Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bikin Emosi! Nekat Ejek Pria Muslim Lagi Salat di Inggris, Siapa Sebenarnya Posie Parker?

Minggu, 2 Agustus 2026 20:02 WIB

Persib Kehilangan Dua Pemain Penting Jelang Semifinal Piala Presiden 2026

Minggu, 2 Agustus 2026 19:42 WIB
ilustrasi, warga tengah mengisi token listrik PLN.

Kabar Baik! Tagihan Listrik Agustus 2026 Tidak Bertambah, Cek Tarif PLN Terbaru Semua Golongan

Minggu, 2 Agustus 2026 18:37 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bikin Emosi! Nekat Ejek Pria Muslim Lagi Salat di Inggris, Siapa Sebenarnya Posie Parker?
  • Persib Kehilangan Dua Pemain Penting Jelang Semifinal Piala Presiden 2026
  • Kabar Baik! Tagihan Listrik Agustus 2026 Tidak Bertambah, Cek Tarif PLN Terbaru Semua Golongan
  • Saldo Rp600 Ribu BPNT Mulai Muncul di KKS? Simak Fakta Pencairan Tahap 3 2026
  • Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026 Resmi Dirilis, Duel Persib vs Persija Digelar di Bali
  • Kisah Rahmania Shafiatu Zahra: Mojang Bandung yang Percantik Gerobak UMKM Lewat Konten Sosial
  • Nasib Gianni Infantino Dipertaruhkan, Kontroversi Bisnis FIFA Guncang Sepak Bola Dunia
  • 3 Kali Menang Tanpa Kebobolan, Persib Kirim Sinyal Bahaya Jelang Semifinal Piala Presiden 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 2 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bikin Emosi! Nekat Ejek Pria Muslim Lagi Salat di Inggris, Siapa Sebenarnya Posie Parker?

By SusanaMinggu, 2 Agustus 2026 20:02 WIB5 Mins Read
Kellie-Jay Keen, aktivis Inggris yang viral usai mengganggu dua pria Muslim saat salat di Hyde Park London. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kellie-Jay Nyishie Keen-Minshull, yang lebih dikenal dengan nama Posie Parker, merupakan seorang aktivis asal Inggris yang selama beberapa tahun terakhir menjadi salah satu figur paling kontroversial dalam isu gender dan hak-hak transgender di Inggris.

Ia lahir dengan nama Kellie-Jay Nyishie Keen dan kemudian menggunakan nama keluarga Keen-Minshull setelah menikah.

Di ruang publik, ia lebih populer menggunakan nama Posie Parker, identitas yang digunakan dalam berbagai kampanye politik maupun media sosial.

Berbeda dengan sebagian besar aktivis hak perempuan di Inggris, Kellie-Jay Keen secara terbuka menyatakan dirinya bukan seorang feminis, meski ia mengklaim memperjuangkan hak-hak perempuan.

Ia dikenal sebagai tokoh yang mengusung pandangan gender-critical, yakni pandangan yang menolak konsep identitas gender sebagai dasar perubahan status jenis kelamin secara hukum.

Pandangan tersebut membuatnya menjadi salah satu figur paling dikenal dalam perdebatan mengenai kebijakan transgender di Inggris.

Pendiri Standing for Women

Nama Kellie-Jay Keen mulai mendapat perhatian luas ketika mendirikan organisasi Standing for Women.

Kelompok tersebut aktif mengampanyekan penolakan terhadap berbagai kebijakan yang dinilai memberikan ruang lebih besar kepada individu transgender dalam kehidupan publik.

Selain mendirikan organisasi tersebut, Kellie-Jay Keen juga pernah menjadi penasihat khusus organisasi Women’s Liberation Front (WoLF).

Melalui organisasi dan media sosialnya, ia rutin menggelar kampanye, demonstrasi, hingga diskusi publik mengenai isu identitas gender.

Aktivitasnya tidak hanya dilakukan di Inggris, tetapi juga menjangkau Amerika Serikat, Australia, hingga Selandia Baru.

Namun, hampir setiap kegiatan yang diikutinya kerap diwarnai aksi protes dari kelompok pendukung hak-hak transgender.

Populer karena Slogan “Adult Human Female”

Salah satu hal yang membuat Kellie-Jay Keen dikenal secara internasional adalah slogannya:

“Adult Human Female.”

Kalimat tersebut menjadi simbol kampanye kelompok gender-critical yang menegaskan definisi perempuan berdasarkan jenis kelamin biologis.

Bagi para pendukungnya, slogan itu dianggap sebagai bentuk pembelaan terhadap hak-hak perempuan.

Sebaliknya, kelompok pendukung hak transgender menilai slogan tersebut sebagai bentuk penolakan terhadap identitas transgender.

Perdebatan mengenai slogan itu bahkan sempat menjadi pembahasan di berbagai media internasional karena memicu polarisasi di masyarakat Inggris.

Menentang Berbagai Kebijakan Transgender

Selama bertahun-tahun, Kellie-Jay Keen aktif menentang sejumlah kebijakan pemerintah Inggris yang berkaitan dengan pengakuan identitas gender.

