Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Karim Benzema OTW Persib Bandung?

Rabu, 16 September 2026 06:00 WIB
Penampilan makanan bergizi gratis dari program MBG.

Bandung Dibanjiri 50 Ton Sampah MBG per Hari! SPPG Bermasalah Terancam Ditutup

Rabu, 16 September 2026 05:00 WIB

Brandon Wilson Punya Misi Besar Bersama Bali United, Bidik 3 Besar dan Tiket Asia

Rabu, 16 September 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Karim Benzema OTW Persib Bandung?
  • Bandung Dibanjiri 50 Ton Sampah MBG per Hari! SPPG Bermasalah Terancam Ditutup
  • Brandon Wilson Punya Misi Besar Bersama Bali United, Bidik 3 Besar dan Tiket Asia
  • Resmi! Ini Daftar 26 Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027, Ada Libur Panjang
  • Menjelajahi Wisata Kuliner Bogor: Panduan Lengkap 14 Spot Legendaris hingga Spot Foto Estetik
  • Menjelajah Pesona Purwakarta: 27 Destinasi Liburan Hits yang Ramah di Kantong
  • Siaga Merah di Tanah Suci: Arab Saudi Keluarkan Peringatan Darurat Usai Hujaman Rudal Houthi
  • Sampah di Purwakarta Nyaris Sentuh 200 Ton Per Hari, Warga Diminta Mulai Pilah dari Rumah
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 16 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Persib

Bojan Hodak di Antara Dua Pilihan: Setia ke Persib atau Latih Timnas?

By SusanaMinggu, 19 Oktober 2025 21:31 WIB4 Mins Read
Persib
Pelatih Persib, Bojan Hodak. Foto: Dok. LIB.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Isu pergantian kursi pelatih Timnas Indonesia kembali memanas setelah PSSI resmi memutus kontrak Patrick Kluivert pada Kamis (16/10/2025).

Keputusan ini menandai akhir dari masa jabatan singkat pelatih asal Belanda tersebut, yang gagal membawa skuad Garuda melaju ke putaran final Piala Dunia 2026.

Kegagalan di babak keempat kualifikasi zona Asia menjadi titik balik yang tak terhindarkan. Dua kekalahan beruntun dari Arab Saudi (2-3) dan Irak (0-1) menutup peluang Indonesia dan mengakhiri era Kluivert yang baru dimulai sejak Januari 2025.

Namun, di balik keputusan PSSI ini, muncul kembali fenomena klasik yang kerap menghantui sepak bola nasional: kursi panas pelatih Timnas.

Kegagalan Kluivert dan Tradisi Panas di Bangku Pelatih Garuda

Posisi pelatih kepala Timnas Indonesia tampaknya memang sulit bertahan lama. Dari era Luis Milla, Shin Tae-yong, hingga kini Patrick Kluivert, pergantian kerap terjadi setelah hasil buruk di ajang besar.

Sumber internal PSSI menyebutkan bahwa keputusan pemutusan kontrak Kluivert diambil melalui mekanisme mutual termination. Namun publik menilai langkah ini kembali menunjukkan lemahnya konsistensi dan proyek jangka panjang federasi dalam membangun Timnas.

“PSSI dan tim kepelatihan Tim Nasional Indonesia secara resmi menyepakati pengakhiran kerja sama lebih awal,” tulis pernyataan resmi federasi.

Baca Juga:  Bobotoh Ramaikan Latihan Persib di GBLA, Beri Suntikan Semangat Jelang Lawan Persija

Kluivert, yang membawa filosofi total football ala Belanda, disebut gagal beradaptasi dengan karakter pemain lokal. Hasilnya, permainan Garuda dianggap kehilangan identitas dan tidak efisien di level Asia.

Spekulasi Menggila: Dari Mancini hingga Hodak

Tak butuh waktu lama, rumor pengganti Kluivert langsung menyeruak. Sejumlah nama besar mencuat di ruang publik, mulai dari Jesus Casas (eks pelatih Irak), Timur Kapadze (Uzbekistan), Roberto Mancini (Arab Saudi), hingga legenda Belanda Louis van Gaal.

Menariknya, dari deretan pelatih papan atas dunia, nama Bojan Hodak justru paling menyita perhatian publik Tanah Air. Pelatih asal Kroasia itu kini sedang berada di puncak karier bersama Persib Bandung, klub yang ia antarkan menjadi juara Liga 1 dua musim beruntun (2023/2024 dan 2024/2025).

Bojan Hodak: Dari Persib ke Isu Nasional

Di tengah derasnya isu nasional, Bojan Hodak memilih tetap tenang. Seusai laga melawan PSBS Biak, Hodak hanya menjawab singkat soal rumor dirinya jadi calon pelatih Timnas Indonesia.

