Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Gempa NTT M 7,7 Bikin 9.290 Warga Mengungsi, Sikka Jadi Wilayah Paling Parah

Minggu, 16 Agustus 2026 21:00 WIB

RAHASIA LELUHUR! Mengapa Rumah Adat Tanpa Paku Malah Selamat dari Gempa M 7,7 NTT?

Minggu, 16 Agustus 2026 20:32 WIB

Persib Gaspol di Bali! Igor Tolic Bongkar Misi Besar Jelang Super League 2026/27

Minggu, 16 Agustus 2026 18:32 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Gempa NTT M 7,7 Bikin 9.290 Warga Mengungsi, Sikka Jadi Wilayah Paling Parah
  • RAHASIA LELUHUR! Mengapa Rumah Adat Tanpa Paku Malah Selamat dari Gempa M 7,7 NTT?
  • Persib Gaspol di Bali! Igor Tolic Bongkar Misi Besar Jelang Super League 2026/27
  • Terdaftar Bansos atau Tidak? Cek Desil DTSEN Pakai NIK, Begini Caranya
  • Berburu Promo 17 Agustus! Ada Makan Rp81 Ribu hingga Buy 1 Free 1 di Restoran Ini
  • BMW X5 Hantam Becak dan Pedagang di Jalan Pungkur Bandung, 2 Orang Dilarikan ke RSHS
  • Klasemen Dewata Challenge Series 2026 Berubah! Persib di Puncak, Tinggal Selangkah Angkat Trofi
  • Ga Nyangka! Legenda Kung Fu Beri Penghormatan, Jackie Chan Akhirnya Akui Kekuatan Silat Indonesia
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 16 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Gempa NTT M 7,7 Bikin 9.290 Warga Mengungsi, Sikka Jadi Wilayah Paling Parah

By SusanaMinggu, 16 Agustus 2026 21:00 WIB2 Mins Read
Gempa dahsyat guncang NTT. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi sebanyak 9.290 warga masih mengungsi setelah gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ribuan warga terdampak gempa NTT tersebut hingga kini masih bertahan di sejumlah titik pengungsian. Kabupaten Sikka menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak, disusul Kabupaten Manggarai.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan sebanyak 3.356 warga mengungsi di Kabupaten Sikka. Sementara itu, Kabupaten Manggarai mencatat 2.078 warga yang masih berada di lokasi pengungsian.

“Pengungsi di Kabupaten Sikka tersebar di GOR Samador sebanyak 1.356 jiwa dan 2.000 jiwa mengungsi secara mandiri di 10 titik lokasi,” ujar Berton di Jakarta, Minggu (16/8/2026).

Sebaran Pengungsi Gempa NTT

Dampak guncangan gempa bumi M 7,7 membuat pergerakan warga terdampak meluas hingga melintasi batas administratif sejumlah wilayah.

Di Kabupaten Sikka, sebanyak 3.356 warga mengungsi. Mereka tersebar di GOR Samador serta 10 titik pengungsian mandiri.

Kemudian, Kabupaten Manggarai menampung 2.078 pengungsi, sedangkan Kabupaten Nagekeo tercatat memiliki sekitar 500 warga yang mengungsi akibat gempa.

Pergerakan warga terdampak juga meluas ke wilayah di luar Nusa Tenggara Timur. Sejumlah warga memilih mengungsi ke Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Dengan memperhitungkan seluruh sebaran tersebut, jumlah warga yang masih mengungsi secara akumulatif mencapai 9.290 jiwa.

Kebutuhan Mendesak Pengungsi Gempa

BNPB menyatakan penanganan pada masa tanggap darurat saat ini difokuskan pada pemenuhan hak-hak dasar masyarakat terdampak serta distribusi kebutuhan logistik bagi para penyintas gempa.

Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, sejumlah kebutuhan mendesak masih diperlukan untuk mendukung warga yang berada di lokasi pengungsian.

Kebutuhan tersebut antara lain puluhan unit tenda pengungsian darurat serta pasokan bahan pangan berupa 30 ton beras.

Selain kebutuhan pangan dan tempat berlindung, para pengungsi juga membutuhkan perlengkapan medis serta obat-obatan.

BNPB juga mencatat kebutuhan perlengkapan tidur yang cukup besar, meliputi 1.000 unit velbed, 1.000 lembar tikar, dan 1.000 selimut.

Ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan penting lainnya di tengah masa tanggap darurat. Karena itu, bantuan berupa akses air bersih, tandon penampungan, serta genset untuk mendukung penerangan darurat juga dibutuhkan di sejumlah lokasi pengungsian.

Pemenuhan berbagai kebutuhan tersebut menjadi bagian penting dalam penanganan pascagempa NTT, terutama untuk memastikan warga terdampak dapat bertahan dengan aman selama masa tanggap darurat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BNPB Gempa NTT korban gempa NTT pengungsi gempa NTT
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

RAHASIA LELUHUR! Mengapa Rumah Adat Tanpa Paku Malah Selamat dari Gempa M 7,7 NTT?

Bansos

Terdaftar Bansos atau Tidak? Cek Desil DTSEN Pakai NIK, Begini Caranya

BMW X5 Hantam Becak dan Pedagang di Jalan Pungkur Bandung, 2 Orang Dilarikan ke RSHS

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Jangan Sampai Terlewat! Begini Cara Cek BPNT Agustus 2026, Ada Status Rp600 Ribu Diproses

Detik-detik Pascagempa M 7,7 NTT: 47 Tewas, Ratusan Bangunan Rusak, Akses Jalan Terputus

Viral Video Siswa SMK Kebumen Diduga Dibully, Polisi Langsung Amankan Terduga Pelaku

Terpopuler
  • Auto Resign Massal? Rahasia Gaji Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg yang Bikin Heboh Indonesia!
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
  • Mengenal Susanah, Ibu Pengupas Bawang Asal Bogor yang Disebut Prabowo Diupah Rp700 Ribu per Kg
  • Kehabisan Akal Promosi? Brand Miras Buat Challenge Ayat Al-Qur’an Berhadiah Alkohol!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.