Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan Rp3,5 Miliar, Ruben Onsu Akhirnya Buka Suara dan Minta Maaf

Sabtu, 22 Agustus 2026 12:56 WIB

Jadwal Liga Inggris Sabtu 22 Agustus 2026: Hull City vs MU Hingga Duel Sengit Brentford vs Spurs

Sabtu, 22 Agustus 2026 12:41 WIB

Aksi Pemotor Piting dan Hajar Pemobil Gara-gara Suara Klakson, Polisi Buru Pelaku

Sabtu, 22 Agustus 2026 11:34 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan Rp3,5 Miliar, Ruben Onsu Akhirnya Buka Suara dan Minta Maaf
  • Jadwal Liga Inggris Sabtu 22 Agustus 2026: Hull City vs MU Hingga Duel Sengit Brentford vs Spurs
  • Aksi Pemotor Piting dan Hajar Pemobil Gara-gara Suara Klakson, Polisi Buru Pelaku
  • Teror Begal Celurit Sasar Pengendara di Indramayu, Dua Remaja Berhasil Diciduk Polisi
  • Tak Perlu Waktu Lama, Ini Alasan Utama Sandy Walsh Cepat Adaptasi di Persib Bandung
  • Siap-siap! Persib Bandung Rilis Pre-Order Jersey Anyar 2026/2027 via Aplikasi Digi Bank BJB
  • Punya Paspor AS, Tapi Hatinya Merah Putih! Kisah Silas Sims, Bocah Penakluk Dunia yang Bikin Bangga
  • Klaim Sekarang! Kode Redeem FF Terbaru 22 Agustus 2026, Banjir Skin Senjata & Voucher Gratis
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 22 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

BMKG Prediksi Sejumlah Wilayah Mulai Masuki Musim Kemarau Mei 2024, Salah Satunya Pangandaran

By Putra JuangSabtu, 11 Mei 2024 15:33 WIB2 Mins Read
Terik Matahari saat Musim Kemarau. (jabarprov.go.id.)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi peralihan musim dari musim hujan ke musim kemarau secara bertahap terjadi dimulai pada Mei 2024 hingga beberapa bulan kedepan.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan, sekurang-kurangnya baru 8 persen wilayah Indonesia yang telah memasuki musim kemarau di awal Mei ini. Delepan persen ini sama halnya dengan 56 Zona Musim atau Zom dari seluruh Zom.

“Hingga awal Mei 2024 menunjukkan bahwa baru sebanyak 8% wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau,” ucap Ardhasena dikutip laman resmi BMKG, Sabtu (11/5/2024).

Adapun wilayah yang telah memasuki periode musim kemarau tersebut meliputi sebagian Aceh, sebagian Sumatera Utara, Riau bagian utara, sekitar Pangandaran Jawa Barat, sebagian Sulawesi Tengah, dan sebagian Maluku Utara.

Baca Juga:  Luruskan Isu Perubahan Nama Jawa Barat, Rafael Situmorang Tegaskan DPRD Cuma Tampung Aspirasi

Dalam beberapa pekan ke depan terdapat sejumlah wilayah Indonesia yang juga bakal mengalami musim kemarau. Seperti sebagian Nusa Tenggara, sebagian pulau Jawa, sebagian pulau Sumatera, sebagian Sulawesi Selatan, sebagian Maluku, serta Papua bagian timur dan selatan.

“Meskipun demikian, sekitar 76 persen wilayah Indonesia lainnya (530 ZOM) masih berada pada periode musim hujan,” ujarnya.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan, dalam proses peralihan musim, cuaca kerap tak menentu.

Baca Juga:  Rafael Situmorang Soroti Kultur hingga Lemahnya Pengawasan dalam Reformasi Kepolisian

“Kadang panas atau terik yang mengakibatkan banyak orang yang merasakan gerah, tapi terkadang masih terjadi hujan dengan intensitas yang beragam di sebagian wilayah Indonesia,” katanya.

Menurutnya, kondisi ini adalah hal yang umum terjadi saat proses peralihan musim, dari hujan ke musim kemarau.

“Periode peralihan ini umumnya dicirikan dengan kondisi pagi hari yang cerah, siang hari yang terik dengan pertumbuhan awan yang pesat diiringi peningkatan suhu udara, kemudian terjadi hujan pada siang menjelang sore hari atau sore menjelang malam hari,” jelasnya.

Dalam menghadapi peralihan musim hujan ke musim kemarau, pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan sembari terus meningkatkan kewaspadaannya. Sebab, potensi terjadinya bencana masih cukup mungkin, terutama banjir di daerah-daerah yang memang rawan akan timbulnya bencana ini.

Baca Juga:  Angka Hibah Pesantren Janggal, DPRD Jabar Curiga Data Dedi Mulyadi Tak Sesuai Fakta

“Tetap tenang meski perlu tetap waspada terhadap potensi bencana terutama banjir yang sewaktu-waktu dapat terjadi,” imbuhnya.

Masyarakat juga perlu mengenali potensi bencana di lingkungan masing-masing khususnya di daerah rawan bencana. Adapun langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat salah satunya dengan tidak membuang sampah sembarangan, bergotong royong menjaga kebersihan dan menata lingkungan sekitarnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BMKG jawa barat musim kemarau Pangandaran
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Aksi Pemotor Piting dan Hajar Pemobil Gara-gara Suara Klakson, Polisi Buru Pelaku

Ilustrasi begal

Teror Begal Celurit Sasar Pengendara di Indramayu, Dua Remaja Berhasil Diciduk Polisi

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos Agustus 2026 Masih Disalurkan, Ada yang Terima hingga Rp2,7 Juta!

Bansos PKH-BPNT Tahap 3 Belum Cair? Cek NIK Sekarang, Bisa Jadi Ini Penyebabnya

14 Pohon di Jalan Pahlawan Bandung Dikuliti, 2 Dipastikan Mati! Motif Pelaku Bikin Heran

Jabar Masih Dibelit Masalah, Kehadiran Dedi Mulyadi di NTT Dinilai Tak Urgent

Terpopuler
  • Deretan Kode Redeem FF 19 Agustus 2026: Amankan Evolution Stone dan Skin Spesial Kemerdekaan!
  • Garena Free Fire
    Kode Redeem FF Terbaru 21 Agustus 2026: Serbu Evolution Stone dan Skin Senjata Gratis!
  • Menembus Angka 75,90: Menguji Rekor IPM Jawa Barat di Tengah Bayang Ketimpangan
  • Inikah Tahun Terparah? 1.487 Titik Api Kepung Kalimantan, Jeritan Warga di Bawah Langit Merah!
  • Game Free Fire
    Banjir Hadiah! Buruan Klaim Kode Redeem FF 19 Agustus 2026 Sebelum Kehabisan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.