Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Liverpool Diuji Wrexham! Rekor Tak Terkalahkan Red Dragons Jadi Ancaman Besar

Rabu, 29 Juli 2026 11:02 WIB

Balsa Sekulic Pecah Telur! Gol Perdana Antar Persib Lolos ke Semifinal Piala Presiden 2026

Rabu, 29 Juli 2026 10:34 WIB

Job Fair Bandung 2026: Sediakan 3.019 Lowongan Kerja, Ini Jadwal dan Cara Daftarnya

Rabu, 29 Juli 2026 10:12 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Liverpool Diuji Wrexham! Rekor Tak Terkalahkan Red Dragons Jadi Ancaman Besar
  • Balsa Sekulic Pecah Telur! Gol Perdana Antar Persib Lolos ke Semifinal Piala Presiden 2026
  • Job Fair Bandung 2026: Sediakan 3.019 Lowongan Kerja, Ini Jadwal dan Cara Daftarnya
  • Siapa Nabila Gardena? Selebgram Lulusan ITB Ini Terseret Kasus Korupsi Timah Rp300 Triliun
  • Tembus Semifinal Piala Presiden 2026, Pelatih Persib Puji Mental Pemain Muda dan Singgung Jadwal Padat
  • Mau Beli Emas Hari Ini? Simak Daftar Harga Perhiasan Terbaru 29 Juli 2026 Sebelum Naik Lagi
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
  • Penyaluran Bansos Segera Diuji Coba Lewat Koperasi Desa Merah Putih Akhir Agustus
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 29 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Jelang Ramadhan, Harga Cabai dan Ayam di Pasar Bandung Mulai Merangkak Naik

By Muhammad Rafki Razif KiransyahJumat, 13 Februari 2026 20:18 WIB3 Mins Read
Harga cabai rawit merah dan ayam potong di Pasar Kosambi Bandung mulai naik jelang Ramadhan 2026. Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sejumlah harga bahan pangan pokok di Pasar Kosambi, Kota Bandung, mulai mengalami kenaikan menjelang bulan suci Ramadhan. Kenaikan paling terasa terjadi pada komoditas cabai, terutama cabai rawit merah.

Pantauan di lokasi, Jumat (13/2/2026), aktivitas jual beli masih berlangsung normal. Namun para pedagang mengakui harga mulai bergerak naik dalam beberapa hari terakhir.

Dila (25), salah seorang pedagang sembako di Pasar Kosambi, mengatakan kenaikan sudah terlihat pada beberapa jenis cabai.

“Kalau untuk saat ini kenaikan sedikit. Misalnya cabai tanjung yang sempat dijual Rp30 ribu–Rp35 ribu per kilo, sekarang naik jadi Rp45 ribu. Cabai rawit merah dari Rp50 ribu sekarang jadi Rp100 ribu per kilo,” ujar Dila.

Menurutnya, lonjakan paling signifikan terjadi pada cabai rawit merah yang naik hingga dua kali lipat. Sementara untuk bawang merah dan bawang daun relatif masih stabil, meski berpotensi ikut terdorong naik.

Ia menilai faktor cuaca turut memengaruhi pasokan di tingkat petani.

“Barang yang ditanam itu kan dipengaruhi cuaca dan lingkungan. Jadi untuk ke depannya kita belum tahu pasti,” katanya.

Dila memprediksi harga kemungkinan masih akan meningkat mendekati Ramadhan karena permintaan biasanya melonjak sementara pasokan terbatas.

“Biasanya kalau mau masuk Ramadhan kebutuhan banyak, tapi barang sedikit. Kemungkinan besar naik lagi,” ujarnya.

Kenaikan harga ini turut berdampak pada daya beli masyarakat. Ia menyebut pembeli kini cenderung mengurangi jumlah belanja.

“Biasanya beli satu kilo, sekarang jadi setengah atau seperempat. Penjualan jadi berkurang kalau harga naik,” katanya.

Meski demikian, untuk stok barang, ia mengaku sudah mulai menambah persediaan menjelang Ramadhan.

“Kalau stok Alhamdulillah sudah mulai ditingkatkan, karena kebutuhannya juga banyak,” tambahnya.

Kenaikan juga terjadi pada komoditas ayam potong. Sopian (52), pedagang ayam di Pasar Kosambi, mengatakan harga ayam kini naik dari Rp38 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram.

“Sekarang sudah ada kenaikan, dari Rp38 ribu jadi Rp40 ribu per kilo,” ujarnya.

Ia menyebut harga tersebut untuk ayam ukuran normal. Menurutnya, kenaikan harga ayam menjelang Ramadhan merupakan pola yang hampir selalu terjadi setiap tahun.

“Kalau menjelang hari-hari raya pasti ada kenaikan. Sekarang lagi Rp40 ribu, ke depannya kemungkinan naik lagi, cuma belum tahu berapa,” katanya.

Untuk ketersediaan stok, Sopian memastikan dalam kondisi aman.

“Kalau soal ayam mah normal, aman. Stok biasa saja,” ujarnya.

Kenaikan harga pangan menjelang Ramadhan kerap dipicu meningkatnya permintaan masyarakat. Pedagang berharap pasokan tetap lancar agar lonjakan harga tidak terlalu tinggi dan daya beli warga tetap terjaga.

Dengan Ramadhan yang tinggal menghitung pekan, pergerakan harga di pasar tradisional seperti Pasar Kosambi menjadi perhatian, terutama pada komoditas yang menjadi kebutuhan utama masyarakat sehari-hari.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

harga ayam jelang Ramadhan 2026 harga cabai Pasar Kosambi harga cabai rawit merah naik Harga Pangan Kota Bandung kenaikan harga sembako Pasar Kosambi Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

3 Hari Lagi Cair! Gaji Pensiunan PNS Golongan 3 dan 4 Masuk Rekening, Ini Besaran yang Diterima

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Jangan Sampai Terlewat! Cara Cek Bansos Kemensos 2026 Secara Online, Cukup Pakai NIK KTP

Begal

10 Hari Diburu Polisi, Begal Sadis Majalaya Akhirnya Tertangkap Usai Lukai Buruh Pabrik

Harga Bahan Pokok di Bandung Terpantau Stabil, Komoditas Cabai Kompak Turun

Heboh! Layar Videotron Publik Tiba-tiba Putar Konten Tak Senonoh

Fakta di Balik Video Viral Bendera Setengah Tiang di Tasikmalaya Jelang HUT RI

Terpopuler
  • Korps Alumni KNPI Jabar Bentuk Badan Advokasi untuk Kawal Tata Kelola Pemerintahan dan Cegah Korupsi
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Bali Is Not Your Home! Viral WNA Gelar Event Lari Ekslusif, Warga Lokal Dilarang Ikut?
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.