Beberapa isu yang menjadi fokus kampanyenya antara lain:

  • penolakan terhadap Gender Recognition Act 2004;
  • penolakan penggunaan toilet berdasarkan identitas gender;
  • penolakan keikutsertaan atlet transgender dalam olahraga perempuan;
  • penolakan penggunaan puberty blockers bagi anak-anak transgender;
  • penolakan terapi hormon untuk remaja transgender;
  • kritik terhadap pertunjukan drag yang dapat diakses anak-anak.

Pandangannya tersebut membuat dirinya sering mendapat kritik keras dari organisasi hak asasi manusia maupun kelompok LGBTQ+.

Pernah Terjun ke Dunia Politik

Selain menjadi aktivis, Kellie-Jay Keen juga mencoba memasuki dunia politik Inggris.

Ia memimpin Party of Women, sebuah partai politik yang membawa isu perlindungan hak perempuan berdasarkan pandangan biologis.

Pada Pemilihan Umum Inggris 2024, ia mencalonkan diri sebagai anggota parlemen dari daerah pemilihan Bristol Central.

Namun hasilnya jauh dari harapan.

Kellie-Jay Keen hanya memperoleh sekitar 0,5 persen suara dan menempati posisi terakhir di daerah pemilihannya.

Meski gagal masuk parlemen, aktivitas politik dan kampanyenya tetap berlanjut melalui media sosial dan berbagai forum publik.

Video di Hyde Park Viral

Sorotan terhadap Kellie-Jay Keen kembali menguat setelah video yang diunggah akun Instagram @middleeasteye memperlihatkan dirinya mengganggu dua pria Muslim yang sedang menunaikan salat di Hyde Park, London.

Dalam video tersebut, dua pria itu tampak tetap melanjutkan ibadah meski Kellie-Jay Keen berdiri sangat dekat di depan mereka.

Ia kemudian mempertanyakan alasan keduanya melaksanakan salat di ruang publik.

Dalam rekaman itu terdengar Kellie-Jay Keen mengatakan:

“Ini bukan yang kita lakukan di negara ini.”

Tak lama kemudian ia juga menyatakan:

“Saya seorang Islamofobia, bukan rasis.”

Pernyataan tersebut langsung menuai kecaman luas di media sosial.

Banyak pihak menilai tindakan tersebut bukan sekadar kritik terhadap praktik keagamaan, melainkan bentuk intimidasi terhadap orang yang sedang menjalankan ibadah.

Mengunggah Foto dan Caption Kontroversial

Kontroversi tidak berhenti pada insiden di Hyde Park.

Setelah video tersebut viral, Kellie-Jay Keen justru mengunggah foto dari kejadian itu melalui media sosialnya.

Unggahan tersebut disertai caption yang diterjemahkan sebagai “Berlututlah, jalang”, yang oleh banyak pengguna media sosial dianggap sebagai upaya mengejek dua pria Muslim yang sedang beribadah.

Unggahan tersebut memperkuat kritik bahwa tindakannya bukan spontanitas, melainkan dilakukan secara sadar dan kemudian dipublikasikan kembali.

Mengapa Salat di Taman Umum?

Di tengah polemik tersebut, banyak warganet mempertanyakan apakah salat di taman umum diperbolehkan.

Bagi umat Islam, salat wajib dilaksanakan lima kali sehari pada waktu-waktu tertentu.

Apabila waktu salat tiba ketika seseorang sedang berada di luar rumah atau sedang bepergian, ibadah dapat dilakukan di tempat yang bersih dan aman, termasuk taman umum, selama tidak mengganggu ketertiban umum maupun melanggar aturan setempat.

Karena itu, banyak pihak menilai dua pria dalam video tersebut sedang menjalankan kewajiban agama mereka tanpa mengganggu aktivitas orang lain.

Gelombang Reaksi di Media Sosial

Video tersebut memicu ribuan komentar di berbagai platform media sosial.

Sebagian besar warganet mengecam tindakan Kellie-Jay Keen karena dianggap tidak menghormati kebebasan beragama.

Insiden ini kembali memunculkan diskusi mengenai pentingnya menjaga toleransi di ruang publik, terutama di negara multikultural seperti Inggris yang menjamin kebebasan menjalankan agama melalui sistem hukumnya.

Di sisi lain, pendukung Kellie-Jay Keen tetap menyatakan bahwa aksinya merupakan bentuk penyampaian pendapat di ruang publik.

Perdebatan pun terus berkembang, memperlihatkan bagaimana isu identitas, kebebasan berekspresi, dan kebebasan beragama masih menjadi topik yang sensitif di berbagai negara.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

aktivis Inggris Kellie Jay Keen Posie Parker video Muslim salat Hyde Park viral Kellie Jay Keen
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Saldo Rp600 Ribu BPNT Mulai Muncul di KKS? Simak Fakta Pencairan Tahap 3 2026

Aparat Gabungan Sisir Tempat Hiburan Malam Bandung, Sejumlah Pengunjung Dites Urine

Fakta Baru Nabila Gardena Putri di Tengah Isu Kasus Timah, Kuasa Hukum Buka Suara

Siapa Sebenarnya Revanda Bangun? Ini Dosa-Dosa Masa Lalu yang Buat Namanya Kembali Viral!

Temu Media di Bandung, Ledia Hanifa Bahas MBG hingga Pendidikan

Viral Lautan Manusia Antar Jenazah Kades Pegiringan Pemalang, Terungkap Amalan Semasa Hidup

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.