Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Modal Infak Receh Bisa Umrah? Bongkar Rahasia Sukses SMAN 1 Padalarang yang Bikin Warganet Heboh!

Sabtu, 12 September 2026 09:29 WIB
Game Free Fire

Daftar Kode Redeem Free Fire Sabtu 12 September 2026: Amankan Skin Gratis dan Trik Profil Spasi Kosong

Sabtu, 12 September 2026 07:43 WIB

Bansos September 2026 Belum Cair? Begini Cara Cek PKH Lewat HP

Sabtu, 12 September 2026 05:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Modal Infak Receh Bisa Umrah? Bongkar Rahasia Sukses SMAN 1 Padalarang yang Bikin Warganet Heboh!
  • Daftar Kode Redeem Free Fire Sabtu 12 September 2026: Amankan Skin Gratis dan Trik Profil Spasi Kosong
  • Bansos September 2026 Belum Cair? Begini Cara Cek PKH Lewat HP
  • GBK Tanpa Bobotoh, Bandung Siap Membara! Ini 6 Lokasi Nobar Persib vs Persija
  • Bansos September 2026 Bisa Dicek Sekarang, Begini Cara Cek Penerima Pakai NIK
  • Gandeng Irfan Hakim, Bos Koi Hartono Soekwanto Cetak Rekor Global Lewat Kontes Ikan Bogel di Bandung
  • Persija vs Persib, Igor Tolic Ingin Persib Bikin Bobotoh Bangga di GBK
  • Timnas Indonesia Siap Gebrak FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Jadwal Lengkap Skuad Garuda
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 12 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

7 Fakta Gurita Mafia Dapur MBG di Cianjur, Catut Nama Pejabat BGN dan Tarik Setoran Ratusan Juta

By Aga GustianaJumat, 5 Juni 2026 13:55 WIB4 Mins Read
Ilustrasi SPPG. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, kini tengah diterpa isu miring. Di balik misi mulia meningkatkan gizi masyarakat, muncul pergerakan para makelar yang memanfaatkan celah program ini demi keuntungan pribadi.

Praktik culas berupa jual beli izin lokasi dapur atau Surat Perjanjian Kerja Sama (SPPG) dilaporkan marak terjadi. Tidak tanggung-tanggung, aksi penipuan ini diperkirakan telah menelan korban dengan kerugian total mencapai angka miliaran rupiah.

Merangkum data lapangan per Kamis (5/6/2026), berikut adalah anatomi dan fakta mendalam mengenai gurita bisnis ilegal titik dapur MBG di Cianjur:

1. Tarif Fantastis Slot Dapur Tembus Rp 200 Juta

Para mafia ini sengaja membidik para pengusaha lokal yang berminat menjadi mitra penyedia makanan program MBG. Salah satu calon mitra yang menjadi target, Iza, membeberkan bahwa dirinya sempat didekati oleh oknum yang menjanjikan slot wilayah baru, asalkan ia bersedia menyetor uang muka dalam jumlah besar.

“Benar ada beberapa orang yang datang, menawarkan kepada saya titik baru. Tapi harus bayar Rp 150 juta hingga Rp 200 juta per titik, tergantung lokasi,” kata dia, Kamis (5/6/2026).

Baca Juga:  Heboh! Bocah SD Gasak Mobil di Bandung, Tertangkap di Tengah Sawah Cianjur

2. Strategi Dongkrak Kepercayaan Lewat Pencatutan Nama Pejabat BGN

Agar para calon korban tidak curiga dan langsung percaya, komplotan ini nekat membawa-bawa nama jajaran petinggi di Badan Gizi Nasional (BGN). Beruntung, Iza yang merasa ada keganjilan langsung berinisiatif melakukan verifikasi secara mandiri sebelum menyerahkan uang.

“Saya telusuri dia bukan orang BGN, tapi dia mengaku punya akses ke BGN dan mencatut beberapa nama. Sehingga kalau memang tidak hati-hati pasti sudah tergiur,” kata dia.

3. Biaya Ratusan Juta Rupiah Murni Hanya untuk “Kertas Izin”

Skema pemerasan bermodus penjualan hak kelola wilayah ini juga menyasar mitra lain bernama IS. Ia mengaku dimintai mahar hingga ratusan juta rupiah. Sadisnya, nominal tersebut murni hanya untuk mendapatkan legalitas lokasi, belum termasuk biaya konstruksi fisik bangunan.

