Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Drama 5 Gol! Inggris Lolos Tipis ke Perempat Final Usai Taklukkan Meksiko

Senin, 6 Juli 2026 12:30 WIB
Kode Redeem FF

Auto Sultan! Kode Redeem Free Fire Aktif Hari Ini, Langsung Klaim Sekarang

Senin, 6 Juli 2026 12:07 WIB

Nomor 9 Persib Hidup Lagi! Luka Menalo Ungkap Alasan Mengejutkan Pilih Angka Keramat Ini

Senin, 6 Juli 2026 11:40 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Drama 5 Gol! Inggris Lolos Tipis ke Perempat Final Usai Taklukkan Meksiko
  • Auto Sultan! Kode Redeem Free Fire Aktif Hari Ini, Langsung Klaim Sekarang
  • Nomor 9 Persib Hidup Lagi! Luka Menalo Ungkap Alasan Mengejutkan Pilih Angka Keramat Ini
  • Kasus Hilangnya Mahasiswi Telkom University Masih Misterius, Jejak Digital Mendadak Hilang
  • Viral! Caption “Well well well” Erling Haaland Usai Norwegia Singkirkan Brasil
  • Emas yang ‘Dibuang’? Kisah Desak Made Juara Dunia Panjat Tebing di Polandia Tanpa Ongkos Pemerintah
  • Harga Emas Antam Hari Ini 6 Juli 2026 Tak Bergerak! Cek Harga Terbaru sebelum Beli
  • Wacana Provinsi Sunda Menguat: Bongkar Asal-usul Nama dan Sejarah Pemisah Jawa-Sunda
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 6 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

BMKG Prediksi Sejumlah Wilayah Mulai Masuki Musim Kemarau Mei 2024, Salah Satunya Pangandaran

By Putra JuangSabtu, 11 Mei 2024 15:33 WIB2 Mins Read
Terik Matahari saat Musim Kemarau. (jabarprov.go.id.)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi peralihan musim dari musim hujan ke musim kemarau secara bertahap terjadi dimulai pada Mei 2024 hingga beberapa bulan kedepan.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan, sekurang-kurangnya baru 8 persen wilayah Indonesia yang telah memasuki musim kemarau di awal Mei ini. Delepan persen ini sama halnya dengan 56 Zona Musim atau Zom dari seluruh Zom.

“Hingga awal Mei 2024 menunjukkan bahwa baru sebanyak 8% wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau,” ucap Ardhasena dikutip laman resmi BMKG, Sabtu (11/5/2024).

Adapun wilayah yang telah memasuki periode musim kemarau tersebut meliputi sebagian Aceh, sebagian Sumatera Utara, Riau bagian utara, sekitar Pangandaran Jawa Barat, sebagian Sulawesi Tengah, dan sebagian Maluku Utara.

Baca Juga:  Sani Aqila, 'Ibu Kelinci' Dedi Mulyadi Resmi Menikah

Dalam beberapa pekan ke depan terdapat sejumlah wilayah Indonesia yang juga bakal mengalami musim kemarau. Seperti sebagian Nusa Tenggara, sebagian pulau Jawa, sebagian pulau Sumatera, sebagian Sulawesi Selatan, sebagian Maluku, serta Papua bagian timur dan selatan.

“Meskipun demikian, sekitar 76 persen wilayah Indonesia lainnya (530 ZOM) masih berada pada periode musim hujan,” ujarnya.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan, dalam proses peralihan musim, cuaca kerap tak menentu.

Baca Juga:  Pilkada 2024, Ada 1,2 Juta Pemilih Baru di Jawa Barat

“Kadang panas atau terik yang mengakibatkan banyak orang yang merasakan gerah, tapi terkadang masih terjadi hujan dengan intensitas yang beragam di sebagian wilayah Indonesia,” katanya.

Menurutnya, kondisi ini adalah hal yang umum terjadi saat proses peralihan musim, dari hujan ke musim kemarau.

“Periode peralihan ini umumnya dicirikan dengan kondisi pagi hari yang cerah, siang hari yang terik dengan pertumbuhan awan yang pesat diiringi peningkatan suhu udara, kemudian terjadi hujan pada siang menjelang sore hari atau sore menjelang malam hari,” jelasnya.

Dalam menghadapi peralihan musim hujan ke musim kemarau, pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan sembari terus meningkatkan kewaspadaannya. Sebab, potensi terjadinya bencana masih cukup mungkin, terutama banjir di daerah-daerah yang memang rawan akan timbulnya bencana ini.

Baca Juga:  Ayah Biologis Anak Lisa Mariana Terkuak, Bukan Ridwan Kamil!

“Tetap tenang meski perlu tetap waspada terhadap potensi bencana terutama banjir yang sewaktu-waktu dapat terjadi,” imbuhnya.

Masyarakat juga perlu mengenali potensi bencana di lingkungan masing-masing khususnya di daerah rawan bencana. Adapun langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat salah satunya dengan tidak membuang sampah sembarangan, bergotong royong menjaga kebersihan dan menata lingkungan sekitarnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BMKG jawa barat Mei 2024 musim kemarau Pangandaran
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kasus Hilangnya Mahasiswi Telkom University Masih Misterius, Jejak Digital Mendadak Hilang

Wacana Provinsi Sunda Menguat: Bongkar Asal-usul Nama dan Sejarah Pemisah Jawa-Sunda

Retaknya Panca Curiga di Tanah Purwakarta: Di Mana Batas ‘Heureuy’ Sunda Saat Tubuh Perempuan Jadi Bahan Jenaka?

Gempar! Siapa Basri Kajang? Sosok Konsultan Politik yang Terseret Isu Hubungan dengan Bupati Gowa

Padam Listrik

PLN Pastikan Tak Ada Lagi Pemadaman di Jawa, Kalbar Justru Alami Giliran Padam 7 Hari

Detik-Detik Mencekam! Pekerja 20 Tahun Tersetrum di Rigging Videotron Konser Bandung

Terpopuler
  • Jangan Asal Klik! Video Handuk Putih Anak vs Ibu Viral, Begini Fakta dan Bahaya Link Palsunya
  • Link Live Pagi Ini: Portugal vs Kroasia 32 Besar Piala Dunia 2026, Siapa Lolos?
  • Lirik Lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat Viral! Ini Isi Lagu Om Zein yang Tuai Polemik
  • Video Handuk Putih Anak vs Ibu Viral di TikTok, Link Fullnya Bikin Waswas
  • Swatt Lasagna Viral! Kue Premium Bandung Ini Ternyata Langganan Para Artis Top
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.