Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Link Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri Full No Sensor’ Viral, Ternyata Ancaman Serius Siber

Senin, 20 April 2026 03:00 WIB
Persib Bandung

Persib Siapkan Transfer Jenius, Tiga Bintang Eropa Masuk Radar Maung Bandung

Senin, 20 April 2026 01:00 WIB

Bukan Sekali! Jejak Insiden Mobil Travel di Tol Cipularang hingga Pasteur Bandung Kembali Disorot

Minggu, 19 April 2026 19:03 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Link Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri Full No Sensor’ Viral, Ternyata Ancaman Serius Siber
  • Persib Siapkan Transfer Jenius, Tiga Bintang Eropa Masuk Radar Maung Bandung
  • Bukan Sekali! Jejak Insiden Mobil Travel di Tol Cipularang hingga Pasteur Bandung Kembali Disorot
  • Run For Humanity 2026 Bandung: 2.750 Pelari Padukan Gaya Hidup Sehat dan Aksi Kemanusiaan
  • Jadwal Lengkap Piala Thomas dan Uber 2026, Indonesia Hadapi Thailand dan Taiwan
  • Link Video Syakirah 16 Part Viral, Netizen Ramai Cari di Telegram dan TikTok
  • Shock Transfer! Persib Incar Striker 62 Gol, Ini Dampaknya ke Skuad
  • Siapa Bu Atun? Guru SMAN 1 Purwakarta yang Viral Dilejek Siswa, Ternyata Punya Jasa Luar Biasa di Luar Sekolah!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 20 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Dari Tangan Petani ke Tawa Anak-anak: Kube yang Menjadi Sekolah Tanpa Dinding di Pojok Kota Baru Parahyangan

By Putra JuangRabu, 6 Agustus 2025 16:52 WIB3 Mins Read
Bale Seni Barli
Sejumlah siswa tengah belajar menanam di Kube Eduwisata, Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (6/8/2025). (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Suara bakiak kayu berderit, langkah-langkah kecil berusaha seirama, lalu jatuh berdebam di tanah. Tawa pecah, lebih nyaring daripada suara pistol bambu yang meletus beberapa meter di sampingnya.

Di bawah terik matahari Padalarang, anak-anak SDIT Lukmanul Hakim berlarian di halaman Kube Eduwisata, Kota Baru Parahyangan. Wajah mereka merah, peluh bercucuran, tetapi sorot matanya penuh cahaya. Seakan dunia yang selama ini hanya mereka lihat lewat layar gawai mendadak menjadi nyata: kelinci lincah, bunga matahari tegak menjulang, dan permainan tradisional yang kembali hidup.

Raya, bocah kelas lima, berhenti sejenak. Matanya menatap bunga matahari dengan takjub.

“Baru pertama kali lihat langsung. Biasanya dari gambar atau YouTube. Ternyata besar sekali,” katanya di Kube, Rabu (6/8/2025).

Hari itu, bagi anak-anak kota, adalah perjumpaan dengan sesuatu yang mereka kira sudah hilang. Namun bagi para petani, yang mengelola Kube, hari itu adalah jawaban dari kerja panjang menjaga tanah dan pengetahuan.

Lahir dari Keresahan Kolektif

Kube—singkatan dari Kelompok Usaha Bersama—lahir bukan dari rencana wisata instan, melainkan dari serikat petani yang ingin mengikat kembali generasi muda pada tanah. Mereka tahu, sawah dan kebun bukan hanya tempat mencari nafkah, tetapi juga ruang belajar yang luas.

Di tengah arus modernisasi, ketika lahan pertanian makin terdesak beton, para petani di kawasan ini bersepakat membangun ruang bersama. Mereka menanam sayuran, bunga matahari, dan tanaman herbal; merawat kelinci, kambing, dan ayam; lalu menyulapnya menjadi media belajar bagi siapa saja yang datang.

