bukamata.id – Pengamat sepak bola, Tommy Welly atau yang akrab disapa Bung Towel, menilai bahwa usulan anggota DPR Ahmad Dhani terkait naturalisasi pemain sepak bola demi menciptakan bibit unggul sebagai ide yang ‘offside’. Menurutnya, sepak bola tidak dapat berjalan dengan cara yang diusulkan oleh Dhani.
“Kalau Ahmad Dhani menyebut usulannya out of the box, dalam bahasa sepak bola saya menyebutnya usulan yang offside,” ujar Bung Towel, Selasa (11/3/2025).
Sepak Bola Bukan Sekadar Faktor Genetika
Bung Towel menegaskan bahwa sepak bola tidak bisa hanya mengandalkan faktor genetika seperti dalam dunia pacuan kuda. Ia mencontohkan Secretariat, kuda legendaris yang menjadi juara American Triple Crown karena berasal dari keturunan kuda pacu dengan stamina dan kecepatan tinggi.
Namun, menurutnya, dalam sepak bola hal ini tidak berlaku. Ia menyinggung beberapa legenda sepak bola dunia seperti Pele, Diego Maradona, dan Lionel Messi yang menjadi pemain hebat bukan karena keturunan orang tua yang jago bermain bola, melainkan karena faktor lingkungan dan pengembangan bakat.
“Pele bilang ke ayahnya saat itu, ‘Nanti saya yang bawa Brasil juara’, dan itu terjadi pada tahun 1958 saat ia masih berusia 17 tahun. Apakah Pele berasal dari garis keturunan pesepak bola hebat? Tidak. Maradona juga, dia bukan dari genetik luar biasa yang dikawinkan dengan perempuan Argentina agar lahir pesepak bola hebat,” papar Bung Towel.
Menurutnya, faktor lingkungan dan pengembangan sepak bola lebih penting dibanding faktor genetika.
Faktor Penentu Kehebatan Pemain Sepak Bola
Bung Towel menegaskan bahwa menciptakan pesepak bola hebat tidak cukup hanya dengan mengandalkan keturunan, melainkan harus ditunjang oleh berbagai faktor pendukung.
“Yang penting dalam sepak bola itu bukan genetik, melainkan environment dan football development. Apa yang dimaksud environment? Infrastruktur, kualitas pelatih, kompetisi, dan turnamen,” tegasnya.
Usulan Ahmad Dhani Menuai Polemik
Sebelumnya, anggota Komisi X DPR, Ahmad Dhani, mengusulkan agar PSSI menaturalisasi pemain asing untuk dijodohkan dengan perempuan Indonesia dengan harapan menciptakan bibit unggul bagi Timnas Indonesia. Ia mengusulkan agar PSSI merekrut pemain sepak bola yang sudah berusia 40 tahun ke atas, kemudian dijodohkan dengan perempuan Indonesia.
“Nah, anaknya itu yang kita harapkan menjadi pemain bola yang bagus juga. Ini pemikiran out of the box, Pak Erick (Ketua Umum PSSI Erick Thohir), tapi bisa dianggarkan untuk 2026 programnya. Jadi pemain bola di atas 40 tahun yang mau dinaturalisasi dan mungkin duda, kita carikan jodoh di Indonesia,” ujar Ahmad Dhani.
Usulan ini pun memicu perdebatan di kalangan pecinta sepak bola dan pengamat olahraga. Banyak yang menganggap gagasan tersebut tidak realistis dan justru melenceng dari fokus utama dalam pembinaan sepak bola nasional.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










