bukamata.id – Satu tahun kepemimpinan sebagai Gubernur Jawa Barat mendapat sejumlah catatan sekaligus apresiasi dari partai pengusung. Salah satunya disampaikan Anggota Komisi IV, Hasbullaah Rahmat yang menilai capaian kinerja kepala daerah tersebut cukup positif, terutama dalam aspek keberanian pengambilan kebijakan anggaran.
Menurut Hasbullaah, secara umum tingkat kepuasan publik terhadap kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam satu tahun terakhir tergolong tinggi. Hal ini, kata dia, menjadi indikator awal bahwa arah pembangunan Jawa Barat mulai dirasakan masyarakat.
“Secara umum, kami sebagai partai pengusung tentu ikut senang dan bangga ketika satu tahun masa kepemimpinan Pak Dedi Mulyadi, survei kepuasan publik cukup tinggi,” ujarnya.
Ia menambahkan, salah satu hal yang menonjol dari kepemimpinan Dedi adalah keberanian dalam menentukan prioritas anggaran, khususnya pada sektor infrastruktur jalan provinsi. Menurutnya, langkah tersebut menjadi pembeda dibandingkan periode sebelumnya.
Hasbullaah menjelaskan, sebelum 2025 alokasi anggaran untuk pembangunan jalan provinsi yang tersebar di 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat sepanjang 2.363 kilometer tidak pernah menembus angka Rp2 triliun per tahun.
Namun, pada tahun pertama kepemimpinan Dedi, anggaran infrastruktur jalan dan Penerangan Jalan Umum (PJU) meningkat signifikan.
“Pada 2025, Pak Gubernur sudah berani mengalokasikan anggaran infrastruktur jalan provinsi dan PJU lebih dari Rp2 triliun. Bahkan pada 2026 ini hampir dua kali lipat menjadi sekitar Rp4 triliun,” jelasnya.
Ia menilai kebijakan tersebut merupakan bentuk realisasi janji kampanye yang selama ini disampaikan Dedi Mulyadi kepada masyarakat.
Fokus pada perbaikan konektivitas wilayah diharapkan mampu mendorong pemerataan pembangunan serta pertumbuhan ekonomi daerah.
“Jadi konsep janji kampanye Pak Gubernur tentang pembangunan jalan benar-benar terwujud,” katanya.
Meski begitu, Hasbullaah menekankan bahwa evaluasi tetap diperlukan agar pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, termasuk sektor ekonomi, pendidikan, dan pemberdayaan sosial.
Di tengah dinamika pembangunan Jawa Barat, ia berharap sinergi antara legislatif dan eksekutif terus diperkuat agar arah kebijakan daerah tetap berpihak pada kebutuhan masyarakat.
Terlebih, tantangan ke depan dinilai semakin kompleks, mulai dari ketimpangan wilayah, pengangguran, hingga penguatan ekonomi lokal.
Dengan capaian awal yang dinilai positif, satu tahun kepemimpinan Dedi Mulyadi menjadi momentum refleksi sekaligus pijakan untuk mempercepat pembangunan Jawa Barat yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










