diunggah dengan keterangan “day 1 ngonten jualan baju Adidas”. Penonton dibuat penasaran karena di akhir potongan video, sang pemeran tampak melakukan gerakan membuka ritsleting jaketnya sembari menatap ke arah kamera. Hal inilah yang memicu asumsi liar dan membuat warganet berbondong-bondong mencari link video lengkapnya.
Strategi “Curiosity Gap” dalam Konten
Setelah ditelusuri secara mendalam, terungkap bahwa narasi heboh yang beredar di media sosial tidak sepenuhnya benar. Video asli dari konten tersebut ternyata berdurasi sekitar 2 menit 10 detik.
Fakta di lapangan menunjukkan:
- Bukan Konten Negatif: Video utuh tersebut sama sekali tidak memuat adegan dewasa atau tindakan melanggar norma.
- Hanya Transisi Pakaian: Pemeran dalam video hanya melakukan transisi fashion, yakni berganti dari jaket olahraga Adidas ke atasan berwarna maroon yang dipadukan dengan rok denim (Levi’s).
Fenomena Clickbait Video Pendek
Fenomena ini merupakan contoh nyata dari strategi curiosity gap yang jamak ditemukan di media sosial. Potongan video sengaja dipotong tepat pada bagian yang memicu rasa ingin tahu yang tinggi, sehingga audiens terdorong untuk mencari tahu lebih lanjut.
Strategi ini terbukti efektif meningkatkan angka kunjungan (views), namun seringkali meninggalkan kekecewaan bagi warganet yang berekspektasi lebih. Oleh karena itu, pengguna media sosial dihimbau untuk lebih bijak dalam menyikapi setiap tren viral dan tidak sembarangan mengklik tautan (link) yang tidak jelas sumbernya demi keamanan data pribadi.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











