Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Java United Angkat Tangan, Kasus Achmad Resal Diserahkan ke Komdis PSSI

Minggu, 27 September 2026 20:17 WIB

Bansos Beras 10 Kg Kembali Disalurkan, Cek NIK Anda Masuk Penerima atau Tidak

Minggu, 27 September 2026 19:23 WIB

Bukan Helm Modular Biasa! JPX MX7 Hadir dengan Fitur Lengkap, Harganya Bikin Penasaran

Minggu, 27 September 2026 18:37 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Java United Angkat Tangan, Kasus Achmad Resal Diserahkan ke Komdis PSSI
  • Bansos Beras 10 Kg Kembali Disalurkan, Cek NIK Anda Masuk Penerima atau Tidak
  • Bukan Helm Modular Biasa! JPX MX7 Hadir dengan Fitur Lengkap, Harganya Bikin Penasaran
  • Alwi Farhan Lolos Semifinal, Target Emas Asian Games 2026 Makin Terbuka
  • Bukan Dipanggil Timnas, Marc Klok Justru Beri Pesan untuk Thom Haye dan Ragnar
  • Pagi-Pagi Sejumlah Bangunan Liar di Tamansari Bandung Dibongkar, Ini Tujuannya
  • Gede Aiswarya Raih Juara 3 Mister International 2026, Momen Reaksi Finalis Viral di Medsos, Ada Apa?
  • Selangkah Lagi ke Final! Fajar/Fikri Punya Misi Besar di Asian Games Aichi-Nagoya 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 27 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Unpad Angkat Bicara Soal Dugaan Pelecehan Dokter Kandungan di Garut

By Aga GustianaSelasa, 15 April 2025 21:27 WIB2 Mins Read
Viral, dokter di Garut diduga lecehkan pasien saar USG. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Universitas Padjadjaran (Unpad) akhirnya memberikan pernyataan resmi terkait maraknya kasus pelanggaran kode etik profesi kedokteran yang melibatkan oknum tenaga medis, termasuk kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang dokter kandungan di Garut yang viral belakangan ini.

Kepala Kantor Komunikasi Publik Unpad, Dandi Supriadi, menyatakan bahwa pihak universitas sangat menyesalkan segala bentuk tindakan yang mencoreng etika profesi kedokteran, di mana pun insiden tersebut terjadi.

“Universitas Padjadjaran menyatakan prihatin sedalam-dalamnya kepada pihak yang menjadi korban. Tidak terbatas pada kasus itu saja, pada prinsipnya Unpad menyayangkan dan tidak menolerir semua tindakan yang terjadi di mana pun, yang telah nyata mencoreng kode etik dan sumpah jabatan profesi kedokteran, seperti yang diduga terjadi,” tegas Dandi, Selasa (15/4/2025).

Baca Juga: Viral! Dokter Kandungan di Garut Diduga Lecehkan Pasien saat USG

Baca Juga:  Heboh Mahasiswi Kedokteran Undip Bunuh Diri Diduga Dibully, Pihak Kampus Buka Suara

Menanggapi kabar bahwa oknum dokter kandungan berinisial MSF yang diduga melakukan pelecehan saat USG di Garut merupakan lulusan spesialis obstetri dan ginekologi Unpad, Dandi membenarkan hal tersebut berdasarkan penelusuran awal.

“Hasil penelusuran identitasnya menunjukkan memang benar mengarah ke alumni program spesialis di Fakultas Kedokteran Unpad. Namun demikian, bila merujuk ke video yang beredar yang tidak secara jelas menunjukkan wajah terduga pelaku, Unpad tidak memastikan hal tersebut dan tetap menunggu hasil penyelidikan resmi dan pembuktian dari pihak kepolisian,” jelasnya.

Baca Juga:  Tukang Cireng di Garut Jadi Korban Penculikan, Polisi Amankan Empat Pelaku

Dandi menekankan bahwa jika terbukti pelaku adalah alumni Unpad, maka kasus ini sepenuhnya berada di luar wewenang institusi pendidikan karena yang bersangkutan telah lulus dan berpraktik sebagai tenaga profesional.

“Maka untuk masalah tindakan pembuktian, sanksi hukum, maupun sanksi profesi untuk kasus tersebut, Unpad menyerahkan kepada yang berwenang yaitu kepolisian, institusi rumah sakit, dan organisasi profesi setempat untuk melakukan pembinaan,” tegasnya.

Baca Juga: Heboh Dugaan Pelecehan oleh Oknum Dokter Kandungan di Garut, Begini Kata Dinkes

Baca Juga:  5 Fakta Wafatnya Nandi Juliawan, Pemeran Encuy Preman Pensiun

Meski demikian, Unpad menegaskan komitmennya untuk terus melakukan evaluasi terhadap kurikulum dan peraturan etika pendidikan di lingkungan kampus agar tetap relevan dan responsif terhadap perkembangan zaman.

“Kami meyakinkan agar masyarakat tetap percaya dengan proses pendidikan di Unpad. Selain itu, Unpad memiliki Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) untuk kejadian yang terjadi di kampus,” ungkap Dandi.

Lebih lanjut, Unpad mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan segala bentuk pelanggaran yang terjadi di ranah institusi pendidikan agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dokter garut pelecehan seksual Unpad
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos Beras 10 Kg Kembali Disalurkan, Cek NIK Anda Masuk Penerima atau Tidak

Bukan Helm Modular Biasa! JPX MX7 Hadir dengan Fitur Lengkap, Harganya Bikin Penasaran

Pagi-Pagi Sejumlah Bangunan Liar di Tamansari Bandung Dibongkar, Ini Tujuannya

Ratusan Pecinta Off-Road dan Campervan Meriahkan Kalibarasi 2026 di Subang

Kejar-kejaran Dini Hari di Bandung, Dua Pelajar Diduga Geng Motor Diamankan

Kasus Penganiayaan YTR Bergulir ke Pengadilan, Sidang Perdana Taufik Hidayat Digelar Pekan Ini

Terpopuler
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.