bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyoroti layanan pembayaran pajak kendaraan di Kantor Samsat Kota Bandung yang dinilai masih kurang optimal.
Dalam retret hari kedua di Magelang, Dedi membagikan pengalamannya saat mengunjungi Kantor Samsat di Jalan Pajajaran, Kota Bandung.
Ia menyoroti dua persoalan utama yang menurutnya perlu segera dibenahi. Pertama, Dedi mengkritik kinerja aplikasi SAPAWARGA yang dianggap lemot dan menyulitkan wajib pajak.
“Kemarin saya ke Kantor Samsat Kota Bandung yang ada di Pajajaran, kemarin saya lihat ada dua hal yang bisa dilakukan, yang pertama aplikasinya harus dibenerin yang SAPAWARGA itu, karena lemot, pas diisi NIK nya bisa berhari-hari, gak muncul, gak kelar sehingga orang bayar pajak terlambat,” ungkap Dedi, dikutip dari Instagram @dedimulyadi71, Sabtu (22/2/2025).
Untuk itu, Dedi menekankan pentingnya peningkatan kualitas server aplikasi agar mampu melayani masyarakat dengan lebih efisien.
“Nah nanti harus segera dibenahi, harus diperkuat servernya, jangan kalah sama gojek,” tambahnya.
Usulan Pembayaran Pajak Harian
Selain soal teknis aplikasi, Dedi juga mengusulkan inovasi baru dalam sistem pembayaran pajak kendaraan.
Ia mengusulkan agar pembayaran pajak bisa dilakukan secara harian, sehingga tidak memberatkan masyarakat.
Menurutnya, penerapan sistem cicilan harian dapat menjadi solusi efektif untuk membantu wajib pajak memenuhi kewajiban mereka tanpa merasa terbebani.
“Yang keduanya, bayar pajak harus diciptain harian, kan kalo bayar mobil sekala 7 juta berat, tapi kalo harian nyicil, sedikit-sedikit,” tandasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