“Mintanya mulai dari Rp 200 juta sampai Rp 300 juta. Itu hanya bayar untuk titik, belum lagi untuk pembangunan dapur dan biaya operasional,” kata dia.

Baca Juga:  Ribuan Anak Keracunan Program MBG, BGN Pastikan Seluruh Biaya Perawatan Gratis

Enggan masuk dalam pusaran pungli, IS memilih mundur dan tetap menempuh prosedur reguler yang disediakan pemerintah.

“Mending pakai jalur resmi dan persyaratan dilengkapi, daripada beli titik begitu,” kata dia menambahkan.

4. Semrawutnya Zonasi Akibat Ulah Calo, Mitra Desak Pengusutan Tuntas

Dampak masif dari perbuatan para makelar ini membuat peta persebaran dapur MBG di Cianjur menjadi kacau dan tumpang tindih. Banyak dapur berdiri tanpa izin lengkap dan dalam jarak yang terlalu berdekatan, memicu konflik perebutan kuota anak sekolah (penerima manfaat). IS mendesak agar aparat hukum segera membongkar jaringan ini.

“Banyak juga yang lokasinya berdekatan, sehingga saling ambil penerima manfaat. Makanya saya juga mendukung pengungkapan praktik jual beli titik dapur ini,” kata dia.

5. Janji Palsu ‘Reimbursement’ Dana Pembangunan Dapur

Tragedi paling berat menimpa seorang mitra bernama Elis. Ia tidak hanya diperas untuk mengamankan slot lokasi, namun juga dimanipulasi untuk mendanai sendiri pembangunan fisik dapur dari kantong pribadinya. Oknum tersebut mengumbar janji bahwa seluruh modal awal akan diganti total oleh negara.

“Kalau saya dijanjikan untuk mendapatkan titik, tapi juga diminta untuk membangun dapurnya. Katanya nanti setelah selesai akan diganti. Jadi uang pembagunan kembali, kemudian saya bisa turut menjadi pengelola dapurnya,” kata dia.

Baca Juga:  Prabowo RomBak Pimpinan BGN, Nanik S Deyang Naik Jadi Kepala Badan Gizi Nasional

6. Uang Rp 1 Miliar Melayang, Pelaku Lenyap dan Proyek Mangkrak

Setelah dana diserahkan dan proyek bangunan mulai berjalan setengah jalan, kedok pelaku akhirnya terbongkar. Makelar tersebut memutus kontak dan kabur, meninggalkan Elis dengan kerugian finansial masif serta kepemilikan titik dapur yang ternyata palsu (fiktif).

“Orang yang menjanjikannya langsung menghilang. Saya sudah keluar uang lebih dari Rp 1 miliar. Itu untuk bayar dua titik dapur dan biaya pembangunan dapur yang saat ini sudah selesai 40 persen. Jadi pembangunan mangkrak, soalnya uangnya kan habis tidak diganti,” kata dia.

7. Korban Diduga Mencapai Belasan Orang

Berdasarkan investigasi lingkungan sekitar dan informasi dari Elis, pola penipuan terstruktur ini dipastikan memiliki jaringan yang luas dan telah menjaring banyak pengusaha lain di wilayah Cianjur.

“Bukan hanya saya, tapi banyak korbannya. Yang kenalan saya saja ada belasan yang jadi korban,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Badan Gizi Nasional cianjur
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos September 2026 Belum Cair? Begini Cara Cek PKH Lewat HP

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos September 2026 Bisa Dicek Sekarang, Begini Cara Cek Penerima Pakai NIK

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

September Jadi Bulan Terakhir Bansos Tahap 3, PKH hingga Beras 30 Kg Siap Disalurkan

Langkah Senyap Presiden Prabowo: 30 Kebijakan Strategis untuk Kelas Menengah Indonesia

Kasus Abah Setu Belum Usai, Polisi Masih Dalami Video yang Disebut Hasil Editan AI

Defisit APBD Jabar Turun Jadi Rp3,4 Triliun, Pemprov Tak Mau Asal Tarik Utang

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Heboh Video Viral Kasir Indomaret, Lylia Beri Klarifikasi dan Bongkar Hal Ini
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Viral Rekaman Air Pesisir Surut Dekat Anak Krakatau, Begini Kata BMKG
  • Uang Pendidikan Mengalir ke Mana? Bongkar Manfaat Rp6,3 Triliun Jabar vs Rp351 Miliar Sulteng
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.