Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Pentingnya Modernisasi Pesantren: Alumni Cipasung Ungkap Strategi Jaga Tradisi di Era Digital

Selasa, 20 Oktober 2026 20:40 WIB

Tas Perempuan Dirampas di Cimahi, Korban Terjatuh hingga Patah Tulang Bahu

Selasa, 20 Oktober 2026 20:16 WIB

Misteri Kebakaran BPN Karawang: Murni Musibah atau Sengaja Menghilangkan Jejak?

Selasa, 20 Oktober 2026 19:31 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Pentingnya Modernisasi Pesantren: Alumni Cipasung Ungkap Strategi Jaga Tradisi di Era Digital
  • Tas Perempuan Dirampas di Cimahi, Korban Terjatuh hingga Patah Tulang Bahu
  • Misteri Kebakaran BPN Karawang: Murni Musibah atau Sengaja Menghilangkan Jejak?
  • Ranking AFC Terbaru: Indonesia Meroket ke Posisi 16 Asia, Persib dan Borneo FC Jadi Kunci
  • Mengarungi Jadwal Horor 3 Pekan, Pelatih Persib Bongkar Resep Sederhana Jaga Stamina Pemain
  • Ubah Gulma Jadi Berkah: Petani Pasirlangu KBB Bangkit Pascalongsor Lewat Inovasi Eceng Gondok
  • Sempat Merasa Kesepian dan Frustrasi, Gakuto Notsuda Buka-bukaan Soal Cedera di Persib
  • Bukan Cuma Modal Cantik! Otak Encer & Latar Belakang Alda Callista Miss Indonesia 2026 Bikin Melongo
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 20 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bupati Bandung Paparkan Dukungan terhadap Program Asta Cita di Forum Kepemimpinan Nasional

By Aga GustianaSelasa, 14 Oktober 2025 21:08 WIB4 Mins Read
Bupati Bandung, Dadang Supriatna.
Bupati Bandung, Dadang Supriatna. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Bupati Bandung Dadang Supriatna tampil sebagai salah satu narasumber dalam Leadership Forum: Pilar Nusantara Penopang Asta Cita — “Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran dari Perspektif Daerah” yang diselenggarakan oleh CNN Indonesia di Studio 2, Gedung Trans TV, Jakarta Selatan, pada Selasa (14/10/2025).

Dalam forum tersebut, Kang DS — sapaan akrab Bupati Bandung — hadir bersama Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin, dan Wakil Wali Kota Bandung Erwin untuk membahas tema Menerjemahkan Asta Cita: Kepemimpinan Lokal dan Inovasi Daerah.

Acara ini turut dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian serta sejumlah pejabat dari berbagai provinsi, termasuk Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, DKI Jakarta, dan daerah lainnya.

Dalam paparannya, Dadang Supriatna menegaskan dukungannya terhadap visi dan misi Pemerintahan Prabowo-Gibran, yang menurutnya selaras dengan arah pembangunan di Kabupaten Bandung.

“Sehingga kami dalam menentukan visi misi, ini seluruhnya masuk pada visi misi Pak Presiden. Sehingga dalam implementasinya kami tidak mengalami kesulitan. Hampir 40 persen dari misi kami ada lima itu yang sesuai dengan delapan Asta Cita itu sesuai semuanya,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa meskipun pemerintah tengah dalam masa transisi sistem, roda pemerintahan daerah tetap berjalan dengan baik.

Baca Juga:  Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung 24 April 2025, Catat Lokasinya

“Karena tujuan pemerintah yang utama itu ada tiga hal yang harus kita persiapkan. Pertama adalah bagaimana untuk bisa memberikan kesejahteraan untuk masyarakat. Kedua, meningkatkan pelayanan, yang ketiga membuat aman dan tentram. Ini tentu tugas pokok utama pemerintah,” tuturnya.

Menurut Kang DS, pemerintah daerah tidak mengalami hambatan berarti dalam mengimplementasikan visi presiden.

“Tinggal kolaborasi dengan TNI-Polri, sudah selesai,” katanya.

Ia menambahkan, sejumlah program yang menjadi prioritas nasional bersifat wajib bagi pemerintah daerah untuk dijalankan.

“Sehingga tugas pemerintah daerah dalam hal ini, diminta ataupun tidak diminta sudah menjadi kewajiban. Karena selaku pembina langsung adalah Pak Mendagri, sehingga apa yang dilakukan Pak Presiden maka pemerintah daerah harus bisa mendukung dan mensuport bahkan mensukseskannya,” tuturnya.

Kang DS menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi lintas instansi agar kebijakan pusat dapat terlaksana secara efektif di tingkat daerah.