“Antusias anak-anak tinggi sekali. Kami memang merancang kegiatan agar mereka bisa belajar bercocok tanam, membuat sabun herbal, juga mencoba permainan tradisional,” ujar Nining Suningsih, salah satu penggerak Kube.

Ucapannya sederhana, namun di baliknya ada kisah gotong royong petani yang berusaha menjaga kesinambungan hidup. Agrowisata menjadi pilihan di tengah cepatnya roda modernissasi.

Hilman, guru pendamping, menatap murid-muridnya dengan lega. “Pembelajaran tidak harus di kelas,” katanya.

Ia tahu, tanah merah yang diinjak anak-anak hari itu adalah hasil jerih payah orang-orang yang selama ini menjaga agar lahan tak sepenuhnya hilang digerus pembangunan.

Kontras dengan kota begitu terasa. Di Bandung, anak-anak lebih sering duduk diam di depan gawai, tertawa pada layar gim, atau menonton video tanpa jeda. Di Padalarang, mereka tertawa karena jatuh dari bakiak kayu buatan petani.

Permainan tradisional itu pun punya akar. Dahulu, bakiak adalah hiburan murah di kampung-kampung, dimainkan di jalan tanah selepas panen. Kini, ia dihidupkan kembali oleh tangan petani yang sadar, warisan budaya tak bisa bertahan tanpa dimainkan generasi berikutnya.

Bagi Raya, pengalaman itu sederhana: bermain, tertawa, lalu kagum. Tetapi di balik kesederhanaan itu, ada usaha besar serikat petani yang memutuskan untuk tidak hanya menanam pangan, tetapi juga menanam ingatan dan kebersamaan.

Senja mulai turun. Cahaya kuning menimpa bunga matahari, menambah megah kelopak yang sudah besar. Raya masih berdiri, tersenyum, seolah tak ingin hari itu berakhir.

Ia pulang bukan hanya membawa cendera mata, melainkan cerita yang akan ia kenang lama: tentang bakiak kayu yang membuatnya jatuh, sabun herbal dari bunga matahari, dan wajah-wajah petani yang dengan sabar menuntunnya.

Kube, yang lahir dari ikatan petani, telah menjelma sekolah tanpa dinding. Ia adalah ruang di mana tawa anak-anak bersambut dengan doa orang-orang yang setiap hari hidup dari tanah.

Dan dari pertemuan itu, harapan tumbuh: bahwa di masa depan, anak-anak tak akan asing lagi pada bunga matahari, tanah merah, atau bakiak kayu yang mengajarkan keseimbangan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Link Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri Full No Sensor’ Viral, Ternyata Ancaman Serius Siber

Link Video Syakirah 16 Part Viral, Netizen Ramai Cari di Telegram dan TikTok

Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Link Video Telegram ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Asli? Ini Fakta Mengejutkannya!

Hati-Hati! Jangan Tergoda, Sekali Klik Video Ibu Tiri vs Anak Tiri No Sensor Bisa Bikin Rekening Ludes dan Kena UU ITE

Kecil-Kecil Cabe Rawit! Bocah 6 Tahun Lebih Pilih ‘Siksa’ Fisik di Gunung Daripada Main HP

Jangan Terlewat! Kode Redeem FC Mobile 19 April 2026: Klaim Paket Pemain dan Gem Gratis Hari Ini

Terpopuler
  • Ole Romeny
    Rumor Transfer Persib: Skenario Gila Datangkan Ole Romeny dan Lepas Eliano ke Eropa
  • Viral! Link Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Full Durasi No Sensor dari Kebun Sawit ke Dapur
  • Rumor Transfer Persib: Antara Ronald Koeman Jr yang Dilirik Raksasa Belanda dan Kode Keras untuk Kadu
  • Shock Transfer! Persib Incar Striker 62 Gol, Ini Dampaknya ke Skuad
  • Diusir Secara Hukum, Dicintai Secara Nurani: Tragedi Dr. Badjora yang Mengguncang Padangsidimpuan!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.