Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Viral video ukhti mukena pink.

Viral! ‘Ukhti Mukena Pink’ Bikin Netizen Penasaran, Pencarian Versi Tanpa Sensor Meledak

Senin, 16 Maret 2026 11:38 WIB

Skill Luar Ekspektasi! Khairaff, Bocah Toddler yang Akurasi Tembakannya Bikin Atlet Ketar-ketir

Senin, 16 Maret 2026 10:34 WIB

Arus Mudik Membludak! Polda Jabar Berlakukan One Way Penggal di Jalur Arteri Priangan Timur

Senin, 16 Maret 2026 09:36 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Viral! ‘Ukhti Mukena Pink’ Bikin Netizen Penasaran, Pencarian Versi Tanpa Sensor Meledak
  • Skill Luar Ekspektasi! Khairaff, Bocah Toddler yang Akurasi Tembakannya Bikin Atlet Ketar-ketir
  • Arus Mudik Membludak! Polda Jabar Berlakukan One Way Penggal di Jalur Arteri Priangan Timur
  • Elegi Cihampelas: Anggaran Miliaran yang Gagal Menjaga Nyawa Siswa SMAN 5 Bandung
  • Bojan Hodak Puas Persib Tahan Imbang Borneo FC: Liga Akan Menarik Hingga Akhir
  • Daftar Lengkap Pemenang Oscar 2026: Sinners Memimpin, Amy Madigan Cetak Sejarah
  • Heboh TikTok, Video Kontroversial Sawit Picu Pencarian Link Tanpa Sensor
  • Waktu Imsak Bandung Hari ke-26 Ramadhan, Pastikan Sahur Tepat Waktu
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 16 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Cegah Pelecehan Seksual oleh Tenaga Medis, Kemenkes Wajibkan Tes Kepribadian bagi Calon Dokter

By Aga GustianaMinggu, 20 April 2025 09:32 WIB2 Mins Read
Pencabulan
Kasus Pelecehan seksual. Foto: ilustrasi/Freepik)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengambil langkah tegas untuk mencegah terjadinya pelecehan seksual oleh tenaga medis dengan menerapkan tes kepribadian sebagai salah satu syarat menjadi dokter. Tes yang digunakan adalah Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI), yang bertujuan menyaring calon tenaga kesehatan dari sisi psikologis sejak awal.

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, menegaskan bahwa tes MMPI akan menjadi alat untuk mendeteksi potensi gangguan kepribadian yang tidak sesuai dengan nilai dan tanggung jawab profesi kedokteran.

“Kalau hasilnya menunjukkan ada kelainan psikologis dan tidak cocok untuk profesi dokter, maka akan kami tolak, meskipun nilai akademiknya bagus,” tegas Dante, Sabtu (19/4/2025).

Baca Juga: Miris! 19 TKI Diduga Dijebak Jadi PSK di Dubai, Jaringan Sesama WNI Terlibat

Baca Juga:  Dokter Kandungan di Garut Diduga Lecehkan Pasien, Dedi Mulyadi: Cabut Gelarnya!

Langkah ini merupakan respons atas meningkatnya kasus dugaan pelecehan seksual oleh dokter terhadap pasien, termasuk kasus terbaru yang terjadi di Malang. Menurut Dante, tindakan seperti ini tidak hanya melanggar kode etik, tetapi juga mencederai sumpah profesi dan kepercayaan masyarakat terhadap dunia medis.

“Kegiatan apa pun, baik di dalam maupun di luar layanan medis, jika melanggar etika, akan kami tindaklanjuti secara tegas. Ini bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi pelanggaran terhadap nilai kemanusiaan,” ujarnya.

Baca Juga:  Unpad Angkat Bicara Soal Dugaan Pelecehan Dokter Kandungan di Garut

Selain tes kepribadian, Kemenkes juga memperkuat pendidikan kedokteran dengan penekanan lebih pada aspek moralitas dan etika profesi. Proses pengawasan dan pembinaan dokter akan dilakukan secara kolaboratif bersama Konsil Kesehatan Indonesia (KKI), organisasi profesi, dan institusi pendidikan.

Baca Juga: Ribuan Nyawa Terancam Setiap Hari, Aksi Solidaritas untuk Palestina Serukan Keadilan untuk Gaza

Baca Juga:  Lecehkan Pasien di Kosan, Dokter Cabul di Garut Terancam 12 Tahun Penjara

Dante mengungkapkan bahwa Kemenkes tidak ragu memberikan sanksi tegas terhadap pelanggaran etik berat, termasuk pencabutan Surat Tanda Registrasi (STR) secara permanen bagi dokter yang terbukti melanggar. “Kalau STR dicabut, maka dia tidak bisa praktik lagi selamanya. Ini adalah bentuk nyata dari sanksi tegas kami,” ujarnya.

Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah untuk memastikan bahwa tenaga medis tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral dan profesionalisme dalam menjalankan tugasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dokter Kemenkes pelecehan seksual
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Skill Luar Ekspektasi! Khairaff, Bocah Toddler yang Akurasi Tembakannya Bikin Atlet Ketar-ketir

Arus Mudik Membludak! Polda Jabar Berlakukan One Way Penggal di Jalur Arteri Priangan Timur

Elegi Cihampelas: Anggaran Miliaran yang Gagal Menjaga Nyawa Siswa SMAN 5 Bandung

Waktu Imsak Bandung Hari ke-26 Ramadhan, Pastikan Sahur Tepat Waktu

Ledakan Misterius Hancurkan Kontrakan 19 Kamar di Cileunyi, Satu Penghuni Terluka

CPNS Kemenag

Atur WFA Saat Libur Nyepi–Lebaran 2026, Pemkab Bandung Pastikan Pelayanan Publik Tetap Jalan

Terpopuler
  • Viral Video Kebun Sawit Ibu Tiri vs Anak Tiri, Apa Isinya? Hati-hati Jebakan Batman!
  • Video Aksi Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Viral, Link Diburu Netizen
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Hati-hati! Link Video Viral Mukena Pink ‘No Sensor’ Bisa Sebarkan Malware
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Waspada Klaim Full Durasi Video Ukhti Mukena Pink ‘No Sensor’, Ini Faktanya
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Fenomena Ukhti Mukena Pink Viral di TikTok, Pakar Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Balik Link Video
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.