Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan Soal Nasi Uduk, Knalpot Bising Jadi Pemicu Utama Bentrok Maut Matraman-Menteng

Senin, 27 Juli 2026 12:30 WIB

Timnas Indonesia vs Kamboja Piala AFF 2026 Tayang di TV Mana? Ini Jadwal dan Link Live Streaming

Senin, 27 Juli 2026 12:21 WIB

Debut di Piala Presiden 2026 Berbuah Manis, Nazriel Siap Rebut Tempat di Skuad Utama Persib

Senin, 27 Juli 2026 11:54 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Soal Nasi Uduk, Knalpot Bising Jadi Pemicu Utama Bentrok Maut Matraman-Menteng
  • Timnas Indonesia vs Kamboja Piala AFF 2026 Tayang di TV Mana? Ini Jadwal dan Link Live Streaming
  • Debut di Piala Presiden 2026 Berbuah Manis, Nazriel Siap Rebut Tempat di Skuad Utama Persib
  • Buruan Klaim! 7 Kode Redeem FF Hari Ini Bisa Dapat Skin Senjata hingga Emote Eksklusif
  • Bikin Syok! Bebas Penjara, Setya Novanto Tiba-tiba Ikut Pesta K-Pop BTS Super Mewah!
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Harga Emas Perhiasan Hari Ini 27 Juli 2026 Tetap Stabil, Cek Tarif Terbaru 24 Karat di Sini!
  • Persib Temukan Bintang Muda Baru? Rafi Rasyiq Resmi Tembus Skuad Utama
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 27 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bukan Soal Nasi Uduk, Knalpot Bising Jadi Pemicu Utama Bentrok Maut Matraman-Menteng

By Aga GustianaSenin, 27 Juli 2026 12:30 WIB3 Mins Read
Foto/Ilustrasi Pengeroyokan. (inimassa.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Suasana malam di kawasan perbatasan Jakarta Pusat dan Jakarta Timur mendadak mencekam. Bentrokan antarkelompok pecah dan melibatkan dua wilayah padat penduduk, yakni Matraman hingga Jalan Tambak, Menteng. Insiden berdarah yang terjadi pada Minggu malam tersebut meninggalkan duka mendalam setelah merenggut satu korban jiwa serta melukai warga lainnya.

Aparat kepolisian dari jajaran Polres Metro Jakarta Pusat langsung bergerak cepat mengamankan lokasi kejadian sekaligus mengurai benang kusut di balik peristiwa maut ini. Di tengah simpurnya informasi yang berseliweran di dunia maya, pihak berwenang akhirnya angkat bicara untuk meluruskan pemicu utama kerusuhan.

Membuka Kotak Pandora: Dari Teguran Knalpot hingga Berujung Rusuh

Sebelum kabar simpang siur menguasai lini masa media sosial—termasuk isu keliru mengenai sengketa pembayaran kuliner malam—kepolisian memastikan bahwa akar permasalahan bermula dari tindakan sepele yang memicu emosi massal.

Semua bermula ketika dua orang pengendara sepeda motor melintasi kawasan lapak pedagang kaki lima sambil sengaja mempermainkan gas kendaraannya. Suara memekakkan telinga dari knalpot brong tersebut sontak memancing amarah warga sekitar yang tengah beristirahat maupun beraktivitas.

Tidak terima dengan teguran warga, pengendara motor tersebut sempat kabur namun kembali lagi dengan membawa bala bantuan sekitar lima orang rekan. Kelompok tambahan ini tidak hanya membuat onar, tetapi juga nekat merusak sejumlah lapak UMKM lokal serta melukai warga sekitar.

“Bahwasannya ada 2 orang yang menggunakan kendaraan bermotor melewati jualan nasi uduk yang gerobaknya berdampak dirusak, itu karena menggeber-geber motornya. Sehingga knalpot tersebut membuat kebisingan,” ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol. Dr. Reynold E.P. Hutagalung.

“Ditegur tidak terima, dan 2 orang itu mengajak teman-teman lainnya sejumlah 5 orang kembali ke lokasi yang melakukan keributan bahkan merusak di beberapa UMKM yang ada. Bahkan ada warga yang terpukul,” tambahnya menjelaskan eskalasi kericuhan.

Eskalasi Meluas ke Jalan Tambak dan Upaya Evakuasi Korban

Aksi perusakan fasilitas warga tersebut memicu reaksi spontan dari masyarakat sekitar yang merasa wilayah tempat tinggal mereka diinjak-injak. Bentrokan fisik tak terhindarkan, meluas hingga ke kawasan Jalan Tambak, Menteng, dengan aksi saling lempar batu yang membuat situasi kian tak terkendali.

Merespons laporan darurat warga, tim kepolisian langsung diterjunkan ke titik lokasi guna membubarkan massa sekaligus mengevakuasi para korban luka. Dua pemuda dilarikan secara darurat ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) akibat luka parah yang diderita.

Nahas, salah satu korban berinisial K (23) dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan medis, sementara rekan sebayanya berinisial DS harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

“Warga spontan karena merasa bahwasanya terusik warga lingkungan sekitar, sehingga melakukan pelemparan yang mengakibatkan dua orang di lokasi ini harus dievakuasi dengan kepolisian ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Dengan inisial yang satu atas nama inisial K, dan yang satu DS,” tutur Reynold memaparkan kronologi evakuasi.

Pendalaman Motif dan Langkah Tegas Aparat Hukum

Penyelidikan mendalam kini terus bergulir di tingkat polres. Selain memburu keterlibatan pihak lain, penyidik juga mendalami indikasi adanya pengaruh zat adiktif atau minuman beralkohol yang dikonsumsi para pelaku sebelum insiden ugal-ugalan di jalan raya tersebut terjadi.

“Kalau saat dilakukan pada saat pengecekan di lokasi, tentu yang ada kebisingan. Namun nanti kami akan berkoordinasi dengan pihak RSCM di mana apakah memang ada kaitan dengan minuman keras sehingga berdampak si orang ini melakukan geber-geber motornya,” jelas Reynold.

Hingga saat ini, langkah hukum tegas telah diambil oleh Korps Bhayangkara. Sebanyak tiga orang yang diduga menjadi dalang penganiayaan berat telah diringkus. Selain itu, total ada 15 orang saksi sekaligus pihak terkait yang sedang menjalani pemeriksaan maraton demi menuntaskan tabir kelam di balik bentrokan maut Matraman-Menteng ini.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bentrok Matraman berita Jakarta knalpot bising Menteng
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bikin Syok! Bebas Penjara, Setya Novanto Tiba-tiba Ikut Pesta K-Pop BTS Super Mewah!

Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga

Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!

Alasan Kesehatan di Balik Mundurnya Perry Warjiyo dari Kursi Gubernur BI

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bansos PKH dan BPNT Juli 2026 Cair! Cek Nama Penerima Pakai NIK KTP, Ini Link Resmi Kemensos

Ilustrasi begal

Harapan Jadi Pilot Pupus? Kisah Pilu Remaja Bandung Usai Jadi Korban Begal Keji

Terpopuler
  • Korps Alumni KNPI Jabar Bentuk Badan Advokasi untuk Kawal Tata Kelola Pemerintahan dan Cegah Korupsi
  • Bali Is Not Your Home! Viral WNA Gelar Event Lari Ekslusif, Warga Lokal Dilarang Ikut?
  • Proyek PLTP Patuha Unit 2 Capai Fase Vital: Mobilisasi Komponen Generator Sukses Digelar
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Birokrasi Dedi Mulyadi Terbukti Cacat Prosedur, PTUN Bandung Menangkan Aliansi Buruh Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.