Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Persib Bandung

4 Winger + 1 Kiper Masuk Radar Persib, Siapa Paling Dekat Gabung?

Jumat, 1 Mei 2026 21:11 WIB

Jumat Malam yang Mencekam di Tamansari Bandung: Massa Serba Hitam Kocar-kacir Diterjang Aparat

Jumat, 1 Mei 2026 21:07 WIB

UMKM Pangan Sulit Tembus Ekspor? Ledia Hanifa Ungkap Rahasia di Balik Kemasan Produk

Jumat, 1 Mei 2026 20:58 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 4 Winger + 1 Kiper Masuk Radar Persib, Siapa Paling Dekat Gabung?
  • Jumat Malam yang Mencekam di Tamansari Bandung: Massa Serba Hitam Kocar-kacir Diterjang Aparat
  • UMKM Pangan Sulit Tembus Ekspor? Ledia Hanifa Ungkap Rahasia di Balik Kemasan Produk
  • Heboh Link Video Bandar Membara, Identitas Pemeran Terungkap
  • Buntut Aksi May Day, Pos Polisi di Tamansari Bandung Hangus Dibakar Massa
  • Status SPM Muncul di 4 Bank, Bansos 2026 Segera Masuk Rekening
  • PANAS! 1 Sudah Deal, Ini Daftar Lengkap Target Transfer Persib Bandung
  • Rumah Anisa Rahma Eks Cherybelle Kebakaran, 3.500 Al-Qur’an Tak Tersentuh Api
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 2 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Sebut 3 DPO Hasil Karya Ilmiah Sudirman, Sang Kakak Ungkap Fakta Mengejutkan

By SusanaRabu, 10 Juli 2024 12:35 WIB2 Mins Read
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Mantan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi menyebutkan jika ketiga DPO kasus pembunuhan Eky dan Vina di Cirebon dinilai fiktif karena hasil karya ilmiah salah satu terpidana, Sudirman.

Sudirman dalam konstruksi penanganan kasus pembunuhan Eky dan Vina dijadikan saksi mahkota, sejak penyidikan di Polres Ciko (Cirebon Kota) hingga Polda Jabar di tahun 2016 dan 2024.

Dedi Mulyadi menuturkan jika tercetusnya tiga nama DPO, yakni Pegi, Andi, dan Deni itu merupakan hasil karya ilmiah Sudirman.

“Kenapa disebut karya ilmiah Sudirman, karena imajinasi Sudirman atau se asal sebut itu menjadi putusan hukum, kan menjadi karya ilmiah itu,” tuturnya, dikutip dari Instagram @dedimulyadi76, Rabu (10/7/2024).

Baca Juga:  Viral Adu Argumen Wabup Garut vs Warga, Menantu Dedi Mulyadi Dinilai Baperan

Untuk itu, Dedi Mulyadi menilai putusan hukum terhadap ketiga DPO tersebut tak akan pernah bertemu bahkan sampai kiamat sekali pun.

“Jadi putusan hukum terhadap 3 DPO ini sampai kiamat gak akan ketemu. Nanti akan ketemu banyak korban Dani, korban Andi, korban Pegi, termasuk Cecep yang ada di Cianjur,” ujarnya.

Bukan tanpa alasan, Dedi Mulyadi menilai Sudirman memberikan jawaban imajinasi tersebut.

Sebelumnya, Dedi Mulyadi sempat bertemu dengan kakak dari Sudirman yang bernama Beni dan mengungkapkan fakta mengejutkan.

Baca Juga:  Pegi Setiawan Bebas! Hakim Putuskan Penetapan Tersangka Tidak Sah

Kepada Dedi Mulyadi, Beni pun menceritakan tentang adiknya. Sudirman, sering disebut idiot oleh anak-anak sebayanya.

Hal ini karena Sudirman dinilai tidak normal seperti anak lainnya. Dia mengalami keterbelakangan mental, bahkan disebut sebagai setengah gila.

“Adik saya kondisinya begitu. Orang Cirebon menyebut idiot atau oon. Kalau bicara tidak nyambung. Ada kelainan,” tutur Beni, dikutip dari YouTube Kang Dedi Mulyadi, Rabu (10/7/2024).

Sebagai bukti bahwa Sudirman menderita keterbelakangan mental ditunjukan dengan kelulusannya dari sekolah dasar atau SD.

“Kalau anak-anak normal, lulus SD di usia 12 tahun. Adik saya, karena ada gangguan mental, lulus SD di usia 17 tahun,” ujarnya.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Targetkan Rp5 Triliun untuk Pembangunan Infrastruktur Jabar

Karena keterbelakangan mental, Beni mengakui adiknya sering jadi sasaran bully anak-anak sebayanya. Sering disuruh-suruh, dan mau saja, meski kadang-kadang jadi sasaran iseng teman sebayanya.

Adapun terkait penyebutan ketiga DPO tersebut, Beni mengungkapkan jika Sudirman dan Pegi Setiawan itu sebaya. Bahkan sering terlihat main bersama. Namun sekolahnya berbeda.

“Pegi itu di SD Kelandakan I, Sudirman di Kelandakan II. Namun masih satu kompleks sekolahan. Meski beda SD, namanya anak-anak satu kampung, sering terlihat main bareng dengan teman sebaya lainnya juga,” paparnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi DPO fakta keterbelakangan mental Pegi Setiawan Sudirman
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Jumat Malam yang Mencekam di Tamansari Bandung: Massa Serba Hitam Kocar-kacir Diterjang Aparat

UMKM Pangan Sulit Tembus Ekspor? Ledia Hanifa Ungkap Rahasia di Balik Kemasan Produk

Buntut Aksi May Day, Pos Polisi di Tamansari Bandung Hangus Dibakar Massa

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Status SPM Muncul di 4 Bank, Bansos 2026 Segera Masuk Rekening

Roblox

Waspada! BNPT Bongkar Modus ‘Digital Grooming’ Terorisme di Game Roblox

Ngeri! Detik-detik Pemotor dan Pejalan Kaki di Cimahi Nyaris Tertemper Kereta, Petugas Sampai Lari

Terpopuler
  • Link Video Viral Vell Blunder Durasi Panjang, Waspada Modus Phising!
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Link Asli Video Bandar Membara Full Durasi, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
  • Gebrakan Mewah di Bursa Transfer: Persib Bandung Incar Bintang-bintang Eks Eropa
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.