Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Masih Kena Transfer Ban FIFA! Bursa Transfer Maung Bandung Terancam Kacau?

Minggu, 14 Juni 2026 16:27 WIB

Jangan Sampai Terlambat! WhatsApp akan Blokir Akses di iPhone dengan iOS Versi Ini

Minggu, 14 Juni 2026 15:09 WIB

Pro-Kontra Razia Outfit Jogging di Aceh: Aturan Daerah vs Gaya Hidup Modern, Siapa yang Salah?

Minggu, 14 Juni 2026 14:39 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Masih Kena Transfer Ban FIFA! Bursa Transfer Maung Bandung Terancam Kacau?
  • Jangan Sampai Terlambat! WhatsApp akan Blokir Akses di iPhone dengan iOS Versi Ini
  • Pro-Kontra Razia Outfit Jogging di Aceh: Aturan Daerah vs Gaya Hidup Modern, Siapa yang Salah?
  • Drama Besar Timnas Jepang! Moriyasu Minta Maaf Usai Coret Wataru Endo
  • Terungkap! Ini Penyebab Persib Sempat Kacau di Awal Musim 2023/24
  • Hasil PCMB Jabar 2026 Resmi Diumumkan, Ini Aturan Wajib Daftar Ulang atau Calon Siswa Bisa Gugur
  • Heboh Video Cut Salwa Viral! Warganet Penasaran, Sebenarnya Isinya Apa?
  • Mantan Kiper Timnas U-23 Nuri Agus Wibowo Hilang Misterius! Keluarga Ungkap Dugaan Mengejutkan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 14 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Amarah Warga Bandung Barat Memuncak, Blokade Jalan Perumahan Mewah Diduga Penyebab Banjir

By Aga GustianaSabtu, 19 April 2025 17:29 WIB2 Mins Read
Bandung Barat
Warga blokade perumahan mewah di Bandung Barat. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Puluhan warga dari sejumlah RW di Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, meluapkan kemarahan mereka dengan memblokade jalan utama menuju perumahan elit The Emeralda Resort, Sabtu (19/4/2025). Aksi ini menjadi puncak dari kekesalan warga atas dampak lingkungan yang ditimbulkan proyek perumahan mewah tersebut.

Menurut warga, The Emeralda Resort yang dibangun di kawasan puncak Gunung Kacapi telah mengakibatkan banjir berulang ke permukiman warga di bawahnya. Setiap hujan deras turun, air mengalir deras membawa lumpur, masuk ke rumah-rumah warga tanpa ampun.

“Yang terdampak ada 12 RW. Setiap hujan, air dari atas (perumahan) langsung limpas ke bawah dan masuk ke rumah-rumah warga,” ujar Hidayat (60), salah satu tokoh masyarakat setempat.

Baca Juga: Inilah Akar Sengketa Lahan yang Mengancam Eksistensi SMAN 1 Bandung

Baca Juga:  Hujan Lebat Picu Banjir dan Longsor di Ujungberung, Puluhan KK Terdampak

Pembangunan The Emeralda Resort disebut telah mengubah bentang alam secara drastis. Lereng Gunung Kacapi yang dulunya hijau, kini disulap menjadi deretan rumah mewah berlapis beton. Sayangnya, proses pembangunan ini mengorbankan daerah resapan air alami, sehingga air hujan tak lagi terserap dengan baik.

Warga juga menyoroti buruknya sistem irigasi proyek. Saluran air yang dibangun pengembang dinilai tidak memadai untuk menampung debit air tinggi, sehingga air dengan mudah meluap ke permukiman.

“Sudah beberapa kali kami unjuk rasa ke pihak The Emeralda, tapi tidak pernah digubris. Kami merasa diabaikan,” tegas Hidayat.

Baca Juga:  Lapas Cikarang Terendam Banjir, Sejumlah Napi Dipindahkan ke Bandung

Salah satu warga yang terdampak langsung, Hendar (41), mengaku rumahnya di Kampung Gantungan RT 01 RW 14 selalu terendam lumpur usai hujan lebat. Lebih mengerikan, posisi rumahnya yang berada di ujung tebing membuat ia khawatir akan terjadi longsor.

Baca Juga: Lahan SMAN 1 Bandung Terancam Disita, PTUN Kabulkan Gugatan Perkumpulan Lyceum Kristen

“Kalau banjir terus-terusan, saya khawatir satu saat longsor terjadi dan rumah saya ambruk ke danau bekas galian pasir. Mungkin kecil sekali kemungkinan saya dan keluarga bisa selamat,” kata Hendar, penuh kekhawatiran.

Baca Juga:  Dampak Banjir di Kota Padang: 110 Rumah dan 1 RSUP Rusak, 2.947 Warga Mengungsi

Warga menyebut bahwa mereka sudah menahan diri selama dua tahun terakhir sejak proyek perumahan ini dimulai. Namun karena tidak adanya tanggapan dari pihak pengembang, warga kini memilih turun ke jalan dan melakukan aksi nyata.

“Dua tahun kami diam. Tapi sekarang mungkin kesabaran kami sudah habis,” tegas Hendar.

Aksi blokade ini menjadi sinyal kuat bagi pihak pengembang dan pemerintah daerah bahwa persoalan ini tak bisa terus dibiarkan. Warga menuntut solusi nyata, bukan janji manis, agar bencana yang terus berulang ini segera dihentikan sebelum menelan korban jiwa.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bandung Barat banjir Padalarang Perumahan warga
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pro-Kontra Razia Outfit Jogging di Aceh: Aturan Daerah vs Gaya Hidup Modern, Siapa yang Salah?

Hasil PCMB Jabar 2026 Resmi Diumumkan, Ini Aturan Wajib Daftar Ulang atau Calon Siswa Bisa Gugur

Viral! Pencopetan di Mal Bandung Terekam CCTV, iPhone 17 Pro Max Raib Usai Salat Magrib

Rampok Uang Negara Rp18 Miliar, Ternyata Segini Isi Garasi dan Total Harta Wabup Indramayu

Kisruh SPMB: Dedi Mulyadi Janjikan Siswa yang Tersingkir di Sekolah Negeri Dijamin Gratis Masuk Swasta

Bansos PKH dan BPNT Juni 2026 Cair Tahap 2, Ini Jadwal dan Cara Cek Penerima Resmi Kemensos

Terpopuler
  • Viral! Link Video Full Durasi Cut Salwa Ramai Diburu Netizen, Apa Isinya?
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Link Telegram Video Cut Salwa Full Durasi Ramai Dicari, Benarkah Ada?
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.