Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Mengancam di Posisi 5 Besar! Ini Kalkulasi Peluang Maung Bandung Geser Macan Kemayoran

Selasa, 20 Oktober 2026 09:42 WIB

Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga

Selasa, 20 Oktober 2026 09:31 WIB

Ancaman Asap Karhutla Belum Usai, Kasus ISPA Lampaui 300 Ribu Orang: Ini Daerah yang Paling Terdampak

Selasa, 20 Oktober 2026 08:28 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Mengancam di Posisi 5 Besar! Ini Kalkulasi Peluang Maung Bandung Geser Macan Kemayoran
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Ancaman Asap Karhutla Belum Usai, Kasus ISPA Lampaui 300 Ribu Orang: Ini Daerah yang Paling Terdampak
  • Bukan Cuma Dijemur, Ini Metode Paling Ampuh Membasmi Kutu Busuk dan Telurnya Sampai Tuntas
  • Berburu Sarapan di Bandung? Ini 5 Tempat Lontong Kari yang Bisa Dicoba
  • Bantuan Subsidi Upah 2026 Total Rp900 Ribu, Kapan Cair ke Rekening Pekerja?
  • 5 Wisata Kuliner Malam Cirebon 2026, Wajib Coba Empal Gentong!
  • Pencairan Bansos Tahap 4 Bertahap! Begini Cara Cek PKH & BPNT Oktober 2026 Pakai NIK KTP
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 20 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

BMKG Prediksi Sejumlah Wilayah Mulai Masuki Musim Kemarau Mei 2024, Salah Satunya Pangandaran

By Putra JuangSabtu, 11 Mei 2024 15:33 WIB2 Mins Read
Terik Matahari saat Musim Kemarau. (jabarprov.go.id.)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi peralihan musim dari musim hujan ke musim kemarau secara bertahap terjadi dimulai pada Mei 2024 hingga beberapa bulan kedepan.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan, sekurang-kurangnya baru 8 persen wilayah Indonesia yang telah memasuki musim kemarau di awal Mei ini. Delepan persen ini sama halnya dengan 56 Zona Musim atau Zom dari seluruh Zom.

“Hingga awal Mei 2024 menunjukkan bahwa baru sebanyak 8% wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau,” ucap Ardhasena dikutip laman resmi BMKG, Sabtu (11/5/2024).

Adapun wilayah yang telah memasuki periode musim kemarau tersebut meliputi sebagian Aceh, sebagian Sumatera Utara, Riau bagian utara, sekitar Pangandaran Jawa Barat, sebagian Sulawesi Tengah, dan sebagian Maluku Utara.

Baca Juga:  Soal Kebakaran TPAS Cibeureum, Bupati Sumedang: Sudah Kami Atasi

Dalam beberapa pekan ke depan terdapat sejumlah wilayah Indonesia yang juga bakal mengalami musim kemarau. Seperti sebagian Nusa Tenggara, sebagian pulau Jawa, sebagian pulau Sumatera, sebagian Sulawesi Selatan, sebagian Maluku, serta Papua bagian timur dan selatan.

“Meskipun demikian, sekitar 76 persen wilayah Indonesia lainnya (530 ZOM) masih berada pada periode musim hujan,” ujarnya.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan, dalam proses peralihan musim, cuaca kerap tak menentu.

Baca Juga:  Bantu Tingkatkan Kualitas SDM, Pemprov Jabar Anugerahi 9 LPK Terbaik

“Kadang panas atau terik yang mengakibatkan banyak orang yang merasakan gerah, tapi terkadang masih terjadi hujan dengan intensitas yang beragam di sebagian wilayah Indonesia,” katanya.

Menurutnya, kondisi ini adalah hal yang umum terjadi saat proses peralihan musim, dari hujan ke musim kemarau.

“Periode peralihan ini umumnya dicirikan dengan kondisi pagi hari yang cerah, siang hari yang terik dengan pertumbuhan awan yang pesat diiringi peningkatan suhu udara, kemudian terjadi hujan pada siang menjelang sore hari atau sore menjelang malam hari,” jelasnya.

Dalam menghadapi peralihan musim hujan ke musim kemarau, pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan sembari terus meningkatkan kewaspadaannya. Sebab, potensi terjadinya bencana masih cukup mungkin, terutama banjir di daerah-daerah yang memang rawan akan timbulnya bencana ini.

Baca Juga:  Tingkatkan Sistem Keamanan, Sekda Jabar Pastikan Implementasikan Blockhain

“Tetap tenang meski perlu tetap waspada terhadap potensi bencana terutama banjir yang sewaktu-waktu dapat terjadi,” imbuhnya.

Masyarakat juga perlu mengenali potensi bencana di lingkungan masing-masing khususnya di daerah rawan bencana. Adapun langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat salah satunya dengan tidak membuang sampah sembarangan, bergotong royong menjaga kebersihan dan menata lingkungan sekitarnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BMKG jawa barat musim kemarau Pangandaran
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga

Ancaman Asap Karhutla Belum Usai, Kasus ISPA Lampaui 300 Ribu Orang: Ini Daerah yang Paling Terdampak

Bantuan Subsidi Upah 2026 Total Rp900 Ribu, Kapan Cair ke Rekening Pekerja?

Eropa Membara! Berawal dari Aksi Pelajar Prancis, Gelombang Unjuk Rasa Meluas Hingga Bentrokan di 6 Negara

Demo Jakarta

Jelang Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran, Disdik Jabar Tebar Ancaman Sanksi Bagi Pelajar yang Nekat Ikut Aksi

Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat

Terpopuler
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Flexing Nikah Berbuah Hujatan! Nasib Tragis Juan dan Evelyn hingga Gulung Tikar dari Youtube!
  • Ironi Gubernur Konten: Pamer Aduan di Medsos, Tapi Gagap Saat Diadang Warga
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.