Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Rezeki Akhir Tahun! PKH, BPNT, Beras hingga BSU Rp900 Ribu Masuk Periode Penyaluran

Selasa, 6 Oktober 2026 16:05 WIB

Gila! Persib Hadapi 3 Laga Internasional dalam Oktober, Cek Jadwal Lengkapnya

Selasa, 6 Oktober 2026 15:30 WIB
Ole Romeny

Duet Mematikan Ole Romeny-Mithcell Baker Bawa Indonesia Juara, Ini Rahasianya

Selasa, 6 Oktober 2026 15:23 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Rezeki Akhir Tahun! PKH, BPNT, Beras hingga BSU Rp900 Ribu Masuk Periode Penyaluran
  • Gila! Persib Hadapi 3 Laga Internasional dalam Oktober, Cek Jadwal Lengkapnya
  • Duet Mematikan Ole Romeny-Mithcell Baker Bawa Indonesia Juara, Ini Rahasianya
  • Terkuak! Peran Indra Kenz di Skandal Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Siap-siap Masuk Bui Lagi?
  • PR Penataan Parkir Kota Bandung Disorot Usai Kasus Karcis Bus Rp65 Ribu Viral
  • Pemkot Bandung Susun Tata Kelola Kawasan Bersejarah dengan Konsep Historical Urban Landscape
  • Igor Tolic Masih Galau, Thom Haye dan Ragnar Bisa Langsung Terbang ke Thailand?
  • Pemkot Bandung Rencanakan Museum Musik Indonesia, Lokasi Masih Dikaji
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 6 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Gempa NTT M 7,7 Bikin 9.290 Warga Mengungsi, Sikka Jadi Wilayah Paling Parah

By SusanaMinggu, 16 Agustus 2026 21:00 WIB2 Mins Read
Gempa dahsyat guncang NTT. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi sebanyak 9.290 warga masih mengungsi setelah gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ribuan warga terdampak gempa NTT tersebut hingga kini masih bertahan di sejumlah titik pengungsian. Kabupaten Sikka menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak, disusul Kabupaten Manggarai.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan sebanyak 3.356 warga mengungsi di Kabupaten Sikka. Sementara itu, Kabupaten Manggarai mencatat 2.078 warga yang masih berada di lokasi pengungsian.

“Pengungsi di Kabupaten Sikka tersebar di GOR Samador sebanyak 1.356 jiwa dan 2.000 jiwa mengungsi secara mandiri di 10 titik lokasi,” ujar Berton di Jakarta, Minggu (16/8/2026).

Baca Juga:  Bencana Hidrometeorologi Landa Pantura, BNPB Bakal Modifikasi Cuaca Mulai 16-20 Maret

Sebaran Pengungsi Gempa NTT

Dampak guncangan gempa bumi M 7,7 membuat pergerakan warga terdampak meluas hingga melintasi batas administratif sejumlah wilayah.

Di Kabupaten Sikka, sebanyak 3.356 warga mengungsi. Mereka tersebar di GOR Samador serta 10 titik pengungsian mandiri.

Kemudian, Kabupaten Manggarai menampung 2.078 pengungsi, sedangkan Kabupaten Nagekeo tercatat memiliki sekitar 500 warga yang mengungsi akibat gempa.

Pergerakan warga terdampak juga meluas ke wilayah di luar Nusa Tenggara Timur. Sejumlah warga memilih mengungsi ke Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Baca Juga:  BMKG Ungkap Penyebab Gempa Bekasi Magnitudo 4,9, Warga Diminta Waspada

Dengan memperhitungkan seluruh sebaran tersebut, jumlah warga yang masih mengungsi secara akumulatif mencapai 9.290 jiwa.

Kebutuhan Mendesak Pengungsi Gempa

BNPB menyatakan penanganan pada masa tanggap darurat saat ini difokuskan pada pemenuhan hak-hak dasar masyarakat terdampak serta distribusi kebutuhan logistik bagi para penyintas gempa.

Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, sejumlah kebutuhan mendesak masih diperlukan untuk mendukung warga yang berada di lokasi pengungsian.

Kebutuhan tersebut antara lain puluhan unit tenda pengungsian darurat serta pasokan bahan pangan berupa 30 ton beras.

Baca Juga:  Siap Tambah Anggaran Karhutla Kalimantan, Menkeu Purbaya: Asal Jangan Di-mark Up!

Selain kebutuhan pangan dan tempat berlindung, para pengungsi juga membutuhkan perlengkapan medis serta obat-obatan.

BNPB juga mencatat kebutuhan perlengkapan tidur yang cukup besar, meliputi 1.000 unit velbed, 1.000 lembar tikar, dan 1.000 selimut.

Ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan penting lainnya di tengah masa tanggap darurat. Karena itu, bantuan berupa akses air bersih, tandon penampungan, serta genset untuk mendukung penerangan darurat juga dibutuhkan di sejumlah lokasi pengungsian.

Pemenuhan berbagai kebutuhan tersebut menjadi bagian penting dalam penanganan pascagempa NTT, terutama untuk memastikan warga terdampak dapat bertahan dengan aman selama masa tanggap darurat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BNPB
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Rezeki Akhir Tahun! PKH, BPNT, Beras hingga BSU Rp900 Ribu Masuk Periode Penyaluran

Terkuak! Peran Indra Kenz di Skandal Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Siap-siap Masuk Bui Lagi?

PR Penataan Parkir Kota Bandung Disorot Usai Kasus Karcis Bus Rp65 Ribu Viral

Pemkot Bandung Susun Tata Kelola Kawasan Bersejarah dengan Konsep Historical Urban Landscape

Pemkot Bandung Rencanakan Museum Musik Indonesia, Lokasi Masih Dikaji

Data Warga Bandung Dikebut! 435 Ribu KK Ditargetkan Terverifikasi hingga Desember 2026

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.