Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Heboh Video ‘Skandal Moral’ Amien Rais Raib: Istana Bereaksi, Partai Ummat Sebut ‘Offside’

Sabtu, 2 Mei 2026 15:41 WIB

Klarifikasi Panas! Marc Klok Bantah Tuduhan Rasisme Terhadap Henry Doumbia di Laga Persib vs Bhayangkara FC

Sabtu, 2 Mei 2026 15:20 WIB

Perkuat Warisan Lokal, DPRD Jabar Konsultasi ke Menteri Kebudayaan Terkait Raperda Baru

Sabtu, 2 Mei 2026 15:14 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Heboh Video ‘Skandal Moral’ Amien Rais Raib: Istana Bereaksi, Partai Ummat Sebut ‘Offside’
  • Klarifikasi Panas! Marc Klok Bantah Tuduhan Rasisme Terhadap Henry Doumbia di Laga Persib vs Bhayangkara FC
  • Perkuat Warisan Lokal, DPRD Jabar Konsultasi ke Menteri Kebudayaan Terkait Raperda Baru
  • Bikin Haru! Aksi Teller Bank bjb Fasih Bahasa Isyarat Layani Nasabah Spesial, Warganet Angkat Jempol
  • Netizen Dukung TNI, Pro-Kontra Penertiban Rumah Dinas yang Ditempati Anak Cucu
  • Nihil Korban Jiwa, Proyek PLTA Upper Cisokan Diterjang Longsor Saat Pekerja Libur
  • Menuju Akreditasi Unggul, Prodi KPI UIN Bandung Tuntaskan Asesmen Lapangan LAMSPAK
  • Surganya ‘Hidden Gem’! 8 Wisata Curug Hits di Bandung Raya untuk Healing Akhir Pekan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 2 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Murka, Kompensasi Sopir Angkot Puncak Bogor Disunat Oknum ‘Preman Berseragam’

By Aga GustianaJumat, 4 April 2025 11:24 WIB2 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Foto: ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk memberikan kompensasi kepada sopir angkot di kawasan Puncak Bogor selama libur Lebaran 2025 tercoreng oleh aksi pungutan liar.

Bantuan sebesar Rp 1,5 juta yang terdiri dari uang tunai Rp 1 juta dan sembako senilai Rp 500 ribu, diduga dipotong oleh oknum-oknum yang mengatasnamakan “keikhlasan”.

Emen, seorang sopir angkot, mengungkapkan bahwa ia hanya menerima uang tunai Rp 800 ribu. “Kan dari bapak sekian, bilangnya (potongan) keikhlasan, tapi dipatok Rp 200 ribu,” ujarnya.

Ia menyebutkan bahwa oknum-oknum dari Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, Organisasi Angkutan Darat (Organda), dan Kelompok Kerja Sub Unit (KKSU) terlibat dalam pemotongan tersebut.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Ogah Bahas Capres 2029: Fokus Saya Mah Kerja

“Itu pak dari Dishub Kabupaten Bogor, organda sama KKSU,” kata Emen. Ia juga menyebutkan nama ketua KKSU, Nandar, yang diduga terlibat.

“Nerimanya? Tahu pak, ketuanya pak Nandar,” katanya saat ditelepon Dedi Mulyadi.

Emen juga mengaku menyerahkan uang Rp 200 ribu per orang dari komunitasnya. “Gak tahu, kita mah cuma diminta. Semuanya, saya aja komunitas ada 20 nyerahin Rp 4 juta, ke KKSU kata KKSU buat Dishub baru organda, KKSU,” tambahnya.

Mendengar laporan tersebut, Dedi Mulyadi langsung bereaksi keras. “Rp 200 ribu kali 500 lumayan Rp 100 juta,” ujarnya.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Tegaskan Langkah Dukung Target Pertumbuhan Ekonomi Nasional 8 Persen

Ia mengecam tindakan tersebut sebagai “premanisme” dan menyebut para pelaku sebagai “preman yang berbaju seragam”.

Dedi Mulyadi menegaskan akan membawa kasus ini ke ranah hukum. “Kalau nanti saya proses minta polisi nangkap orang yang motonginnya, bapak bersedia jadi saksi? Saya backup, gubernur yang backup,” tegasnya.

Sementara itu, Organda Kabupaten Bogor membantah terlibat dalam pemotongan tersebut. Sekretaris DPC Organda Kabupaten Bogor, Haryandi, mengatakan bahwa uang yang diterima dari sopir angkot adalah “ucapan terima kasih” yang bersifat sukarela.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Sebut 3 DPO Hasil Karya Ilmiah Sudirman, Sang Kakak Ungkap Fakta Mengejutkan

“Itu tidak benar adanya, tetapi betul ada anggota kami di lapangan menerima sejumlah uang sebagai ucapan terima kasih yang sifatnya seikhlasnya dari beberapa para pengurus paguyuban atau komunitas,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa tidak ada paksaan dalam pengumpulan uang tersebut.

Namun, penjelasan Organda tersebut tidak meredakan kemarahan Dedi Mulyadi. Ia tetap bersikeras akan mengusut tuntas kasus ini dan menyeret para pelaku ke meja hijau.

“Saya mau minta ini proses hukum aja ini,” tegasnya.

Kasus ini menjadi sorotan publik dan menimbulkan pertanyaan tentang integritas oknum-oknum yang terlibat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

angkot Dedi Mulyadi Puncak Bogor sopir
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Heboh Video ‘Skandal Moral’ Amien Rais Raib: Istana Bereaksi, Partai Ummat Sebut ‘Offside’

Perkuat Warisan Lokal, DPRD Jabar Konsultasi ke Menteri Kebudayaan Terkait Raperda Baru

Netizen Dukung TNI, Pro-Kontra Penertiban Rumah Dinas yang Ditempati Anak Cucu

Nihil Korban Jiwa, Proyek PLTA Upper Cisokan Diterjang Longsor Saat Pekerja Libur

Menuju Akreditasi Unggul, Prodi KPI UIN Bandung Tuntaskan Asesmen Lapangan LAMSPAK

Bansos PKH dan BPNT 2026 Belum Cair, Ini Fakta Terbaru dan Jadwalnya

Terpopuler
  • Link Video Viral Vell Blunder Durasi Panjang, Waspada Modus Phising!
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Link Asli Video Bandar Membara Full Durasi, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
  • Gebrakan Mewah di Bursa Transfer: Persib Bandung Incar Bintang-bintang Eks Eropa
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.