Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Link Asli Video Bandar Membara Full Durasi, Ini Fakta Sebenarnya!

Senin, 27 April 2026 21:00 WIB

Kapan Lebaran Haji 2026? Ini Jadwal Puasa Arafah hingga Idul Adha Versi Lengkap!

Senin, 27 April 2026 20:51 WIB

Rumor Panas! Elkan Baggott Resmi ke Persib? Gantikan Barba Jadi Tembok Baru Persib

Senin, 27 April 2026 20:16 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Link Asli Video Bandar Membara Full Durasi, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Kapan Lebaran Haji 2026? Ini Jadwal Puasa Arafah hingga Idul Adha Versi Lengkap!
  • Rumor Panas! Elkan Baggott Resmi ke Persib? Gantikan Barba Jadi Tembok Baru Persib
  • Link Video Viral Bandar Batang yang Ramai Diburu Netizen, Hati-hati Jebakan Batman!
  • Viral Surat Terbuka Petani Bogor ke Dedi Mulyadi: Kami Diintimidasi di Tanah Sendiri!
  • Mantan Suami Ngamuk! Cemburu Buta Berujung Tikam Sadis di Jelekong
  • Puncak Klasemen Terancam? Persib Wajib Menang Lawan Bhayangkara FC!
  • Pedagang Tahu di Pasar Cicadas Bertahan di Tengah Kenaikan Harga Kedelai, Penjualan Turun 30 Persen
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 27 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Viral Surat Terbuka Petani Bogor ke Dedi Mulyadi: Kami Diintimidasi di Tanah Sendiri!

By Aga GustianaSenin, 27 April 2026 20:02 WIB2 Mins Read
Lahan pertanian di Bogor diterjang banjir. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Jeritan para petani di Kecamatan Tamansari, tepat di kaki Gunung Salak, Kabupaten Bogor, semakin kencang terdengar. Bukan tanpa alasan, mereka mengaku menjadi korban intimidasi masif oleh pihak korporasi di tengah ancaman kerusakan ekosistem yang kian nyata.

Melalui unggahan video dari akun Instagram @asep_pineapple_Coffe, terungkap bahwa situasi di lapangan kini sedang berada di titik kritis. Para petani yang selama ini menggantungkan hidup dari tanah subur di kaki Gunung Salak mulai dihantui rasa takut setelah menerima surat somasi untuk mengosongkan lahan.

Intimidasi dan Dugaan Keterlibatan Aparat

Salah satu perwakilan petani dalam video tersebut mengungkapkan bahwa upaya pengosongan lahan ini diwarnai dengan tindakan intimidasi yang diduga melibatkan oknum aparat.

“Intimidasi ini cukup masif dilakukan… beberapa waktu lalu mereka didampingi oknum aparat untuk melakukan pengukuran lahan. Namun saat kami tanya dasar hukum dan surat ukurnya, mereka tidak mampu menunjukkan,” ujar pria dalam video tersebut.

Baca Juga:  Resmi Dilantik, Warganet Salfok pada Pendamping Dedi Mulyadi

Ketegangan sempat memuncak ketika beberapa warga dilaporkan mengalami tindakan kekerasan fisik dan penganiayaan saat mencoba menghalangi pemasangan plang kepemilikan tanah oleh pihak PT Prima Mustika Chandra (PMC).

Dampak Lingkungan dan Ancaman Ketahanan Pangan

Selain konflik agraria, warga menyoroti dampak lingkungan yang mulai terasa. Kawasan Tamansari yang berfungsi sebagai daerah resapan air kini dilaporkan mengalami kerusakan. Video tersebut memperlihatkan cuplikan banjir lumpur yang diduga kuat berkaitan dengan aktivitas pembukaan lahan oleh perusahaan terkait.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Dorong Sinergitas Anggaran Pusat dan Daerah untuk Terangi Jawa Barat

Kondisi ini memicu kekhawatiran besar akan:

  1. Hilangnya Sumber Penghidupan: Petani kehilangan akses terhadap lahan yang telah digarap bertahun-tahun.
  2. Kerusakan Ekosistem: Fungsi kaki Gunung Salak sebagai penyangga air bagi wilayah Bogor terancam lumpuh.
  3. Krisis Pangan: Lahan produktif berubah fungsi, mengancam program ketahanan pangan daerah.

Surat Terbuka untuk Dedi Mulyadi

Merasa laporan mereka ke aparat tingkat bawah tidak diindahkan, para petani di Desa Sukajaya, Desa Tamansari, dan Desa Sukaluyu melayangkan surat terbuka kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

“Kami sebagai penerima manfaat dari program Bapak terkait bibit dan lainnya, memohon Bapak untuk turun langsung ke lokasi. Kami ingin Bapak mengecek kondisi kekinian di lapangan, meninjau perizinan, serta dokumen AMDAL perusahaan tersebut,” tegasnya.

Baca Juga:  Program Barak Militer untuk Anak Nakal Dikritik, Dedi Mulyadi: Di Mana Letak Salahnya?

Warga berharap pemerintah provinsi tidak menutup mata terhadap nasib rakyat kecil yang sedang berjuang melawan ekspansi korporasi yang dianggap merusak tatanan sosial dan lingkungan di kaki Gunung Salak.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak perusahaan terkait tudingan intimidasi maupun kerusakan lingkungan yang dikeluhkan oleh masyarakat setempat. Para petani menyatakan akan tetap bertahan di lahan mereka hingga ada solusi yang adil dari pemerintah pusat maupun daerah.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Gunung Salak Konflik lahan Petani Bogor Tamansari
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi korban meninggal.

Mantan Suami Ngamuk! Cemburu Buta Berujung Tikam Sadis di Jelekong

Pedagang Tahu di Pasar Cicadas Bertahan di Tengah Kenaikan Harga Kedelai, Penjualan Turun 30 Persen

Daftar Lengkap Menteri Baru Hasil Reshuffle Kabinet Merah Putih yang Dilantik Presiden Prabowo Hari Ini

Daftar Tokoh yang Tiba di Istana Jelang Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto 27 April 2026

Bahaya Tersembunyi dari Foto yang Dimanipulasi

Bukan Pembalap Biasa! Kisah Kiandra Ramadhipa yang Mengguncang Eropa dan Siap Tembus MotoGP

Terpopuler
  • Viral ‘Vell Blunder di TikTok’: Link Video 8 Menit Heboh Dicari
  • Kena Ulti! Video Jogetnya Dihujat, Bocah SD Ini ‘Bungkam’ Netizen Pakai 400 Piala
  • Heboh Link Video “Bandar Membara Viral” : Waspada Jeratan UU ITE Menanti!
  • Kode Redeem FF 24 April 2026: Dapatkan Skin SG2 Terompet dan Diamond Gratis!
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Ternyata Hoaks! Link Full Berbahaya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.