Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Resmi Meluncur, Ini Deretan Fitur Canggih One UI 9 di Jajaran Galaxy S26 Series Beserta Cara Instalasinya

Jumat, 18 September 2026 01:00 WIB
Ilustrasi gempa

Terjadi 118 Kali, Rangkaian Gempa Kabupaten Bandung Ternyata Berada di Area Ini

Kamis, 17 September 2026 21:25 WIB

Polisi Amankan Pengrajin Kayu di Parongpong, Diduga Racik Bom hingga Uji Coba Puluhan Kali

Kamis, 17 September 2026 21:08 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Resmi Meluncur, Ini Deretan Fitur Canggih One UI 9 di Jajaran Galaxy S26 Series Beserta Cara Instalasinya
  • Terjadi 118 Kali, Rangkaian Gempa Kabupaten Bandung Ternyata Berada di Area Ini
  • Polisi Amankan Pengrajin Kayu di Parongpong, Diduga Racik Bom hingga Uji Coba Puluhan Kali
  • Julio Cesar Bawa Persib Menang, Jejak PSM di Korea Selatan Kembali Terulang
  • Cuma Gegara Rp600 Ribu? Rekonstruksi Ungkap Detik-Detik Kasus Handi di Sumedang
  • Terbongkar! Kakak Beradik Produksi Uang Palsu hingga Rp1 Miliar di Kabupaten Bandung
  • Jejak KM Arupadatu I Tak Kunjung Ditemukan, Pencarian Jurnalis di Selat Sunda Resmi Dihentikan
  • Kabar Baik dari Ruang Pemulihan: Bek Andalan Persib Pastikan Kondisinya Aman Usai Insiden di ACL 2
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 18 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Sebut 3 DPO Hasil Karya Ilmiah Sudirman, Sang Kakak Ungkap Fakta Mengejutkan

By SusanaRabu, 10 Juli 2024 12:35 WIB2 Mins Read
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Mantan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi menyebutkan jika ketiga DPO kasus pembunuhan Eky dan Vina di Cirebon dinilai fiktif karena hasil karya ilmiah salah satu terpidana, Sudirman.

Sudirman dalam konstruksi penanganan kasus pembunuhan Eky dan Vina dijadikan saksi mahkota, sejak penyidikan di Polres Ciko (Cirebon Kota) hingga Polda Jabar di tahun 2016 dan 2024.

Dedi Mulyadi menuturkan jika tercetusnya tiga nama DPO, yakni Pegi, Andi, dan Deni itu merupakan hasil karya ilmiah Sudirman.

“Kenapa disebut karya ilmiah Sudirman, karena imajinasi Sudirman atau se asal sebut itu menjadi putusan hukum, kan menjadi karya ilmiah itu,” tuturnya, dikutip dari Instagram @dedimulyadi76, Rabu (10/7/2024).

Baca Juga:  Viral! Wali Murid di Subang Labrak Guru yang Diduga Tampar Siswa

Untuk itu, Dedi Mulyadi menilai putusan hukum terhadap ketiga DPO tersebut tak akan pernah bertemu bahkan sampai kiamat sekali pun.

“Jadi putusan hukum terhadap 3 DPO ini sampai kiamat gak akan ketemu. Nanti akan ketemu banyak korban Dani, korban Andi, korban Pegi, termasuk Cecep yang ada di Cianjur,” ujarnya.

Bukan tanpa alasan, Dedi Mulyadi menilai Sudirman memberikan jawaban imajinasi tersebut.

Sebelumnya, Dedi Mulyadi sempat bertemu dengan kakak dari Sudirman yang bernama Beni dan mengungkapkan fakta mengejutkan.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Tantang Purbaya Buka Data Daerah yang Simpan APBD di Deposito

Kepada Dedi Mulyadi, Beni pun menceritakan tentang adiknya. Sudirman, sering disebut idiot oleh anak-anak sebayanya.

Hal ini karena Sudirman dinilai tidak normal seperti anak lainnya. Dia mengalami keterbelakangan mental, bahkan disebut sebagai setengah gila.

“Adik saya kondisinya begitu. Orang Cirebon menyebut idiot atau oon. Kalau bicara tidak nyambung. Ada kelainan,” tutur Beni, dikutip dari YouTube Kang Dedi Mulyadi, Rabu (10/7/2024).

Sebagai bukti bahwa Sudirman menderita keterbelakangan mental ditunjukan dengan kelulusannya dari sekolah dasar atau SD.

“Kalau anak-anak normal, lulus SD di usia 12 tahun. Adik saya, karena ada gangguan mental, lulus SD di usia 17 tahun,” ujarnya.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Siapkan Perampingan Birokrasi dan Gabungkan BUMD Jabar di Bawah Sangga Buana

Karena keterbelakangan mental, Beni mengakui adiknya sering jadi sasaran bully anak-anak sebayanya. Sering disuruh-suruh, dan mau saja, meski kadang-kadang jadi sasaran iseng teman sebayanya.

Adapun terkait penyebutan ketiga DPO tersebut, Beni mengungkapkan jika Sudirman dan Pegi Setiawan itu sebaya. Bahkan sering terlihat main bersama. Namun sekolahnya berbeda.

“Pegi itu di SD Kelandakan I, Sudirman di Kelandakan II. Namun masih satu kompleks sekolahan. Meski beda SD, namanya anak-anak satu kampung, sering terlihat main bareng dengan teman sebaya lainnya juga,” paparnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi fakta Pegi Setiawan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi gempa

Terjadi 118 Kali, Rangkaian Gempa Kabupaten Bandung Ternyata Berada di Area Ini

Polisi Amankan Pengrajin Kayu di Parongpong, Diduga Racik Bom hingga Uji Coba Puluhan Kali

pembunuhan

Cuma Gegara Rp600 Ribu? Rekonstruksi Ungkap Detik-Detik Kasus Handi di Sumedang

Terbongkar! Kakak Beradik Produksi Uang Palsu hingga Rp1 Miliar di Kabupaten Bandung

Jejak KM Arupadatu I Tak Kunjung Ditemukan, Pencarian Jurnalis di Selat Sunda Resmi Dihentikan

Lapas Sumedang

Over Kapasitas, Lapas Sukabumi Pindahkan 25 Napi ke Dua Daerah Ini

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.