bukamata.id – Bagi sebagian orang, aktivitas overlanding atau penjelajahan jarak jauh dengan kendaraan bermotor mungkin hanya sebatas hobi memacu adrenalin dan menikmati keindahan alam. Namun, paradigma berbeda coba ditunjukkan oleh komunitas Overlanding Indonesia Daerah Jawa Barat (OI Jabar) yang memilih menyelipkan misi kemanusiaan di setiap roda kendaraan mereka.
Komunitas para pencinta petualangan darat ini berkomitmen untuk mengubah setiap rute penjelajahan menjadi program sosial yang berkelanjutan. Target utamanya jelas: menghidupkan kembali semangat gotong royong dan memberikan dampak nyata bagi warga lokal di daerah yang mereka lintasi.
Langkah konkret tersebut dimatangkan dalam momentum Kopi Darat (Kopdar) Perdana OI Jabar yang digelar di kawasan Laswi Heritage, Kota Bandung. Pertemuan perdana ini dihadiri langsung oleh jajaran pengurus pusat, pengurus daerah, hingga perwakilan anggota dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Misi Khusus: Menembus Batas Pendidikan Pelosok
Salah satu program yang menjadi sorotan utama dalam pertemuan tersebut adalah inisiasi donasi pendidikan. Komunitas ini sengaja membidik wilayah-wilayah terpencil di Jawa Barat yang selama ini masih minim tersentuh akses dan fasilitas sekolah yang layak.
Lewat gerakan ini, OI Jabar mencoba mengetuk kepedulian para anggotanya, mitra strategis, hingga masyarakat luas. Tujuannya agar anak-anak di pedalaman Jabar tetap bisa mendapatkan kesempatan belajar yang setara demi masa depan mereka.
Ketua OI Jabar, Muhammad Ali Nurdin, menegaskan bahwa esensi dari overlanding sebenarnya jauh lebih dalam daripada sekadar berpindah dari satu titik wisata ke titik lainnya. Perjalanan itu harus memiliki jiwa dan ikatan emosional dengan masyarakat setempat.
“Setiap perjalanan seharusnya membawa nilai dan manfaat. Kami ingin kehadiran Overlanding Indonesia Jawa Barat dapat memberikan kontribusi positif, tidak hanya bagi para anggota, tetapi juga bagi masyarakat yang menjadi bagian dari perjalanan dan pengabdian kami. Pendidikan merupakan salah satu sektor yang kami pandang sangat penting untuk mendapat perhatian bersama,” ujarnya, dalam keterangan tertulis, Senin (8/6/2026).
Dana serta bantuan yang dikumpulkan dari aksi kolektif ini nantinya akan disalurkan langsung untuk menyokong kebutuhan operasional sekolah dan kebutuhan belajar anak-anak yang paling membutuhkan di lapangan.
Agenda Hijau dan Target Jangka Panjang
Gerakan berbagi ini sejatinya merupakan manifestasi dari pilar utama Overlanding Indonesia, yakni merajut persaudaraan dan cinta tanah air lewat aksi nyata. Jadi, jangan heran jika agenda petualangan mereka ke depan akan selalu beriringan dengan dampak sosial jangka panjang.
Selain urusan sekolah anak pedalaman, OI Jabar kini tengah menyusun kalender aksi lingkungan secara berkala. Beberapa program yang siap dieksekusi di antaranya adalah penanaman pohon di lahan kritis, bakti sosial kebencanaan, hingga program pemberdayaan ekonomi warga lokal.
Lewat jargon “Aman, Nyaman, dan Barokah”, kopdar perdana di Laswi Heritage ini resmi menjadi tonggak awal konsolidasi organisasi. OI Jabar optimistis, lewat kolaborasi yang solid dan inklusif, mereka bisa menjadi motor penggerak perubahan positif yang konsisten di tanah Pasundan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










