bukamata.id – Jagat media sosial TikTok kembali diramaikan oleh sebuah tren viral bertajuk “Handuk Putih Anak vs Ibu” yang mendadak banyak dicari warganet dalam beberapa hari terakhir. Konten sederhana tersebut memicu rasa penasaran publik hingga mendorong pencarian tautan video lengkap di berbagai platform.
Namun di balik viralnya tren ini, pakar keamanan digital mengingatkan adanya potensi ancaman siber berupa phishing yang menyasar pengguna internet.
Berawal dari Video Keseharian yang Sederhana
Video yang viral di TikTok sebenarnya hanya menampilkan aktivitas sehari-hari. Dalam konten tersebut, seorang anak kecil baru selesai mandi dan masih menggunakan handuk putih, sementara sang ibu membantu mengeringkan tubuh anaknya.
Tidak terdapat unsur kontroversial, adegan berlebihan, maupun kejadian di luar konteks keluarga. Namun, potongan video tersebut kemudian mengalami pergeseran narasi di media sosial.
Narasi dan Spekulasi Netizen
Seiring meningkatnya popularitas, video ini ikut dipenuhi berbagai interpretasi dari warganet. Sebagian akun bahkan mengaitkannya dengan mitos atau klaim tertentu tanpa dasar ilmiah.
Hingga saat ini, tidak ada bukti penelitian maupun kajian akademis yang mendukung klaim tersebut. Fenomena ini lebih banyak dipicu oleh opini publik dan budaya “cocoklogi” di media sosial.
Link Palsu dan Ancaman Phishing
Lonjakan rasa penasaran terhadap video viral di TikTok dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab dengan menyebarkan tautan palsu di kolom komentar, pesan langsung, hingga unggahan anonim.
Link tersebut diduga mengarah ke situs berbahaya yang digunakan untuk serangan phishing, yaitu upaya pencurian data pengguna melalui halaman login palsu.
Risiko Keamanan Digital yang Mengintai
Pakar keamanan digital mengingatkan bahwa tren viral seperti ini sering menjadi celah bagi kejahatan siber. Salah satu risiko utama adalah pencurian akun media sosial melalui data login yang dicuri.
Jika berhasil, akun korban dapat diambil alih dan disalahgunakan untuk menyebarkan penipuan baru.
Selain itu, terdapat risiko pencurian data pribadi seperti nama, email, dan nomor telepon. Data tersebut dapat dimanfaatkan untuk spam, penipuan, hingga manipulasi sosial yang lebih luas.
Imbauan untuk Pengguna Internet
Pengguna diimbau untuk tidak sembarangan mengklik tautan yang tidak jelas sumbernya, terutama yang mengklaim berisi video viral. Selalu pastikan akses hanya melalui platform resmi untuk menghindari risiko keamanan digital.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









