Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Aturan Baru BGN Mencekik, Dapur SPPG di Priangan Timur Terancam Defisit Hingga Berujung PHK Relawan

Rabu, 4 November 2026 20:21 WIB

Supersub Persib! Luka Menalo Butuh 11 Menit untuk Ubah Nasib Laga di Melbourne

Rabu, 4 November 2026 19:42 WIB

Herri Pras Diserbu Laporan! Belasan Ormas Datangi Polda Jabar Usai Konten soal UAS dan UAH

Rabu, 4 November 2026 19:37 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Aturan Baru BGN Mencekik, Dapur SPPG di Priangan Timur Terancam Defisit Hingga Berujung PHK Relawan
  • Supersub Persib! Luka Menalo Butuh 11 Menit untuk Ubah Nasib Laga di Melbourne
  • Herri Pras Diserbu Laporan! Belasan Ormas Datangi Polda Jabar Usai Konten soal UAS dan UAH
  • Heboh! Video 6 Menit Karyawan HWI Jepara Viral di TikTok, Benarkah Ada Rekaman Rahasia?
  • Persib Menang Lagi di ACL 2! Ini Hitung-hitungan Poin Koefisien Liga Indonesia Terbaru di Ranking AFC
  • Peringatan Darurat Sanitasi Kota Bandung, 90 Persen Sungai Tercemar Bakteri E. Coli
  • Ukir Sejarah! Bek Timnas Indonesia Terpilih Jadi Pemain Terbaik Liga Champions
  • Terungkap Motif Pembunuhan Sadis Hj Komariyah di Indramayu: Sakit Hati Sering Disindir Utang
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 5 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bukan Ulah Manusia, Ahli Sebut Faktor Geologi Jadi Pemicu Utama Longsor Cisarua

By Putra JuangSelasa, 27 Januari 2026 12:46 WIB3 Mins Read
Lokasi longsor Cisarua. (Foto: Biro Adpim Jabar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Badan Geologi Kementerian ESDM telah menyelesaikan identifikasi awal terkait bencana tanah longsor yang melanda kawasan Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Penyelidik Bumi Ahli Utama Badan Geologi Kementerian ESDM, Anjar Heri Waseso mengungkapkan bahwa bencana ini bukan sekadar longsoran biasa, melainkan masuk dalam kategori aliran bahan rombakan (debris flow).

Berdasarkan hasil investigasi lapangan, Anjar menjelaskan ada tiga faktor utama yang memicu besarnya skala kerusakan di lokasi tersebut.

Pertama adalah morfologi yang ekstrem. Dimana kondisi kemiringan lereng di titik awal longsor tercatat sangat curam, berkisar antara 30 hingga 40 derajat.

“Morfologi adanya perbedaan-perbedaan tinggi morfologi antara yang daerah landaan dan daerah yang ancam. Jadi, itu sangat tinggi sekali. Jadi, kemiringan dari yang mulai ekstrim dari sekitar 30 sampai 40 derajat kemudian menuju ke kemiringan antara 20 sampai 30 derajat,” kata Anjar saat dihubungi, Selasa (27/1/2026).

Baca Juga:  Keren! Desa Ciharashas KBB Pecahkan Rekor Dunia, Makan Sate Domba Terbanyak 34.240 Tusuk

Perbedaan ketinggian yang mencolok antara area puncak dan lembah menyebabkan massa tanah memiliki energi potensial yang besar saat bergerak turun.

Faktor kedua adalah lapisan tanah vulkanik yang tebal. Dimana ditemukan bahwa ketebalan tanah pelapukan di lokasi mencapai lebih dari 15 meter. Tanah yang berasal dari material vulkanik ini memiliki sifat gembur dan sangat mudah menyerap air.

“Tanah setebal itu mengalami penjenuhan akibat pemicu eksternal, sehingga saat mencapai titik jenuh, material tersebut tertransportasi ke lereng bawah dalam volume yang besar,” jelas Anjar.

Faktor ketiga yang paling krusial adalah sistem drainase alami yang menjadi tempat berkumpulnya air. Didukung data BMKG yang menunjukkan curah hujan ekstrem di atas 200 mm per hari, air berkumpul dalam satu jalur yang sempit.

Baca Juga:  Tewaskan 10 Pekerja, Gubernur Jabar Bakal Tutup Permanen Tambang Gunung Kuda

Hal ini menciptakan daya kikis yang sangat kuat, membawa material tanah dan batuan meluncur mengikuti jalur sungai yang ada hingga ke area pemukiman di lahan yang lebih landai.

“Sehingga menciptakan suatu erosional yang sangat kuat pada saat sampai di titik landai, kemudian dia akan menyambar seperti mengikuti jalur sungai yang sudah ada,” imbuhnya.

Menanggapi spekulasi mengenai alih fungsi lahan sebagai penyebab utama, Anjar tidak menampik hal tersebut memberikan pengaruh. Namun, ia menekankan bahwa faktor geologi alamiah tetap menjadi pemicu dominan.

“Faktor alih fungsi memang berpengaruh, tapi kita lihat sumbernya memang di morfologi yang sangat curam dan tanah yang gembur. Karena butiran tanahnya kecil, ia bisa mengalir sangat jauh,” ucapnya.

Baca Juga:  Cianjur Dikepung Bencana, Paling Banyak Pergerakan Tanah

Mengenai kelayakan huni lokasi pasca-bencana, pihaknya memberikan peringatan tegas bagi warga di area terdampak langsung. Anjar memastikan bahwa area bekas longsoran saat ini sudah tidak layak untuk ditempati kembali.

“Kita harus tinggalkan itu. Kita harus relokasi daerah yang sudah terlanda sekarang ini,” ujarnya.

Pihaknya juga mengimbau untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, terutama jika curah hujan kembali meningkat, mengingat jalur aliran material sudah terbentuk dan masih terdapat sisa material di lereng atas.

“Nanti yang daerah ancaman akan kita buat delineasi kembali yang menunjukkan daerah ancaman ke depan seperti apa kalau terjadi longsoran susulan seperti ini,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

KBB longsor longsor Cisarua
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Aturan Baru BGN Mencekik, Dapur SPPG di Priangan Timur Terancam Defisit Hingga Berujung PHK Relawan

Herri Pras Diserbu Laporan! Belasan Ormas Datangi Polda Jabar Usai Konten soal UAS dan UAH

Peringatan Darurat Sanitasi Kota Bandung, 90 Persen Sungai Tercemar Bakteri E. Coli

Terungkap Motif Pembunuhan Sadis Hj Komariyah di Indramayu: Sakit Hati Sering Disindir Utang

3 Jenderal Polisi Ditangkap, SBY Surati Prabowo: Kok Jadi Begini Negara Kita

Presiden Prabowo Subianto.

Awal Mula Terbongkarnya Operasi Penyadapan Ilegal yang Sasar Komunikasi Presiden dan Menteri

Terpopuler
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Heboh! Video 6 Menit Karyawan HWI Jepara Viral di TikTok, Benarkah Ada Rekaman Rahasia?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.