Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Viral video ukhti mukena pink.

Waspada! Mukena Pink Viral Bisa Jadi Jebakan Digital, Jangan Klik Link Asal

Selasa, 17 Maret 2026 20:39 WIB

Ini Modus Ustaz SAM Diduga Pelecehan Santri, Janji Beasiswa Jadi Alat Kepercayaan

Selasa, 17 Maret 2026 20:21 WIB

Video Ibu Tiri dan Anak Tiri di Sawit Muncul di TikTok, Ada Link Telegram?

Selasa, 17 Maret 2026 20:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Waspada! Mukena Pink Viral Bisa Jadi Jebakan Digital, Jangan Klik Link Asal
  • Ini Modus Ustaz SAM Diduga Pelecehan Santri, Janji Beasiswa Jadi Alat Kepercayaan
  • Video Ibu Tiri dan Anak Tiri di Sawit Muncul di TikTok, Ada Link Telegram?
  • Persib di Puncak Klasemen, Bojan Hodak Sebut Super League Masuk Periode Penentu
  • Suaranya Mirip Dubbing Iklan, Ibu-Ibu Viral Ini Maki Pengunjung Minimarket Pakai Bahasa ‘Naskah Sinetron’!
  • Kapan Lebaran 2026? Ini Prediksi Terbaru, Bisa Berbeda Tanggal!
  • Kata Inara Rusli Soal Video Syur: Akui Ada Rekaman, Bantah Tuduhan Perzinaan
  • Waktu Maghrib Kota Bandung Hari Ini Jam Berapa? Jangan Lewatkan Doa Buka Puasa
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 17 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi: Rakyat dan Politisi Sama-sama Buas dan Serakah

By Aga GustianaSabtu, 23 Agustus 2025 17:25 WIB2 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di tengah sorotan kasus OTT Immanuel Ebenezer, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengeluarkan pernyataan mengejutkan yang menyamakan perilaku koruptif politisi dengan masyarakat umum.

Peristiwa ini terjadi saat Kang Dedi menghadiri seminar dan expo Hilirisasi Agroforestri Berbasis Sukun di Bale Sawala, Universitas Padjajaran, Sumedang.

Rakyat dan Politisi, Sama-sama Serakah

Dalam seminar tersebut, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa sifat serakah dan koruptif tidak hanya melekat pada elite politik, tetapi juga ditemukan pada rakyat biasa, hanya berbeda pada tingkat kekuasaan.

“Rakyat ini sama dengan kita, sama buasnya, sama serakahnya cuma beda tingkatan kekuasaannya,” ujar Dedi Mulyadi dikutip dari Instagram @pembasmi.kehaluan.reall pada Sabtu (23/8/2025).

Baca Juga:  Warga Karawang Kecewa ke Dedi Mulyadi, Jembatan Bailey Ambruk dalam 3 Minggu

Menurut Dedi, pengalamannya hidup dan bekerja di tengah masyarakat selama bertahun-tahun membuatnya memahami karakter rakyat secara mendalam.

“Karena, saya hidup dengan mereka. Saya tahu karakter mereka,” tambah Kang Dedi.

Contoh Nyata Penyalahgunaan Fasilitas

Dedi Mulyadi mencontohkan beberapa kasus konkret yang ditemuinya di lapangan. Salah satunya adalah penyalahgunaan fasilitas gratis yang diberikan pemerintah.

“Ketika dikasih lapak satu, mereka ngambil lima,” jelasnya, menyoroti perilaku mengambil lebih dari hak yang seharusnya diterima.

Selain itu, Kang Dedi juga menceritakan pengalaman menata pasar. Fasilitas pasar gratis yang seharusnya digunakan secara langsung oleh pedagang, justru disewakan kembali untuk keuntungan pribadi.

Baca Juga:  Jadi Beban! Dedi Mulyadi Ungkap 9 BUMN Nunggak Utang Rp3,7 Triliun ke BJB

“Saya pernah kasih pasar gratis, pasar yang dia punya disewakan. Terus dia dagang di trotoar,” ungkapnya.

Korupsi dan Nepotisme Ada di Semua Tingkatan

Dari pengalaman tersebut, Dedi Mulyadi menyimpulkan bahwa bibit-bibit korupsi dan nepotisme bukan hanya ada di politik, melainkan juga tertanam di masyarakat luas. Ia menekankan perlunya perbaikan kultur secara menyeluruh, dari atas hingga bawah.

“Jadi, sifat korupsi, sifat nepotisme tidak hanya milik politisi kayak Dedi Mulyadi tapi rakyat juga memilikinya,” kata Dedi.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Atur Ketat Izin Perjalanan Dinas Kepala Daerah Jabar

Respons Warganet

Pernyataan Kang Dedi memicu beragam tanggapan dari warganet. Beberapa setuju, sementara yang lain memberi kritik.

“Gimana ya pak, mungkin (tidak membenarkan) mereka gitu karena keadaan. Tidak difasilitasi, enggak punya kesempatan, enggak disejahterakan. Coba mulai dulu dari kalian yang gampang berubah. Kalian sesulit apa sih sampai harus korupsi?” tulis @dewdew***.

“Gini amat punya pejabat,” komentar @rmdhn***.

“Aku sependapat dengan bapak, enggak usah jauh-jauh pak. Saudara sendiri aja serakah, apalagi sama warisan,” imbuh @rajum***.

“Bener, beda porsinya aja, Semua tentang kesempatan,” tambah @miss***.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi jawa barat Keserakahan korupsi Politisi Rakyat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ini Modus Ustaz SAM Diduga Pelecehan Santri, Janji Beasiswa Jadi Alat Kepercayaan

Kapan Lebaran 2026? Ini Prediksi Terbaru, Bisa Berbeda Tanggal!

Waktu Maghrib Kota Bandung Hari Ini Jam Berapa? Jangan Lewatkan Doa Buka Puasa

Polisi Umumkan Tol Gedebage Dibuka 24 Jam saat Arus Mudik Lebaran 2026

Laba Tembus Rp1,15 Triliun, bank bjb Buktikan Ketahanan Finansial di Tengah Gejolak Ekonomi 2025

Bukan Sembarang Prajurit! Prada Nawawi Harumkan Indonesia di Langit Libya, Netizen: Tentara Allah!

Terpopuler
  • Viral Video Kebun Sawit Ibu Tiri vs Anak Tiri, Apa Isinya? Hati-hati Jebakan Batman!
  • Video Aksi Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Viral, Link Diburu Netizen
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Netizen Penasaran! Video Mukena Pink ‘No Sensor’ Viral, Banyak yang Buru Link Aslinya
  • Kronologi dan Isi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit yang Viral
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Hati-hati! Link Video Viral Mukena Pink ‘No Sensor’ Bisa Sebarkan Malware
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.