Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bikin Salah Fokus! Gede Aiswarya Disebut Mirip Anjasmara Muda hingga Pratama Arhan

Senin, 5 Oktober 2026 16:05 WIB

Dandanan Sel Mewah Pakai Dana Napi, Irjen Kemen Imipas Ungkap Peran Indra Kenz di Lapas Cibinong

Senin, 5 Oktober 2026 14:45 WIB
Ilustrasi razia PSK

Bejat! Tiga Pelajar SMA di Cianjur Dijual Jadi PSK Online

Senin, 5 Oktober 2026 14:30 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bikin Salah Fokus! Gede Aiswarya Disebut Mirip Anjasmara Muda hingga Pratama Arhan
  • Dandanan Sel Mewah Pakai Dana Napi, Irjen Kemen Imipas Ungkap Peran Indra Kenz di Lapas Cibinong
  • Bejat! Tiga Pelajar SMA di Cianjur Dijual Jadi PSK Online
  • Lepas dari Masalah Parkir Sempit, Samsat Pajajaran Resmi Pindah ke Pusdai Jabar
  • Siaga Musim Hujan, Wali Kota Bandung Kerahkan Seluruh Wilayah Bersihkan Drainase
  • Revitalisasi Pasar Ciroyom Dimulai, Pemkot Bandung Pastikan Legalitas Lahan Aman
  • Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Catat Jam Mainnya Malam Ini
  • BSU 2026 Rp900 Ribu Bakal Diterima Sekaligus, Siapa Saja yang Berhak?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 5 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Profil Zendhy dan Evi, Pasutri yang Bikin Nabilah O’Brien Ketakutan!

By Aga GustianaSabtu, 7 Maret 2026 13:40 WIB5 Mins Read
Momen Zendhy dan Evi marah-marah di dapur Bibi Kelinci. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus dugaan pencurian makanan yang berujung pada penetapan tersangka sang pemilik resto, Nabilah O’Brien, kini menjadi bola salju yang panas di media sosial. Sorotan publik tak lagi hanya tertuju pada kronologi kejadian di restoran Bibi Kelinci Kemang, melainkan merembet tajam pada profil kedua pelanggan yang terlibat: Zendhy Kusuma dan istrinya, Evi Santi Rahayu.

Publik bertanya-tanya, bagaimana bisa seorang musisi berprestasi dan seorang profesional di bidang psikologi terjebak dalam keributan di dapur restoran hingga berujung pada tuntutan miliaran rupiah?

Zendhy Kusuma: Dari Panggung Internasional ke Pusaran Kontroversi

Nama Zendhy Kusuma bukanlah orang baru di industri musik tanah air. Sebelum video CCTV Bibi Kelinci viral, ia dikenal sebagai gitaris virtuoso dengan rekam jejak akademik dan profesional yang mentereng. Zendhy adalah potret musisi terpelajar; ia merupakan alumni Institut Kesenian Jakarta (IKJ) yang melanjutkan sertifikasi internasional hingga meraih gelar Licentiate of Rockschool Level (LRSL) dari London dan Fellowship of the London College of Music (FLCM).

Karier musiknya pun tidak main-main. Zendhy pernah menjuarai Fender Guitar Festival dan MOB Jazz & Blues Guitar Festival. Ia bahkan sempat berkolaborasi dengan jajaran gitaris dunia seperti Ron “Bumblefoot” Thal (eks Guns N’ Roses) dan Marco Sfogli. Di dalam negeri, ia membentuk The ZAD Project bersama gitaris legendaris Andra Ramadhan dan produser Denny Chasmala.

Namun, reputasi yang dibangun bertahun-tahun itu kini goyah. Netizen yang geram mulai menyerbu akun media sosialnya. Kabar yang beredar menyebutkan bahwa akun Instagram miliknya mendapatkan ribuan report dari pengguna internet sebagai bentuk protes atas tindakan “makan tanpa bayar” dan pelaporan balik terhadap Nabilah O’Brien.

“Ia dikenal sebagai gitaris independen dengan latar belakang pendidikan musik yang mumpuni… Namun kini, semua pencapaian itu mendadak dibayangi oleh dugaan keterlibatannya dalam kasus dugaan pencurian makanan,” tulis sebuah narasi yang berkembang di kalangan pecinta musik.

Sosok Istri: Sang Psikolog di Tengah Keributan “Kitchen”

Jika Zendhy adalah wajah dari dunia hiburan, sang istri, Evi Santi Rahayu, membawa dimensi lain dalam kasus ini. Evi diketahui berprofesi sebagai seorang psikolog klinis. Hal inilah yang membuat publik semakin merasa ironis. Sebagai seorang ahli jiwa, publik mempertanyakan tindakannya yang terekam kamera saat memasuki area dapur (restricted area) dan diduga melakukan intimidasi verbal serta fisik.

Dalam kronologi yang disampaikan kuasa hukum Nabilah, Goldie Natasya Swarovski, Evi dan suaminya masuk ke dapur pada 19 September 2025 karena merasa pesanan tak kunjung datang. Di sanalah keributan pecah.

“Tidak lama setelah itu, kedua orang tersebut menerobos masuk ke dapur yang merupakan area terbatas dan memicu keributan,” ujar Goldie dalam konferensi pers di Jakarta (6/3/2026).

