Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Detik-detik Kios Pasar Soreang Ambruk, Pedagang Sebut Sudah Retak Sebelumnya

Senin, 16 Maret 2026 19:01 WIB

Link Video 17 Menit ‘Ojol Bali’ Buruan Netizen, Ternyata Begini Kronologi di Balik Rekaman Viral Tersebut!

Senin, 16 Maret 2026 18:59 WIB

Video VCS 21 Detik Mirip Maureen Worth Bareng Pria Dewasa Tersebar, Link Diburu Netizen

Senin, 16 Maret 2026 18:51 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Detik-detik Kios Pasar Soreang Ambruk, Pedagang Sebut Sudah Retak Sebelumnya
  • Link Video 17 Menit ‘Ojol Bali’ Buruan Netizen, Ternyata Begini Kronologi di Balik Rekaman Viral Tersebut!
  • Video VCS 21 Detik Mirip Maureen Worth Bareng Pria Dewasa Tersebar, Link Diburu Netizen
  • Ramadan Heboh! Netizen Berebut Link Video Mukena Pink Tanpa Sensor
  • Jangan Salah Waktu! Ini Jadwal Adzan Magrib Bandung 16 Maret 2026
  • Persib di Jalur Juara! Bojan Ingatkan Ancaman Borneo FC dan Persija
  • Update Kasus Fitnah via WhatsApp: Polisi Periksa Oknum Pengurus Gereja di Bandung
  • Netizen Penasaran! Video Mukena Pink ‘No Sensor’ Viral, Banyak yang Buru Link Aslinya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 16 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Larang PR, Minta Pembelajaran Diselesaikan di Sekolah

By Aga GustianaSabtu, 15 Maret 2025 18:50 WIB2 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat Grand Opening PT Ultimate Noble Indonesia di Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Senin (3/3/2025). (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, berencana menerapkan kebijakan baru terkait sistem pembelajaran di sekolah. Ia menegaskan bahwa seluruh materi pelajaran harus diselesaikan di sekolah tanpa membawa pekerjaan rumah (PR).

“Kurikulum nanti akan dirancang agar seluruh pembelajaran selesai di sekolah,” ujar Dedi dalam pertemuan dengan siswa dan perangkat sekolah, Sabtu (15/2/2025).

Hapus PR Demi Efektivitas Belajar

Menurut Dedi, tugas sekolah yang diberikan untuk dikerjakan di rumah justru bertentangan dengan semangat pendidikan.

“Anak-anak tidak boleh pulang ke rumah dengan tumpukan PR. Itu bertentangan dengan spirit pendidikan,” tegasnya.

Baca Juga:  Korps Alumni KNPI Jabar Gelar Silaturahmi, Dukung Penuh Pemberantasan Premanisme

Ia menjelaskan bahwa pekerjaan rumah (PR) seharusnya merujuk pada kegiatan rumah tangga seperti membersihkan rumah, mencuci pakaian, atau menyetrika. Sementara tugas sekolah seharusnya tetap dikerjakan di sekolah.

“Kalau dari sekolah dibawa ke rumah, namanya bukan pekerjaan rumah, tapi pekerjaan sekolah. Jadi, sebaiknya diselesaikan di sekolah agar fokus dan tidak ada penumpukan pelajaran,” lanjut Dedi.

Kurikulum Terlalu Padat, Fokus ke Pendidikan Dasar

Mantan Bupati Purwakarta ini juga mengkritik kurikulum pendidikan di Indonesia yang dianggap terlalu banyak mata pelajaran sehingga siswa sulit memahami materi dengan optimal.

Baca Juga:  Jawa Barat Jadi Provinsi dengan Angka Perceraian Tertinggi di Indonesia

“Kita ini pelajarannya terlalu banyak. Karena kebanyakan, akhirnya satu pun tidak hafal,” kata Dedi.

Ia pun menekankan pentingnya fokus pada pendidikan dasar, terutama dalam kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung).

“Fokus ke pendidikan dasar saja. Kalau SD calistung, ya calistung saja,” tambahnya.

Belajar Tanpa Digital, Latih Otak Kiri

Selain itu, Dedi menegaskan bahwa menulis dan berhitung harus dilakukan secara manual tanpa bantuan perangkat digital. Menurutnya, hal ini penting untuk melatih otak kiri dan meningkatkan kecerdasan anak.

Baca Juga:  Didukung Bima Arya di Pilgub Jabar, Dedi Mulyadi: Terima Kasih Sahabatku Tercinta

“Tidak boleh pakai HP atau perangkat digital. Kenapa? Agar otak kirinya terlatih,” ujarnya.

Dedi menyatakan akan segera berkomunikasi dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah untuk merealisasikan kebijakan ini. Ia berharap, perubahan ini dapat meningkatkan efektivitas sistem pendidikan di Jawa Barat dan membentuk generasi yang lebih fokus serta mandiri.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi jawa barat PR siswa
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Detik-detik Kios Pasar Soreang Ambruk, Pedagang Sebut Sudah Retak Sebelumnya

Jangan Salah Waktu! Ini Jadwal Adzan Magrib Bandung 16 Maret 2026

Update Kasus Fitnah via WhatsApp: Polisi Periksa Oknum Pengurus Gereja di Bandung

kekerasan

Pura-pura Obati Nenek, Oknum Guru Ngaji di Garut Malah Cabuli Cucu Saat Warga Tarawih

Tragedi di Pasar Soreang! Atap Blok 3 Runtuh Timpa Kios, Satu Orang Tewas

Guncang Pertahanan Israel, Iran Terjunkan Rudal Sejjil dalam Operasi Balasan Masif

Terpopuler
  • Viral Video Kebun Sawit Ibu Tiri vs Anak Tiri, Apa Isinya? Hati-hati Jebakan Batman!
  • Video Aksi Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Viral, Link Diburu Netizen
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Hati-hati! Link Video Viral Mukena Pink ‘No Sensor’ Bisa Sebarkan Malware
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Waspada Klaim Full Durasi Video Ukhti Mukena Pink ‘No Sensor’, Ini Faktanya
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Fenomena Ukhti Mukena Pink Viral di TikTok, Pakar Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Balik Link Video
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.