bukamata.id – Memasuki akhir pekan di bulan Ramadhan 1447 H, warga di wilayah Bandung Raya perlu kembali menyimak pembaruan waktu Magrib. Mengetahui jadwal presisi bukan sekadar pengingat waktu makan, melainkan momen penting untuk meraih keberkahan di waktu yang mustajab untuk berdoa.
Berdasarkan data resmi Bimas Islam Kementerian Agama RI, berikut adalah rincian waktu berbuka puasa untuk wilayah Bandung dan sekitarnya pada hari ini, Sabtu (21/2/2026).
Daftar Waktu Magrib Bandung & Sekitarnya
Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah metropolitan Bandung, waktu berbuka cenderung serentak, kecuali untuk wilayah yang berada di sisi timur:
- Kota Bandung: 18.19 WIB
- Kota Cimahi: 18.19 WIB
- Kabupaten Bandung: 18.19 WIB
- Kabupaten Bandung Barat: 18.19 WIB
- Kabupaten Sumedang: 18.14 WIB
Terdapat selisih waktu sekitar 5 menit untuk wilayah Sumedang. Perbedaan ini terjadi karena letak geografis Sumedang yang lebih ke arah timur, sehingga matahari terbenam lebih cepat dibandingkan area Bandung inti.
Keutamaan Berdoa di Waktu Berbuka
Momen sesaat sebelum dan saat berbuka puasa dikenal sebagai waktu istijabah. Dalam berbagai literatur Islam, dijelaskan bahwa doa orang yang berpuasa saat ia berbuka tidak akan tertolak. Oleh karena itu, umat Muslim sangat dianjurkan untuk memperbanyak permohonan kebaikan di sela-sela membatalkan puasa.
Pilihan Doa Buka Puasa Sesuai Sunnah
Ada dua versi doa yang populer digunakan oleh masyarakat Indonesia. Keduanya mengandung makna syukur yang mendalam:
1. Doa yang Umum Digunakan:
Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa’ala rizqika afthartu. Birrahmatika yaa arhamar roohimin. Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Dengan rahmat-Mu, wahai Dzat yang Maha Penyayang.”
2. Doa Sesuai Riwayat Abu Daud:
Dzahabadh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah. Artinya: “Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat, dan telah tetap pahala, insya Allah.”
Adab Berbuka agar Ibadah Maksimal
Agar tubuh tetap fit dan nilai pahala terjaga, para ulama menyarankan untuk mengikuti adab Rasulullah SAW:
- Segerakan Berbuka: Jangan menunda-nunda jika azan Magrib sudah berkumandang.
- Mulai dengan yang Ringan: Dahulukan kurma atau air putih sebelum menyantap makanan berat agar lambung tidak kaget.
- Hindari Berlebihan: Makan secukupnya agar ibadah salat Magrib dan Tarawih tidak terganggu oleh rasa kantuk atau begah.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











