bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa tidak boleh ada pihak yang mengatasnamakan apa pun dalam berurusan dengan birokrasi atau aspek politik di lingkungan pemerintahan, termasuk di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
“Tidak boleh siapapun mengatasnamakan apapun berurusan dengan satu birokrasi. Yang kedua, aspek-aspek politik, bukan hanya BJB loh,” ujar Dedi, dikutip dari Instagram @muhamadaufaaltamis, Kamis (13/3/2025).
Dedi juga mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat, BUMD akan menjalani audit investigatif yang tidak hanya mencakup Bank BJB, tetapi juga BUMD lainnya di Jabar. Audit ini bertujuan untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan daerah.
“BUMD ini sebentar lagi akan diaudit, auditnya investigatif. Di luar BJB pun akan dilakukan audit investigatif,” tambahnya.
Menurut Dedi, hasil dari audit ini nantinya hanya memiliki dua rekomendasi utama: perbaikan atau penutupan.
“Audit investigatif itu rekomendasinya nanti hanya dua, satu perbaikan, dua ditutup,” tegasnya.
Lebih lanjut, Dedi menegaskan bahwa selama masa kepemimpinannya, ia tidak pernah melibatkan pihak tertentu dalam lobi-lobi politik atau kepentingan di dalam pemerintahan.
“Jadi, Anda bisa melihat, selama saya memimpin ada gak orang di samping saya untuk urusan lobi sana lobi sini? Gak ada. Andai kata pun ada, itu bukan dari saya,” ujarnya.
Dedi bahkan meminta siapa saja yang mengetahui adanya praktik lobi-lobi mencurigakan untuk segera melaporkan ke pihak berwenang dan mempublikasikannya di media sosial.
“Silakan laporkan siapa namanya, umumkan di media sosial,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Ketua KPK Setyo Budiyanto mengonfirmasi bahwa lembaganya telah menerbitkan surat perintah penyidikan (sprindik) terkait dugaan korupsi di Bank BJB.
Kasus ini juga turut menyeret nama mantan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, yang rumahnya di Bandung telah digeledah oleh KPK sebagai bagian dari penyelidikan.
Hingga saat ini, KPK telah menetapkan lima tersangka yang berasal dari kalangan penyelenggara negara dan pihak swasta.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