“Kami pemerintah daerah harus bisa menjalankan tugas pokok selaku kepala daerah. Salah satunya mensukseskan program pemerintah pusat,” ungkapnya.

Potensi Besar Kabupaten Bandung dan Dampak Ekonomi Daerah

Bupati Dadang menjelaskan, Kabupaten Bandung merupakan wilayah terluas sekaligus terpadat penduduknya kedua di Jawa Barat, dengan luas mencapai 174 ribu hektare dan jumlah penduduk sekitar 3,8 juta jiwa. Wilayah ini memiliki kekayaan sumber daya alam, lahan pertanian produktif, dan potensi pariwisata yang besar.

Baca Juga:  Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung 7 April 2025, Cek Lokasinya!

“Kita lihat perbandingan dan perkembangan pada tahun 2021, pengunjung ke Kabupaten Bandung baik domestik maupun internasional itu sekitar 2 juta pengunjung. Kemarin Desember 2024 mencapai 7 juta pengunjung. Artinya, keindahan di Kabupaten Bandung sangat prospek dan sangat diminati baik domestik maupun internasional,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa pemerintah daerah harus hadir di tengah masyarakat untuk memaksimalkan potensi tersebut.

“Sehingga menjadi pendapatan asli daerah karena kondisi saat ini daerah harus segera melakukan terobosan-terobosan dan termasuk mencari potensi-potensi untuk bisa membangun,” ungkapnya.

Terkait kebijakan fiskal, Kang DS menyoroti pengurangan Transfer ke Daerah (TKD). Meski secara nominal menurun, ia menilai masyarakat tetap diuntungkan melalui konversi program prioritas nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Saya hitung dari 361 titik dapur MBG, itu sekitar 1,253 juta jiwa penerima manfaat dikonversikan dengan uang mencapai Rp5,4 triliun,” jelasnya.

Program MBG, menurutnya, memiliki dampak langsung terhadap ekonomi lokal dan penciptaan lapangan kerja.

“Setiap dapur itu membutuhkan 47 tenaga relawan dan dikali 361 titik dapur MBG, sehingga sekitar 18.000 orang masyarakat Kabupaten Bandung sudah bisa bekerja,” tuturnya.

Kolaborasi Program MBG dan Koperasi Merah Putih

Bupati Bandung juga menjelaskan sinergi antara program MBG dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

Baca Juga:  Jalan Perbatasan Ciwidey–Gununghalu Kini Mulus, KDS: Dorong Ekonomi Warga

“Di satu sisi MBG mempersiapkan bagaimana anak-anak bangsa mempunyai asupan makanan bergizi. Di satu sisi membutuhkan suplai. KDKMP dan MBG ini dua program yang tentunya sesuai dengan keinginan Pak Presiden bahwa ekonomi kreatif atau ekonomi masyarakat ini bisa berputar,” ujarnya.

Ia menambahkan, program MBG turut membantu menekan angka pengangguran dan mendukung target Pemkab Bandung mencetak 10.000 wirausaha muda setiap tahun.

Selain itu, pemerintah daerah juga menyediakan program pinjaman bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan untuk membantu masyarakat kecil terbebas dari jeratan rentenir dan pinjaman online.

“Kenapa ini dihadirkan, karena bank emok masih ada di lapangan. Pinjol masih merajalela, ini harus hadir pemerintah,” tegasnya.

Menuju Indonesia Emas 2045

Menutup paparannya, Kang DS menekankan lima aspek utama yang harus diperkuat untuk menyongsong Indonesia Emas 2045: peningkatan kualitas SDM, pengelolaan big data, riset dan inovasi, institusi yang kuat, serta tata kelola keuangan yang baik.

“Saya mengajak kepada seluruh komponen masyarakat mari kita manfaatkan program yang konkrit untuk kemajuan bangsa dan negara yang kita cintai,” tutupnya

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bupati Bandung Dadang Supriatna Kabupaten Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pentingnya Modernisasi Pesantren: Alumni Cipasung Ungkap Strategi Jaga Tradisi di Era Digital

Tas Perempuan Dirampas di Cimahi, Korban Terjatuh hingga Patah Tulang Bahu

Misteri Kebakaran BPN Karawang: Murni Musibah atau Sengaja Menghilangkan Jejak?

Ubah Gulma Jadi Berkah: Petani Pasirlangu KBB Bangkit Pascalongsor Lewat Inovasi Eceng Gondok

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa Pasundan Beri Rapor Merah dan Desak Evaluasi Kebijakan

Banyak Murid Belum Lancar Calistung, Disdik Cirebon Setuju Kebijakan ‘Tidak Otomatis Naik Kelas’

Terpopuler
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.