Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Comeback! Sempat Tertinggal, Maung Bandung Bungkam Persijap 2-1

Minggu, 20 September 2026 21:24 WIB

Nikah Mendadak dengan Andre Taulany, Amanda Rigby Dituding Hamil? Cek Lagi Ramalan Hard Gumay

Minggu, 20 September 2026 20:18 WIB

1.096 Botol Miras Ilegal Disita di Jatinangor, 25 Orang Diamankan

Minggu, 20 September 2026 19:34 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Comeback! Sempat Tertinggal, Maung Bandung Bungkam Persijap 2-1
  • Nikah Mendadak dengan Andre Taulany, Amanda Rigby Dituding Hamil? Cek Lagi Ramalan Hard Gumay
  • 1.096 Botol Miras Ilegal Disita di Jatinangor, 25 Orang Diamankan
  • Sudah Lama Rusak, Ruang Kelas MI Tegal Koneng Bandung Barat Ambruk
  • Link Live Streaming Persijap vs Persib, Kick Off 19.00 WIB di Super League
  • Kemarau Mengancam, Geo Dipa Unit Patuha Serahkan Tangki Air 5.000 Liter ke BPBD Bandung
  • Mengenal KH Hasan Abdullah Sahal: Sosok di Balik Pidato Fenomenal yang Tampar Pemimpin
  • Persijap vs Persib: Misi Balas Dendam Maung Bandung di Gelora Bumi Kartini
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 20 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bukan Ulah Manusia, Ahli Sebut Faktor Geologi Jadi Pemicu Utama Longsor Cisarua

By Putra JuangSelasa, 27 Januari 2026 12:46 WIB3 Mins Read
Lokasi longsor Cisarua. (Foto: Biro Adpim Jabar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Badan Geologi Kementerian ESDM telah menyelesaikan identifikasi awal terkait bencana tanah longsor yang melanda kawasan Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Penyelidik Bumi Ahli Utama Badan Geologi Kementerian ESDM, Anjar Heri Waseso mengungkapkan bahwa bencana ini bukan sekadar longsoran biasa, melainkan masuk dalam kategori aliran bahan rombakan (debris flow).

Berdasarkan hasil investigasi lapangan, Anjar menjelaskan ada tiga faktor utama yang memicu besarnya skala kerusakan di lokasi tersebut.

Pertama adalah morfologi yang ekstrem. Dimana kondisi kemiringan lereng di titik awal longsor tercatat sangat curam, berkisar antara 30 hingga 40 derajat.

“Morfologi adanya perbedaan-perbedaan tinggi morfologi antara yang daerah landaan dan daerah yang ancam. Jadi, itu sangat tinggi sekali. Jadi, kemiringan dari yang mulai ekstrim dari sekitar 30 sampai 40 derajat kemudian menuju ke kemiringan antara 20 sampai 30 derajat,” kata Anjar saat dihubungi, Selasa (27/1/2026).

Baca Juga:  Tinjau Penanggulanan Longsor Bandung Barat, Bey: Waspada Potensi Bencana Susulan

Perbedaan ketinggian yang mencolok antara area puncak dan lembah menyebabkan massa tanah memiliki energi potensial yang besar saat bergerak turun.

Faktor kedua adalah lapisan tanah vulkanik yang tebal. Dimana ditemukan bahwa ketebalan tanah pelapukan di lokasi mencapai lebih dari 15 meter. Tanah yang berasal dari material vulkanik ini memiliki sifat gembur dan sangat mudah menyerap air.

“Tanah setebal itu mengalami penjenuhan akibat pemicu eksternal, sehingga saat mencapai titik jenuh, material tersebut tertransportasi ke lereng bawah dalam volume yang besar,” jelas Anjar.

Faktor ketiga yang paling krusial adalah sistem drainase alami yang menjadi tempat berkumpulnya air. Didukung data BMKG yang menunjukkan curah hujan ekstrem di atas 200 mm per hari, air berkumpul dalam satu jalur yang sempit.

Baca Juga:  Tak Ada Korban Jiwa, TJT Identifikasi Dampak Longsor di Tol Bocimi

Hal ini menciptakan daya kikis yang sangat kuat, membawa material tanah dan batuan meluncur mengikuti jalur sungai yang ada hingga ke area pemukiman di lahan yang lebih landai.

“Sehingga menciptakan suatu erosional yang sangat kuat pada saat sampai di titik landai, kemudian dia akan menyambar seperti mengikuti jalur sungai yang sudah ada,” imbuhnya.

Menanggapi spekulasi mengenai alih fungsi lahan sebagai penyebab utama, Anjar tidak menampik hal tersebut memberikan pengaruh. Namun, ia menekankan bahwa faktor geologi alamiah tetap menjadi pemicu dominan.

“Faktor alih fungsi memang berpengaruh, tapi kita lihat sumbernya memang di morfologi yang sangat curam dan tanah yang gembur. Karena butiran tanahnya kecil, ia bisa mengalir sangat jauh,” ucapnya.

Baca Juga:  Cuaca Ekstrem Sebabkan Banjir dan Longsor di Sukabumi, 1 Orang Tewas dan 7 Hilang

Mengenai kelayakan huni lokasi pasca-bencana, pihaknya memberikan peringatan tegas bagi warga di area terdampak langsung. Anjar memastikan bahwa area bekas longsoran saat ini sudah tidak layak untuk ditempati kembali.

“Kita harus tinggalkan itu. Kita harus relokasi daerah yang sudah terlanda sekarang ini,” ujarnya.

Pihaknya juga mengimbau untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, terutama jika curah hujan kembali meningkat, mengingat jalur aliran material sudah terbentuk dan masih terdapat sisa material di lereng atas.

“Nanti yang daerah ancaman akan kita buat delineasi kembali yang menunjukkan daerah ancaman ke depan seperti apa kalau terjadi longsoran susulan seperti ini,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

KBB longsor longsor Cisarua
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

1.096 Botol Miras Ilegal Disita di Jatinangor, 25 Orang Diamankan

Sudah Lama Rusak, Ruang Kelas MI Tegal Koneng Bandung Barat Ambruk

Kemarau Mengancam, Geo Dipa Unit Patuha Serahkan Tangki Air 5.000 Liter ke BPBD Bandung

Mengenal KH Hasan Abdullah Sahal: Sosok di Balik Pidato Fenomenal yang Tampar Pemimpin

Mahasiswa ITB Nyaris Terjun dari Jembatan GT Baros, Teriakan Pengendara Picu Penyelamatan

Mind Blowing: Fakta-Fakta ‘Make in Indonesia’ Implementasi Diam-Diam Konsep ‘Indonesia Incorporated’ Presiden Prabowo

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.