Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Strategi Sukses Tambah Modal Usaha: Simulasi Angsuran KUR BCA Rp100 Juta dan Panduan Lengkapnya

Rabu, 17 Juni 2026 07:28 WIB
Struktur batu megalitikum di situs Gunung Padang Cianjur

Menawan dan Sejuk, Ini 5 Rekomendasi Tempat Wisata Hits di Cianjur yang Wajib Dikunjungi

Rabu, 17 Juni 2026 06:00 WIB

Cara Memasukkan Kode Redeem FF Terbaru Juni 2026, Ini Strategi Klaim Hadiah Skin Gratis Paling Efektif

Rabu, 17 Juni 2026 05:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Strategi Sukses Tambah Modal Usaha: Simulasi Angsuran KUR BCA Rp100 Juta dan Panduan Lengkapnya
  • Menawan dan Sejuk, Ini 5 Rekomendasi Tempat Wisata Hits di Cianjur yang Wajib Dikunjungi
  • Cara Memasukkan Kode Redeem FF Terbaru Juni 2026, Ini Strategi Klaim Hadiah Skin Gratis Paling Efektif
  • Saddil Ramdani Tetap Latihan Saat Libur! Persib Siap Comeback Lebih Ganas
  • Dicari-cari! Link Video Full Durasi Cut Salwa Viral, Benarkah Ada Rekamannya?
  • Klaim Sekarang! Kode Redeem FC Mobile Terbaru 17 Juni 2026, Dapatkan Pemain Gratis dan Gems
  • Borong Hadiah Gratis! Klaim Kode Redeem FF Terbaru 17 Juni 2026 Sebelum Hangus
  • Hadiri Haul Ponpes Al-Husaeni, Cucun Ahmad Syamsurijal Minta Pesantren Adaptif terhadap Teknologi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 17 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Buntut Dugaan Pelecehan Seksual Oleh Dokter PPDS, RSHS Buka Suara

By SusanaRabu, 9 April 2025 13:05 WIB2 Mins Read
Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Foto: Dok. RSHS.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung buka suara terkait seorang residen anestesi (PPDS) diduga melakukan kekerasan seksual terhadap keluarga pasien.

Kasus ini juga telah dilaporkan ke pihak kepolisian dan saat ini dalam penanganan lebih lanjut oleh Polda Jawa Barat.

Direktur Utama RSHS, Rachim Dinata Marsidi, menegaskan bahwa residen tersebut bukan merupakan pegawai RSHS, melainkan mahasiswa titipan dari Fakultas Kedokteran (FK).

“Orangnya sudah dikembalikan ke fakultas. Ini kan titipan fakultas, bukan pegawai kami. Jadi sejak kejadian, kami langsung keluarkan dan serahkan ke FK,” ujar dr. Rachim dalam keterangan resminya, Rabu (9/4/2025).

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Desak Sanksi Tegas dalam Kasus Dugaan Pemerkosaan oleh Dokter Priguna

Kronologi dan Dugaan Pembiusan

Dugaan sementara menyebutkan bahwa residen tersebut terlibat dalam aksi pembiusan terhadap korban. Modus ini semakin mencurigakan karena pelaku tengah menjalani pendidikan spesialis di bidang anestesi.

“Kelihatannya memang ada upaya pembiusan. Tapi detailnya nanti fakultas akan merilis secara resmi. Dari kami, ini sudah masuk ranah kriminal,” tambahnya.

Meski belum diketahui tanggal pasti, peristiwa ini disebut terjadi pada semester dua tahun ini, beberapa minggu sebelum bulan Ramadan. RSHS menyebut bahwa laporan telah dibuat dan bukti sudah diserahkan kepada pihak berwenang.

Baca Juga:  Polisi Tetapkan Dokter Kandungan Tersangka Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di Garut

“Laporannya sudah masuk ke Polda. Kami juga sudah visum dua kali dan semua bukti diserahkan,” kata dr. Rachim.

Tindakan Tegas: Dikeluarkan dan Diblacklist

RSHS menegaskan telah mengambil langkah tegas dengan menghapus status residen pelaku dari sistem dan melarangnya melakukan praktik di lingkungan rumah sakit.

“Dia sudah tidak bisa lagi praktik atau belajar di sini. Kami punya standar integritas yang jelas. Kalau dilanggar, langsung kami keluarkan,” tegasnya.

Dirut RSHS menambahkan bahwa pihak rumah sakit sangat menyesalkan kejadian ini, namun juga menekankan bahwa pengawasan di lingkungan pendidikan dan pelayanan telah berjalan sesuai prosedur.

Baca Juga:  Heboh Dugaan Pelecehan oleh Oknum Dokter Kandungan di Garut, Begini Kata Dinkes

“Ini bukan soal kesalahan prosedur belajar, tapi ini niatnya sudah kriminal. Kalau kesalahan medis masih bisa dibina, tapi kalau pelecehan atau kekerasan, itu urusannya lain,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya pendampingan bagi para residen dalam menjalani proses belajar di rumah sakit pendidikan, serta menekankan perlunya penguatan integritas di semua lini.

Terakhir, Rachim menyebut bahwa pihak kepolisian sudah melakukan olah TKP, dan tidak ada lagi police line di lokasi kejadian. Pihak RSHS juga terus berkoordinasi dengan fakultas untuk penanganan kasus ini.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dokter Kekerasan Seksual RSHS Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Hadiri Haul Ponpes Al-Husaeni, Cucun Ahmad Syamsurijal Minta Pesantren Adaptif terhadap Teknologi

Gara-Gara Daun Bawang, David Beckham Mendadak ‘Direkrut’ Kementerian Pertanian RI, Kok Bisa?

Ilustrasi gempa

Palu Diguncang Gempa M 6,7, BMKG Catat 9 Gempa Susulan dalam Kurang dari 1 Jam!

Respons Demo MBG Pakai Kalimat Kasar, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Panen Kecaman

Kronologi Lengkap Kecelakaan Tragis Pesepeda vs Truk di Bandung

Sentimen Damai AS-Iran Pecah, Rupiah Menguat Jadi Mata Uang Terbaik di Asia

Terpopuler
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
  • Link Asli Video Cut Salwa di Hotel Diburu Warganet, Apa Isinya?
  • Antisipasi Demo Mahasiswa Memanas, 2.300 Personel Gabungan TNI-Polri Jaga Ketat Kota Bandung
  • demo dprd jabar
    Demo Besar di Bandung Hari Ini, Pengendara Diminta Hindari Jalan Diponegoro
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.