bukamata.id – Cuaca ekstrem kembali melanda Kota Bandung pada Jumat (3/4/2026) siang. Hujan lebat yang disertai embusan angin kencang memicu serangkaian insiden pohon tumbang hingga papan reklame yang ambruk di berbagai wilayah strategis, mulai dari kawasan Pasteur hingga Cibaduyut.
Data yang berhasil dihimpun mencatat sedikitnya delapan titik kerusakan yang tersebar di jantung kota. Beruntung, hingga saat ini otoritas setempat belum menerima laporan adanya korban jiwa akibat rentetan peristiwa tersebut.
Daftar Lokasi Kejadian dan Dampak Kerusakan
Titik pohon tumbang dilaporkan terjadi di beberapa jalur utama yang kerap padat kendaraan, di antaranya:
- Kecamatan Cicendo: Jalan Baladewa (Kelurahan Pajajaran).
- Kawasan Pasteur: Jalan dr Djundjunan, tepat di depan persimpangan tol serta jalur menuju gerbang tol Pasteur.
- Bandung Utara & Barat: Jalan Neglasari (Cidadap), Jalan Perintis (Sarijadi), dan persimpangan Pasirkaliki.
- Bandung Selatan: Jalan Cibaduyut serta Jalan Kopo (sekitar RS Santosa).
Selain pohon, satu papan reklame besar di Jalan Purnawarman—tepat di depan Bandung Electronic Center (BEC)—turut roboh. Tiang penyangga reklame tersebut dilaporkan patah karena kehilangan keseimbangan saat dihantam angin kencang. Saat ini, posisi reklame masih tertahan kabel listrik di lokasi, sehingga warga berinisiatif memasang pembatas agar masyarakat tidak mendekat demi menghindari risiko sengatan listrik atau runtuhan susulan.
Penjelasan BMKG Terkait Pemicu Cuaca Buruk
Menanggapi fenomena ini, Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Teguh Rahayu, memaparkan bahwa wilayah Jawa Barat, termasuk Bandung Raya, masih berada dalam ancaman cuaca ekstrem selama sepekan ke depan.
Menurutnya, suhu muka laut yang hangat di perairan Indonesia memicu pasokan uap air yang tinggi. Selain itu, munculnya pola siklonik di Samudra Hindia menciptakan area pertemuan angin (konvergensi) tepat di atas Pulau Jawa.
“Ditinjau dari musim saat ini, sebagian wilayah Jawa Barat bagian utara memasuki masa peralihan dan sebagian besar masih dalam periode musim hujan. Pada masa peralihan terdapat potensi hujan lebat yang dapat disertai angin kencang dalam skala lokal,” ujar Rahayu dalam keterangan resminya.
Imbauan Bencana Hidrometeorologi
Mengingat kondisi atmosfer yang tidak menentu, masyarakat diminta untuk tidak meremehkan perubahan cuaca yang terjadi secara mendadak. Ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir rob, tanah longsor, hingga angin puting beliung masih sangat nyata.
“Kami mengimbau agar warga dan instansi terkait tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang berubah tiba-tiba dan berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti hujan sangat lebat, angin kencang, hingga pohon tumbang,” tambah Rahayu memperingatkan.
Petugas gabungan saat ini masih disiagakan di lapangan untuk melakukan evakuasi material pohon dan memastikan arus lalu lintas kembali normal di titik-titik terdampak.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










