Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Kabar Bansos! PKH dan BPNT Tahap 3 Cair per 20 Juli 2026, Cek Klasifikasi Desil Anda

Selasa, 21 Juli 2026 06:00 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Mulai 20 Juli! Ini Daftar Desil yang Berhak Menerima PKH dan BPNT 2026 Beserta Nominalnya

Selasa, 21 Juli 2026 05:00 WIB

Persib Lengkapi Kuota 11 Pemain Asing, Skuad Mewah Siap Tempur di Empat Kompetisi

Selasa, 21 Juli 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kabar Bansos! PKH dan BPNT Tahap 3 Cair per 20 Juli 2026, Cek Klasifikasi Desil Anda
  • Mulai 20 Juli! Ini Daftar Desil yang Berhak Menerima PKH dan BPNT 2026 Beserta Nominalnya
  • Persib Lengkapi Kuota 11 Pemain Asing, Skuad Mewah Siap Tempur di Empat Kompetisi
  • Situs Cek Bansos Kemensos Error? Ternyata Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
  • Klaim Saldo DANA Gratis 21 Juli 2026: Cara Mudah Dapatkan Tambahan Cuan Hari Ini
  • Update Kode Redeem FF Terbaru 21 Juli 2026: Klaim Hadiah Langka Sekarang!
  • Viral Bandung Disebut Tak Aman, Jalan-Jalan Gelap Bakal Dipasang Lampu Baru hingga Akhir 2026
  • Balsa Sekulic Makin Nyetel di Persib, Siap Buktikan Kualitas di Hadapan Bobotoh
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 21 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Cianjur Tetapkan Status Tanggap Darurat Kekeringan, 14 Kecamatan Terdampak Krisis Air

By Aga GustianaSenin, 20 Juli 2026 14:30 WIB2 Mins Read
Ilustrasi musim kemarau. (Foto: net)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Kabupaten Cianjur resmi memberlakukan status tanggap darurat bencana kekeringan. Langkah ini diambil sebagai respons atas meluasnya krisis air bersih yang kini melanda 14 kecamatan di wilayah tersebut akibat kemarau panjang yang berlangsung sejak Juni 2026.

Krisis Meluas ke Berbagai Penjuru

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur menunjukkan adanya penurunan debit air yang drastis, baik pada aliran sungai maupun sumber air bawah tanah. Wilayah yang terdampak pun cukup variatif, mulai dari area perkotaan hingga pelosok desa.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Cianjur, Taufik Zuhrizal, merinci bahwa krisis ini telah menyentuh berbagai titik geografis, termasuk wilayah Cianjur Utara dan pesisir selatan.

“Tidak hanya wilayah perkotaan, tapi wilayah Cianjur Utara seperti Sukaresmi dan wilayah pesisir selatan yakni Agrabinta juga mengalami kekeringan. Berdasarkan laporan yang masuk, ada 14 kecamatan yang terdampak,” ujar Taufik, Senin (20/7/2026).

Beberapa wilayah lain yang terdampak di antaranya adalah Ciranjang, Cibeber, Cibinong, Sukaluyu, Gekbrong, Campakamulya, hingga Kadupandak.

Baca Juga: 7 Fakta Gurita Mafia Dapur MBG di Cianjur, Catut Nama Pejabat BGN dan Tarik Setoran Ratusan Juta

Langkah Cepat Pemerintah Daerah

Kepala BPBD Kabupaten Cianjur, Iwan Karyadi, menjelaskan bahwa penetapan status tanggap darurat dilakukan guna mempercepat mobilisasi bantuan dan penanganan di lapangan. Status ini dijadwalkan berlangsung selama periode krusial kemarau.

“Karena sudah belasan kecamatan yang terdampak, maka kami terbitkan status tanggal darurat kekeringan. Mulai berlaku 15 Juli 2026 lalu hingga akhir September 2026,” tutur Iwan.

Pihak BPBD saat ini menginstruksikan masyarakat di zona rawan untuk mulai mengoptimalkan sumber air alternatif, seperti sumur bor, kolam retensi, maupun bendungan yang ada di lingkungan sekitar sebagai cadangan kebutuhan rumah tangga.

Baca Juga: Menawan dan Sejuk, Ini 5 Rekomendasi Tempat Wisata Hits di Cianjur yang Wajib Dikunjungi

Kewaspadaan Bencana Lanjutan

Di balik upaya penanggulangan kekeringan, BPBD Cianjur juga mulai melakukan pemetaan risiko untuk fase peralihan musim mendatang. Iwan menyoroti risiko munculnya retakan tanah akibat suhu ekstrem yang berpotensi menjadi titik awal pergerakan tanah saat curah hujan kembali tinggi nantinya.

“Jadi tidak hanya antisipasi kekeringan selama kemarau, kami juga petakan wilayah rawan longsor dan pergerakan tanah di peralihan musim nanti. Karena retakan tanah yang terkena hujan deras dalam kurun waktu berjam-jam, dapat berpotensi menyebabkan bencana hidrometeorologi,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bencana Hidrometeorologi Berita Cianjur BPBD Cianjur Kemarau Panjang 2026 krisis air bersih Tanggap Darurat Kekeringan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Mulai 20 Juli! Ini Daftar Desil yang Berhak Menerima PKH dan BPNT 2026 Beserta Nominalnya

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Situs Cek Bansos Kemensos Error? Ternyata Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Begal

Viral Bandung Disebut Tak Aman, Jalan-Jalan Gelap Bakal Dipasang Lampu Baru hingga Akhir 2026

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Belum Tahu Masuk DTKS atau Tidak? Ini Cara Cek Status Penerima Bansos Secara Online

Lapor Pak Prabowo, Kami Sudah Pindah! Netizen Ramai-Ramai Pamer Tinggal di Luar Negeri, Lebih Dihargai?

Sudah 9 Hari Hilang, Keberadaan Mahasiswi Unisba asal Cicalengka Masih Misterius

Terpopuler
  • PMJB Resmi Berdiri, Mitra MBG Jawa Barat Soroti Perubahan Kebijakan BGN
  • Geliat, Tekanan, dan Arah Penanganan: Membedah Isu LGBTQ di Tanah Pasundan
  • Tampil Bugar di Usia 50-an, Duet Bos Koi Hartono-Julius Sukses Jadi Runner Up Padel Open Bandung
  • Sidang Praperadilan Mantan Pengurus GKI Taman Cibunut Bergulir, Polisi Bantah Dalil Pemohon
  • Uji Sah Status Tersangka, Eks Pengurus Gereja Ajukan Praperadilan ke PN Bandung
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.