bukamata.id – Pemerintah Kota Cimahi resmi menetapkan status darurat sampah selama satu bulan penuh, mulai 14 April hingga 14 Mei 2025. Langkah ini diambil menyusul membludaknya volume sampah pasca libur Lebaran yang menumpuk di berbagai Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di kota tersebut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, menyatakan bahwa penarikan sampah dari rumah warga akan dihentikan sementara mulai 21 hingga 27 April 2025. Fokus selama periode ini adalah untuk membersihkan tumpukan sampah di TPS yang sudah meluber.
“Kondisi saat ini sudah darurat. Volume sampah meningkat tajam usai Lebaran, sementara kapasitas pembuangan ke TPA Sarimukti terbatas. Maka kami putuskan fokus dulu untuk clean-up TPS,” ujarnya, Jumat (18/4/2025).
Baca Juga: Amarah Warga Bandung Barat Memuncak, Blokade Jalan Perumahan Mewah Diduga Penyebab Banjir
Saat ini, Kota Cimahi hanya mendapat kuota 17 rit atau sekitar 95 ton per hari ke TPA Sarimukti. Padahal, produksi sampah harian mencapai 220 hingga 240 ton, sehingga sisa ratusan ton lainnya menumpuk di TPS lokal.
Akibat keterbatasan tersebut, TPS liar bermunculan di berbagai titik kota, termasuk di pinggir jalan-jalan protokol, karena warga kehabisan ruang membuang sampah.
“TPS kita penuh semua. Masyarakat jadi asal buang sampah, bahkan di sembarang tempat,” kata Chanifah.
Sebagai solusi jangka menengah, DLH Cimahi akan menerapkan sistem pemilahan sampah dari rumah mulai 28 April 2025. Sampah akan dijadwalkan berdasarkan jenisnya:
- Senin, Rabu, Sabtu: Hanya sampah organik
- Selasa, Kamis: Hanya sampah anorganik
- Jumat & Minggu: Khusus untuk clean-up TPS
“Mulai Mei, jika sampah tidak dipilah dari rumah, maka tidak akan kami angkut. Masyarakat harus mulai bertanggung jawab sejak dari sumbernya,” tegas Chanifah.
Baca Juga: Jalan di Cimahi Dikepung Sampah, Dampak Pembatasan Ritase
DLH Cimahi juga mendorong warga untuk mengolah sampah organik menjadi kompos, serta ikut aktif menjadi nasabah bank sampah. Upaya ini dinilai penting agar penanganan sampah tidak sepenuhnya bergantung pada pemerintah.
“Penanganan sampah harus jadi tanggung jawab bersama. Warga juga harus ikut andil, bukan hanya membuang, tapi juga memilah dan mengolah,” tutupnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











