Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Mei 2026: Klaim Reward Spesial Akhir Bulan!

Minggu, 31 Mei 2026 02:00 WIB
Game Free Fire

Update Kode Redeem Free Fire 31 Mei 2026: Klaim Hadiah Eksklusif Akhir Pekan!

Minggu, 31 Mei 2026 01:00 WIB

Prediksi Final Liga Champions: PSG vs Arsenal, Pertarungan Taktik Luis Enrique dan Arteta

Sabtu, 30 Mei 2026 22:24 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Mei 2026: Klaim Reward Spesial Akhir Bulan!
  • Update Kode Redeem Free Fire 31 Mei 2026: Klaim Hadiah Eksklusif Akhir Pekan!
  • Prediksi Final Liga Champions: PSG vs Arsenal, Pertarungan Taktik Luis Enrique dan Arteta
  • Resmi! Liverpool Tunjuk Andoni Iraola sebagai Nakhoda Baru di Anfield
  • Buka Suara soal Sanksi FIFA, Daisuke Sato Bongkar Permintaan Rahasia Manajemen Persib
  • Dulu Dihujat Habis-habisan, Kini Menteri Bahlil Malah Jadi ‘Bolu Ketan’ Netizen! Kok Bisa?
  • Link Video Viral Rok Hijau Banyak Diburu Netizen, Isinya Bikin Penasaran!
  • Blora Babak Belur, Jawa Barat Punya Solusinya? Sentilan Keras untuk Manajemen Infrastruktur Jateng!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 31 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Tragis! Bocah 11 Tahun Tewas Terserempet Kereta saat Menuju Rumah Nenek

By SusanaJumat, 3 April 2026 17:22 WIB2 Mins Read
pembunuhan
Ilustrasi korban meninggal.Foto ilustrasi: Pixabay
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Perjalanan seorang bocah berusia 11 tahun berinisial AG berakhir tragis. Warga Desa Dawagung, Kecamatan Cisayong itu meninggal dunia setelah terserempet kereta api di kawasan Kampung Nangewer, Desa Cidahu, Tasikmalaya, Jumat (3/4/2026) siang.

Peristiwa ini terjadi saat korban bersama tiga temannya berjalan kaki menyusuri rel kereta menuju rumah neneknya.

Berangkat Sejak Pagi, Korban Pamit ke Rumah Nenek

Paman korban, Dedi (37), menjelaskan bahwa AG berpamitan kepada ibunya sejak pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Ia meminta bekal dan menyampaikan rencana pergi ke rumah neneknya.

“Memang pamitnya mau pergi ke rumah neneknya. Tapi biasanya naik angkot, bukan jalan kaki lewat rel seperti ini,” ujar Dedi.

Baca Juga:  Warning! Keracunan Massal Usai Santap MBG Terjadi Lagi di Jabar, Kali Ini Ratusan Siswa di Tasik Jadi Korban

Perjalanan dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih lima kilometer melalui rel kereta bukan kebiasaan korban, sehingga keluarga tidak menyangka hal tersebut berujung petaka.

Kronologi Kejadian: Panik Saat Kereta Datang dari Belakang

Insiden terjadi saat keempat anak tersebut melintasi jembatan rel di Kampung Nangewer. Tiba-tiba, kereta api melaju dari arah belakang.

Dalam kondisi panik, mereka berusaha menyelamatkan diri dengan berlari di atas jembatan yang sempit. Namun nahas, korban diduga tidak sempat menghindar dan terserempet kereta.

Baca Juga:  Warning! Keracunan Massal Usai Santap MBG Terjadi Lagi di Jabar, Kali Ini Ratusan Siswa di Tasik Jadi Korban

AG ditemukan dalam kondisi tergeletak di tepi rel dengan luka serius di bagian kepala.

“Teman-temannya berusaha menolong dan membawa korban ke jalan kampung terdekat,” kata Dedi.

Sempat Ditolong Warga, Korban Meninggal Dunia

Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut segera memberikan pertolongan dan menghubungi keluarga korban. Namun, nyawa AG tidak tertolong.

Sementara itu, tiga teman korban dilaporkan selamat, meski mengalami syok akibat kejadian tersebut.

Polisi Lakukan Penyelidikan, Jenazah Dibawa ke RSUD

Usai kejadian, jenazah korban dievakuasi ke RSUD dr Soekardjo untuk penanganan lebih lanjut.

Baca Juga:  Warning! Keracunan Massal Usai Santap MBG Terjadi Lagi di Jabar, Kali Ini Ratusan Siswa di Tasik Jadi Korban

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Andi Purwanto, membenarkan peristiwa tersebut. Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan masih mendalami kronologi kejadian.

“Korban sudah dibawa ke rumah sakit, dan kasus ini masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya.

Imbauan: Waspada Aktivitas di Jalur Rel Kereta

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk tidak beraktivitas di jalur rel kereta api karena sangat berbahaya, terutama bagi anak-anak.

Pengawasan orang tua dan edukasi keselamatan menjadi kunci untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

anak tertabrak kereta berita Tasikmalaya hari ini bocah tewas terserempet kereta Kampung Nangewer Kapolres Tasikmalaya Kota kecelakaan kereta Tasikmalaya rel kereta berbahaya RSUD dr Soekardjo
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Blora Babak Belur, Jawa Barat Punya Solusinya? Sentilan Keras untuk Manajemen Infrastruktur Jateng!

Imigrasi Malaysia Lumpuh Total, Ribuan Pelancong Terjebak di Jalur Perbatasan Johor-Singapura

Bansos

Resmi Berjalan! Penyaluran PKH BPNT Mei 2026 Bikin Warga Cek NIK KTP

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Resmi! Jadwal PKH 2026 Sudah Terungkap, Ini Cara Cek Lewat HP

Duka Haji 2026! Dua Jamaah Tasikmalaya Wafat di Tanah Suci

sapi

Sapi Kurban Prabowo Bikin Melongo: Niat Berbagi atau ‘Pencitraan’ Pakai Uang Pajak?

Terpopuler
  • Video Viral TKW Taiwan ‘3 vs 1’ Heboh di Medsos, Ini Fakta dan Klarifikasinya
  • Video 3 Menit 21 Detik ‘Rok Hijau Tosca’ Bikin Heboh TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Pengusaha Tasikmalaya Bawa Rp1,3 Miliar Cash, Nekat Tawar Ikan Koi Irfan Hakim dan Bos Hartono tapi Ditolak!
  • Dicap Sensasional! Video TKW Taiwan 3 Vs 1 Viral, Netizen Ramai Cari Link Aslinya
  • Video Viral Kakak Adik di Dapur Ramai Dicari, Ada Link Asli Full Durasi?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.