“Terima kasih. Saya tidak mau berkomentar dahulu soal itu,” ujarnya.

Sikap diam Hodak tak menghentikan gelombang dukungan dan penolakan. Di Bandung, fans Persib alias Bobotoh justru resah dan menolak keras jika Hodak meninggalkan Maung Bandung.

Baca Juga:  Kurang dari 24 Jam! Persib Tancap Gas Jelang Hadapi Selangor FC

Komentar warganet membanjiri media sosial:

“Teu ridho aing mah Hodak ngalatih Timnas,” tulis akun @zan****.

“Fokus di hat-trick juara aja, jangan ke Timnas,” tambah akun @sup****.

Marc Klok: Hodak Masih Punya Misi Besar di Persib

Kapten Persib Bandung, Marc Klok, juga ikut angkat suara. Ia menilai Hodak masih memiliki visi besar bersama Maung Bandung yang belum selesai.

“Kalau menurut saya, lebih baik tetap di Persib. Kita mau hat-trick juara. Jadi, (Bojan Hodak) tidak bisa keluar, kalau dari opini saya,” ujar Klok.

Bagi Klok, Hodak bukan sekadar pelatih, melainkan bagian penting dari proyek besar membangun DNA juara di Persib Bandung.

Profil Bojan Hodak: Arsitek Disiplin dari Kroasia

Bojan Hodak lahir di Zagreb, Kroasia, pada 4 Mei 1971. Ia memulai karier kepelatihan pada 2006 bersama UPB MyTeam FC (Malaysia), lalu berkarier di Phnom Penh, Kelantan FC, Johor DT, dan Penang.

Di Indonesia, Hodak sempat melatih PSM Makassar (2020) sebelum bergabung dengan Persib Bandung pada 26 Juli 2023.
Dikenal disiplin dan taktis, Hodak sukses menggabungkan kekuatan pemain lokal dan asing menjadi tim yang stabil dan efektif.

Rekor dua kali juara berturut-turut membuat Hodak kini menjadi pelatih asing tersukses dalam sejarah Persib Bandung.

Baca Juga:  Meski Superior, Hodak Tetap Waspadai Ancaman PSIS Semarang

Fenomena “Kursi Panas” yang Tak Pernah Usai

Isu pergantian pelatih Timnas Indonesia seolah menjadi siklus tahunan yang sulit diputus.
Setiap kali tim gagal, publik menuntut perubahan cepat, sementara federasi cenderung merespons dengan keputusan instan tanpa rencana jangka panjang.

Pengamat sepak bola nasional, Rahmad Darmawan, menilai bahwa pergantian pelatih seharusnya bukan satu-satunya solusi.

“Masalah Timnas bukan hanya di pelatih, tapi juga fondasi pembinaan pemain dan kesinambungan sistem. Bojan Hodak bagus, tapi kalau sistemnya belum siap, hasilnya tetap sama,” ujarnya.

Di Persimpangan Stabilitas dan Ambisi Nasional

Kursi pelatih Timnas Indonesia kini kembali kosong, tapi perdebatan tentang siapa yang layak mendudukinya menjadi potret nyata betapa emosionalnya sepak bola Indonesia.

Nama Bojan Hodak mencerminkan paradoks itu: sukses di klub, tapi dirayu untuk memperbaiki Timnas yang rapuh.

Bagi Bobotoh, kehilangan Hodak adalah kehilangan fondasi stabilitas. Namun bagi nasionalisme sepak bola Indonesia, peluang ini bisa jadi momentum perubahan.

Kini semua mata tertuju pada keputusan PSSI berikutnya, apakah kembali memilih jalan instan, atau memulai era baru yang benar-benar berpijak pada kontinuitas dan kesabaran.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bobotoh Bojan Hodak Kualifikasi Piala Dunia 2026 Marc Klok Patrick Kluivert Persib Bandung PSSI
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Karim Benzema OTW Persib Bandung?

Jelang Duel Kontra FC Seoul, Marc Klok Kobarkan Semangat Juang Persib di Panggung Asia

Persib Kontra FC Seoul di ACL Two, Ini Jadwal dan Cara Nonton Live

Menembus Benteng Korea: Nostalgia Kelam 31 Tahun Silam Saat Persib Ditekuk Shin Tae-yong

Persib Datang dengan Kekuatan Pincang, Ini Susunan Pemain Lawan FC Seoul

Persib Tanpa Uilliam Barros Hadapi FC Seoul, Badai Cedera Makin Bikin Igor Tolic Pusing

Terpopuler
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Uang Mertua Rp17 Miliar Raib, Shabrina Adfi Buka Suara Soal Kejahatan Perbankan di BTN
  • Bikin Penasaran! Sosok Lylia Kasir Indomaret Jadi Buruan Warganet di TikTok
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.