bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan komitmennya dalam membenahi sistem pendidikan di Provinsi Jabar.
Salah satu langkah tegas yang akan diambil adalah mengirimkan tim inspektorat ke seluruh SMA dan SMK di Jabar untuk memastikan tidak ada pelanggaran yang dilakukan oleh kepala sekolah.
“Kami akan menurunkan tim inspektorat ke seluruh SMA dan SMK di Jawa Barat. Apabila kepala sekolahnya ditemukan melakukan pelanggaran yang tidak bisa lagi ditolerir, maka akan kami putuskan untuk diberhentikan permanen dan selanjutnya akan ditugaskan menjadi guru biasa di sekolah-sekolah di Provinsi Jawa Barat,” tegas Dedi Mulyadi, dikutip dari Instagram @dedimulyadi71, Kamis (27/2/2025).
Dedi juga menyoroti masalah biaya pendidikan yang masih membebani orang tua siswa, meskipun pemerintah telah menggelontorkan anggaran besar untuk subsidi pendidikan.
“Saya sampaikan kepada seluruh orang tua siswa, pemerintah Provinsi Jawa Barat hari ini sungguh-sungguh membenahi pendidikan, termasuk meringankan pembiayaan yang dikeluarkan oleh orang tua. Kami sudah mengeluarkan uang puluhan triliun, tetapi di sekolah masih ada pembebanan biaya yang tinggi. Itu artinya bahwa subsidi tersebut tidak ada maknanya,” ujar Dedi Mulyadi.
Selain itu, ia juga mengimbau para orang tua agar lebih bijak dalam memberikan fasilitas dan uang jajan kepada anak-anak mereka.
“Kami meminta kepada seluruh orang tua untuk memiliki ketegasan terhadap anak-anaknya. Jangan memanjakan mereka dengan berbagai fasilitas atau uang jajan yang tinggi. Apa artinya negara memberikan subsidi pendidikan kalau setiap pagi orang tua tetap mengeluarkan uang cukup besar untuk biaya jajan anaknya?” katanya.
Sebagai bagian dari solusi jangka panjang, Gubernur Jabar itu juga mendorong budaya menabung bagi para pelajar.
Ia menekankan bahwa anak-anak harus mulai membangun kebiasaan investasi dalam bentuk tabungan agar mereka bisa lebih mandiri secara finansial di masa depan.
“Kedepan, anak-anak harus mulai memiliki investasi dalam bentuk tabungan. Sehingga, jika suatu saat orang tua mengalami kesulitan keuangan atau musibah, anak-anak bisa tampil menjadi pahlawan untuk ikut meringankan beban keluarga,” tandasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