Berdasarkan laporan saksi, pasangan ini tak hanya berteriak, tapi juga diduga melakukan tindakan fisik terhadap kepala dapur, Abdul Hamid, serta memukul chiller makanan. Publik di media sosial memberikan komentar pedas, menyebut perilaku tersebut sangat kontradiktif dengan profesi psikolog yang seharusnya memiliki kontrol emosi yang lebih baik.

Nabilah O’Brien: Dari Korban Menjadi Tersangka “1 Miliar”

Di sisi lain, Nabilah O’Brien, pemilik restoran Bibi Kelinci, kini berada dalam posisi yang sangat sulit. Nabilah adalah seorang pengusaha muda yang mencoba mempertahankan bisnisnya di kawasan elit Kemang. Namun, niatnya memberikan “peringatan” kepada sesama pelaku usaha melalui unggahan CCTV justru berbuah pahit.

Nabilah secara mengejutkan ditetapkan sebagai tersangka pada 28 Februari 2026 atas tuduhan pelanggaran UU ITE dan pencemaran nama baik. Yang membuat kasus ini semakin memicu simpati publik adalah adanya permintaan ganti rugi sebesar Rp1 miliar dari pihak Zendhy dan Evi sebagai syarat perdamaian.

Melalui unggahan di Instagram pribadinya, @nabobrien, Nabilah mengungkapkan tekanan mental yang ia alami:

“Selama lima bulan saya diminta untuk mengakui bahwa apa yang saya ungkapkan dan CCTV saya adalah fitnah. Saya juga diminta Rp1 miliar. Saya sudah mencoba berbagai cara untuk membela diri, tapi saya benar-benar takut.”

Nabilah merasa janggal karena proses hukum terhadap dirinya berlangsung sangat cepat, hanya selisih dua hari dari gelar perkara, sementara laporan pencurian yang ia layangkan sejak September 2025 terkesan berjalan di tempat, meski akhirnya Zendhy juga ditetapkan sebagai tersangka.

Analisis Kasus: Ego dan “Cancel Culture”

Kasus ini menjadi besar karena menyentuh isu sensitif di masyarakat: ketidakadilan. Publik melihat ada pola “orang kuat” atau “orang berpengaruh” yang menggunakan hukum untuk membungkam rakyat kecil atau pengusaha menengah.

  1. Status Tersangka Ganda: Saat ini, baik Zendhy Kusuma maupun Nabilah O’Brien sama-sama menyandang status tersangka. Zendhy atas dugaan pencurian (pasal 362 KUHP), dan Nabilah atas dugaan UU ITE.
  2. Sanksi Sosial: Bagi Zendhy, kerugian terbesar mungkin bukan pada proses hukumnya, melainkan pada branding pribadinya. Akun media sosial yang direport dan sentimen negatif dari komunitas musisi bisa mematikan kariernya lebih cepat daripada vonis hakim.
  3. Dukungan untuk Nabilah: Muncul gerakan di media sosial yang mengajak masyarakat mengawal kasus ini. Banyak yang menilai bahwa rekaman CCTV adalah bukti fakta, bukan fitnah, sehingga penggunaan UU ITE dalam kasus ini dianggap berlebihan.

Update Terbaru: Babak Baru di Meja Hijau

Per 7 Maret 2026, situasi semakin memanas. Pihak Nabilah melalui kuasa hukumnya menyatakan tidak akan gentar menghadapi tuntutan Rp1 miliar tersebut. Mereka menilai bahwa transparansi adalah kunci. Sebaliknya, pihak Zendhy dan Evi tetap pada pendiriannya bahwa unggahan CCTV tersebut telah menghancurkan reputasi profesional mereka secara permanen, sehingga angka miliaran rupiah dianggap sebagai kompensasi yang setimpal.

Kini, bola panas ada di tangan penyidik. Apakah hukum akan melihat substansi awal (dugaan pencurian dan keributan di dapur) atau justru terjebak dalam pasal karet UU ITE yang seringkali memakan korban mereka yang bersuara?

Satu hal yang pasti, profil Zendhy Kusuma sebagai gitaris handal dan Evi Santi sebagai psikolog kini telah memiliki catatan baru dalam ingatan publik—bukan soal melodi atau terapi, melainkan soal keributan di balik pintu dapur sebuah restoran di Kemang.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Stabil, Antam Rp2,613 Juta dan UBS Rp2,530 Juta per Gram

Mojang Bandung Gita Puspita: Aktif Berorganisasi, Mengajar, dan Terus Bertumbuh Mengejar Masa Depan

Bongkar Dapur Comeback Syahrini: Dari Alasan Vakum, Bagi-bagi Dollar, Hingga Konsultan Komedi!

Liburan ke Indramayu? Ini 4 Tempat Wisata Terbaru 2026 yang Wajib Masuk Daftar

Dede Sunandar Tumbang di Ring, Vicky Prasetyo Menangis Histeris

Jangan Cuma Jalan-jalan, Ini 5 Kuliner Khas Indramayu yang Wajib Dicicipi

Terpopuler
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
  • Badai di Tubuh KORMI Bandung: Hibah Seret, Kudeta Kepengurusan, hingga Sentilan Guru Besar UPI
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.