bukamata.id – Aparat penegak hukum di wilayah hukum Polda Jawa Barat dihadapkan pada eskalasi kejahatan jalanan yang cukup meresahkan. Sepanjang bulan Juli 2026, tercatat puluhan aksi pembegalan terjadi dan meneror warga di berbagai titik di tanah Pasundan, bahkan sebagian di antaranya sempat menjadi perbincangan hangat hingga viral di berbagai platform media sosial.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, memaparkan data penanganan kasus kriminalitas jalanan tersebut kepada awak media, Selasa (21/7/2026). Ia merinci bahwa dari total laporan yang masuk, belasan kejadian berhasil menjadi sorotan publik dunia maya sebelum akhirnya aparat bergerak melakukan penindakan.
“Jadi 19 itu viral di media sosial dan 24 yang bisa kita ungkap ya,” kata Hendra, Selasa (21/7/2026).
Sasar Kendaraan dan Barang Berharga Korban
Dalam menjalankan aksinya, para pelaku begal ini mengincar harta benda pengendara yang melintas di jalanan sepi. Komplotan penjahat jalanan tersebut umumnya berfokus pada penguasaan kendaraan roda dua serta barang-barang bernilai ekonomi tinggi yang melekat pada diri korban.
“Ya mereka ini rata-rata memang ambil motor dan barang mewah yang biasa dipakai,” ujarnya.
Kendati aksi para pelaku tergolong sadis dan kerap menebar ketakutan, kepolisian memastikan bahwa insiden kriminalitas sepanjang bulan ini tidak sampai merenggut nyawa korban. Meskipun demikian, sejumlah korban dilaporkan mengalami luka-luka akibat hantaman senjata tajam yang dibawa oleh para pelaku saat melancarkan aksinya.
“Ya sampai saat ini tidak ada sampai korban jiwa tidak, hanya ketakutan dan juga luka ada,” tegasnya.
Sinergi Keamanan dan Ultimatum Tegas Tanpa Kompromi
Menyikapi maraknya teror jalanan ini, pihak kepolisian mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan sekaligus memperkuat pilar keamanan swakarsa di lingkungan masing-masing guna menjaga stabilitas ketertiban umum (kamtibmas).
“Kita bersama-sama dengan masyarakat untuk bisa menjaga keamanan situasi kamtibmas Jawa Barat ini ya. Saya terima kasih sekali kepada masyarakat yang telah melaporkan dan kami akan proses hukumnya secara tegas,” terangnya.
Menutup keterangannya, Kombes Pol Hendra Rochmawan melayangkan peringatan keras serta ultimatum terbuka bagi siapa saja pihak yang mencoba mengganggu kondusifitas wilayah Jawa Barat. Jajaran kepolisian memastikan tidak akan memberikan ruang gerak bagi para pelaku kriminalitas jalanan.
“Kita ingatkan kepada para pelaku sekecil apapun yang memberikan teror kepada masyarakat akan kita tindak tegas,” pungkasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










