Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Cara Cek Bansos PKH Tahap 3 2026: Jadwal Cair, Besaran, dan Link Resmi Kemensos

Jumat, 31 Juli 2026 09:44 WIB
Padam Listrik

Kota Batubara Kok Gelap Gulita? Saat Peternak Kecil Dipaksa Tanggung Dosa Gagalnya PLN!

Jumat, 31 Juli 2026 08:33 WIB
Dapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game, tukarkan poin dengan uang cash.

Klaim Saldo DANA Gratis 31 Juli 2026: Dapatkan Cuan Langsung Cair Hari Ini!

Jumat, 31 Juli 2026 06:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Cara Cek Bansos PKH Tahap 3 2026: Jadwal Cair, Besaran, dan Link Resmi Kemensos
  • Kota Batubara Kok Gelap Gulita? Saat Peternak Kecil Dipaksa Tanggung Dosa Gagalnya PLN!
  • Klaim Saldo DANA Gratis 31 Juli 2026: Dapatkan Cuan Langsung Cair Hari Ini!
  • Bukan Sekadar Juara! Ini Alasan Igor Tolic Pilih Lindungi Pemain Persib di Piala Presiden 2026
  • BLT Kesra Rp900 Ribu Juli 2026 Cair Lagi? Ini Fakta Terbaru, Syarat, dan Cara Cek Penerima
  • 5 Nasi Goreng Enak di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada Bistik Crispy hingga Nasi Goreng Tinta Cumi
  • Kode Redeem FF 31 Juli 2026: Dapatkan Hadiah Eksklusif Free Fire Hari Ini!
  • Bos FIFA Gianni Infantino Buka Suara Soal Wacana Jual Saham Piala Dunia
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 31 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Viral Surat Terbuka Petani Bogor ke Dedi Mulyadi: Kami Diintimidasi di Tanah Sendiri!

By Aga GustianaSenin, 27 April 2026 20:02 WIB2 Mins Read
Lahan pertanian di Bogor diterjang banjir. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Jeritan para petani di Kecamatan Tamansari, tepat di kaki Gunung Salak, Kabupaten Bogor, semakin kencang terdengar. Bukan tanpa alasan, mereka mengaku menjadi korban intimidasi masif oleh pihak korporasi di tengah ancaman kerusakan ekosistem yang kian nyata.

Melalui unggahan video dari akun Instagram @asep_pineapple_Coffe, terungkap bahwa situasi di lapangan kini sedang berada di titik kritis. Para petani yang selama ini menggantungkan hidup dari tanah subur di kaki Gunung Salak mulai dihantui rasa takut setelah menerima surat somasi untuk mengosongkan lahan.

Intimidasi dan Dugaan Keterlibatan Aparat

Salah satu perwakilan petani dalam video tersebut mengungkapkan bahwa upaya pengosongan lahan ini diwarnai dengan tindakan intimidasi yang diduga melibatkan oknum aparat.

“Intimidasi ini cukup masif dilakukan… beberapa waktu lalu mereka didampingi oknum aparat untuk melakukan pengukuran lahan. Namun saat kami tanya dasar hukum dan surat ukurnya, mereka tidak mampu menunjukkan,” ujar pria dalam video tersebut.

Ketegangan sempat memuncak ketika beberapa warga dilaporkan mengalami tindakan kekerasan fisik dan penganiayaan saat mencoba menghalangi pemasangan plang kepemilikan tanah oleh pihak PT Prima Mustika Chandra (PMC).

Dampak Lingkungan dan Ancaman Ketahanan Pangan

Selain konflik agraria, warga menyoroti dampak lingkungan yang mulai terasa. Kawasan Tamansari yang berfungsi sebagai daerah resapan air kini dilaporkan mengalami kerusakan. Video tersebut memperlihatkan cuplikan banjir lumpur yang diduga kuat berkaitan dengan aktivitas pembukaan lahan oleh perusahaan terkait.

Kondisi ini memicu kekhawatiran besar akan:

  1. Hilangnya Sumber Penghidupan: Petani kehilangan akses terhadap lahan yang telah digarap bertahun-tahun.
  2. Kerusakan Ekosistem: Fungsi kaki Gunung Salak sebagai penyangga air bagi wilayah Bogor terancam lumpuh.
  3. Krisis Pangan: Lahan produktif berubah fungsi, mengancam program ketahanan pangan daerah.

Surat Terbuka untuk Dedi Mulyadi

Merasa laporan mereka ke aparat tingkat bawah tidak diindahkan, para petani di Desa Sukajaya, Desa Tamansari, dan Desa Sukaluyu melayangkan surat terbuka kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

“Kami sebagai penerima manfaat dari program Bapak terkait bibit dan lainnya, memohon Bapak untuk turun langsung ke lokasi. Kami ingin Bapak mengecek kondisi kekinian di lapangan, meninjau perizinan, serta dokumen AMDAL perusahaan tersebut,” tegasnya.

Warga berharap pemerintah provinsi tidak menutup mata terhadap nasib rakyat kecil yang sedang berjuang melawan ekspansi korporasi yang dianggap merusak tatanan sosial dan lingkungan di kaki Gunung Salak.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak perusahaan terkait tudingan intimidasi maupun kerusakan lingkungan yang dikeluhkan oleh masyarakat setempat. Para petani menyatakan akan tetap bertahan di lahan mereka hingga ada solusi yang adil dari pemerintah pusat maupun daerah.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Gunung Salak Konflik lahan Petani Bogor Tamansari
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Padam Listrik

Kota Batubara Kok Gelap Gulita? Saat Peternak Kecil Dipaksa Tanggung Dosa Gagalnya PLN!

BLT Kesra Rp900 Ribu Juli 2026 Cair Lagi? Ini Fakta Terbaru, Syarat, dan Cara Cek Penerima

Pelecehan Seksual

Ayah di Bandung Barat Tega Siksa Anak Kandung Usia 5 Tahun hingga Berdarah-darah

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bansos Kemensos Tahap 3 Juli-September 2026 Cair! Begini Cara Cek Penerima Pakai NIK KTP

Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?

Salip Elektabilitas Prabowo, Pintu RI 1 Terbuka Lebar untuk Dedi Mulyadi

Terpopuler
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
  • Jakarta Lumpuh Total! Dihujat Warga, Acara Willie Salim dan Emak Gila Ternyata Ilegal!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.