bukamata.id – Jelang duel krusial pekan ke-14 Super League 2025/2026 di markas Madura United, suasana di tubuh Persib Bandung memanas.
Pelatih Bojan Hodak mengambil keputusan besar: memulangkan gelandang asal Brasil, William Marcilio, hanya sehari sebelum pertandingan penting digelar.
Keputusan ini sekaligus menandai sikap tegas Hodak di tengah performa tidak konsisten Persib, terutama setelah kekalahan menyakitkan 2-3 dari Lion City Sailors pada ajang AFC Champions League Two.
Keputusan ini bukan hanya soal teknis, namun mencerminkan tantangan internal yang sedang dihadapi Maung Bandung di masa jadwal padat dan tekanan besar dari suporter.
Keputusan Tegas Bojan Hodak
Dalam konferensi pers resmi jelang laga Madura United vs Persib, Sabtu (29/11/2025), Hodak mengumumkan keputusan kontroversial tersebut.
“William, saya pulangkan ke Bandung. Karena saya tidak senang dengan komitmen dan performanya,” ujar Hodak tegas.
Pernyataan itu cukup mengejutkan karena William sejatinya baru bermain 6 menit dalam laga kontra Lion City Sailors.
Sumber internal klub menyebutkan bahwa sang pelatih sedang menegakkan standar disiplin tinggi karena Persib menghadapi fase penentuan di liga maupun kompetisi Asia.
Performa Buruk, Sorotan Bobotoh, dan Sikap Tidak Konsisten
Sejak tampil melawan Lion City Sailors, William menjadi sorotan Bobotoh. Dalam pertandingan tersebut, eks pemain Arema FC itu terlihat kerap salah mengambil keputusan, terlambat melakukan transisi, dan gagal mengimbangi tempo permainan lawan.
Bobotoh di media sosial pun ramai menyoroti penampilan buruk tersebut.
Sejumlah komentar menyebut bahwa “attitude” William bukan persoalan baru, bahkan sudah menjadi catatan ketika ia masih bermain di Arema FC.
Berikut komentar Bobotoh yang dikutip dari akun TikTok Persib 1933, Minggu (30/11/2025).
”Udah tau di arema juga bad attitude coach kenapa di ambil,” tulis akun @oza***
“Saya percaya sama Bojan,sagoreng gorengna mailson,kastaner,Henhen ,hente bebeledagan kieu ,kakara Bojan bebeledagan kieu di media,” tulis akun @Dik***
”dulu lewat influencer yang nge wanti wanti kepindahan dia dari arema ke persib influencer itu bilang kalo persib harus berhati-hati dengan dia karna dia adalah sangat kontroversial di tim sebelum, dan ternyata omongan influencer itu terbukti menjadi kenyataan, saya lupa siapa nama influencer tersebut,” tulis akun @naj***
“menurutku bukan menyalahkan,TPI lebihke kecewa,Wiliam ini ketika dikasih kesempatan bermain bukannya memaksimalkan ferformanya tpi malah malah buang buang kesempatan.mau di liga ataupun di acl,” tulis akun @ahm***
Sorotan tajam dari publik membuat situasi semakin rumit, terlebih ketika beredar unggahan Instagram Story dari akun milik William (yang kemudian dihapus) berisi sindiran halus terkait keputusan klub.
Isi unggahan tersebut:
“Saya belum pernah melihat pemain yang hanya bermain 6 menit disalahkan atas kekalahan dalam pertandingan 96 menit. Ini ketidakadilan luar biasa.”
Unggahan itu justru memicu kontroversi yang lebih besar, hingga akun TikTok Persib1933 membalas dengan klarifikasi bahwa masalah William bukan sekadar pertandingan terakhir, tetapi akumulasi performa ditambah masalah attitude.
Profil William Marcilio: Datang dengan Harapan Tinggi, Pergi dalam Kecewaan?
William Moreira da Silva Marcilio, 28 tahun, didatangkan Persib untuk menggantikan Tyronne del Pino dan mengisi pos gelandang serang untuk musim 2025/2026.
Dengan catatan 5 gol dan 7 assist dari 19 laga bersama Arema FC, ia dianggap sebagai investasi ideal untuk memperkuat kreativitas lini tengah Persib.
Perekrutan ini bahkan merupakan rekomendasi langsung dari Bojan Hodak, yang meyakini gaya bermain William cocok dengan skema permainan Persib.
Namun kondisi di lapangan menunjukkan sebaliknya. Performa inkonsisten serta kurangnya komitmen saat latihan disebut-sebut menjadi alasan utamanya dipulangkan.
Persib dalam Tekanan: Harus Bangkit Lawan Madura United
Persib kini berada di momen krusial. Kekalahan dari Lion City Sailors membuat peluang lolos ke babak 16 besar AFC Champions League Two semakin berat.
Setelah lawan Madura United, Maung Bandung langsung menghadapi laga hidup-mati melawan Bangkok United di laga pamungkas fase grup.
Karena itu, Hodak menuntut seluruh pemainnya siap tempur dan meninggalkan persoalan internal.
“Kami juga berusaha sekeras mungkin. Ada beberapa pemain yang diragukan, tapi kami harus fokus,” ujar Hodak.
Dari Singapura, Persib langsung terbang ke Surabaya untuk melakukan persiapan intensif sebelum menuju Pamekasan.
Meski Persib berada di posisi jauh lebih baik di klasemen (papan atas) dibanding Madura United yang berada di posisi ke-13, Hodak menyatakan pertandingan ini tidak akan mudah.
Penutup
Keputusan Bojan Hodak memulangkan William Marcilio menegaskan bahwa Persib tengah memasuki fase krusial yang membutuhkan konsentrasi penuh, disiplin tinggi, serta komitmen tanpa kompromi dari seluruh pemain.
Situasi internal ini menjadi ujian tersendiri bagi Maung Bandung yang harus melakukan perjalanan berat, memulihkan kondisi fisik, sekaligus mempertahankan posisi di papan atas Super League.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










