Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Viral TikTok dan X! Ini Fakta di Balik Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘No Sensor’

Minggu, 29 Maret 2026 20:08 WIB

Avatar Versi Nyata? Mengenal Suku Dinka, Manusia Raksasa dari Lembah Nil!

Minggu, 29 Maret 2026 19:34 WIB

Bojan Hodak Beri Tugas Spesial ke Jupe di Persib, Bukan Sekadar Pemain

Minggu, 29 Maret 2026 18:48 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Viral TikTok dan X! Ini Fakta di Balik Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘No Sensor’
  • Avatar Versi Nyata? Mengenal Suku Dinka, Manusia Raksasa dari Lembah Nil!
  • Bojan Hodak Beri Tugas Spesial ke Jupe di Persib, Bukan Sekadar Pemain
  • Geger! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘No Sensor’ Viral, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
  • BREAKING! Pemerintah Tunda Seleksi ASN 2026, Formasi Belum Diumumkan
  • Live Streaming! Indonesia vs Bulgaria Malam Ini, Klik Link Resmi Nonton Final FIFA Series 2026
  • Gila! Persib Siapkan ‘Skuad Monster’ 2026/2027, 4 Pos Krusial Langsung Disikat
  • Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘7 Menit’ Ramai Dicara, Ada Link Telegram?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 29 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

BPS Prediksi Luas Panen dan Produksi Padi di Jabar 2024 Menurun

By Putri Mutia RahmanJumat, 1 Maret 2024 18:43 WIB2 Mins Read
Ilustrasi padi. (Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat, luas panen padi di Jabar pada tahun 2023 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala BPS Jabar, Marsudijono mengatakan, hal yang sama juga diprediksi bakal terjadi di 2024 ini. Dalam periode Januari-April, produksi panen padi mengalami penurunan yang berakibat pada turunnya produksi beras di Jabar.

“Secara keseluruhan produksi padi di Jabar kita pada 2023 mengalami penurunan. Bagaimana di 2024? Sama pada 2024 bahwa produksi padi mengalami penurunan juga sebesar 33,73 persen ini yang didapat Februari, Maret, April 2024 meskipun sifatnya masih sementara,” ucap Marsudijono dalam keterangannya, Jumat (1/3/2024).

Marsudijono mengatakan, realisasi luas panen padi sepanjang Januari – Desember 2023 di Jabar mencapai 1,58 juta hektar. Angka itu menurun 79 hektar jika dibanding 2022 yang tembus 1,66 hektar.

Baca Juga:  Tunjang Kebutuhan Data Akademis, BPS Jabar Resmikan Pojok Statistik di UNPAR

“Penurunannya sekitar 4,74 persen,” ujarnya.

Sedangkan untuk luas panen padi Januari 2024 berada di angka 42,5 ribu hektar. Pihaknya memprediksi, luas panen antara Januari-April 2024 di angka 399,8 ribu hektar.

Baca Juga:  BPS: Angka Pengangguran di Jabar Turun Signifikan Dalam Satu Tahun Terakhir

“Angkanya masih turun jika dibanding subround Januari-April 2023 yang tembus 599,8 ribu hektar,” imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga mencatat jika produksi padi dari Januari-Desember 2023 berada di angka 5,28 juta ton. Angka itu turun 169,60 ribu ton jika dibanding 2022 yang tembus di angka 5,45 juta ton.

Menurutnya, bahwa pola penurunan produksi itu diprediksi masih akan terjadi pada periode Januari-April 2024 nanti. Tercatat, pada Januari 2024 produksi beras di angka 141 ribu ton beras, sedangkan prediksi subround Januari-April 2024 di angka 1,32 juta ton beras.

Baca Juga:  Tunjang Kebutuhan Data Akademis, BPS Jabar Resmikan Pojok Statistik di UNPAR

Angka itu turun 672 ribu ton jika dibandingkan pola Januari-April 2023 yang tembus 1,99 juta ton.

“Penurunannya sekitar 33,73 persen,” jelasnnya.

Marsudijono menambahkan, jika dalam 2 tahun terakhir puncak panen terjadi pada Maret. Namun, pola itu berubah pada 2024 yang bergeser pada April.

“Ini jadi salah satu yang mengakibatkan harga beras naik. Karena posisinya belum ada pasok atau petani belum panen,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BPS Jabar Marsudijono Produksi panen
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Avatar Versi Nyata? Mengenal Suku Dinka, Manusia Raksasa dari Lembah Nil!

CPNS

BREAKING! Pemerintah Tunda Seleksi ASN 2026, Formasi Belum Diumumkan

Fisik Terbatas, Tekad Tanpa Batas! Adinda Adprilaa: Bukti Nyata Gunung Bukan Hanya Milik Mereka yang Sempurna

Pria Gagal Bunuh Diri di Flyover Kiaracondong Bandung, Motif Asmara Terungkap

Pengelola Wisata Rahong Sigap Tangani Bencana Pohon Tumbang di Pangalengan, Evakuasi Berjalan Cepat

Berani Banget! Sambil Mandi Lumpur, Bocah Gemoy Ini Kritik Pedas Jalan Rusak

Terpopuler
  • Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Netizen Penasaran! Video Viral Kebun Sawit Ini Bisa Mengandung Risiko Digital
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
  • Link Video Ojol vs Bule 17 Menit Viral, Ternyata Settingan WNA di Bali demi Konten
  • Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit: Dari TikTok Hingga Ancaman Pidana UU ITE
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.