Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jangan Bingung Cari Makan Malam! 5 Tempat Kuliner Bandung Ini Bisa Jadi Pilihan

Rabu, 23 September 2026 20:29 WIB

Turis Belanda Tewas di Hotel Grand Preanger Bandung, Polisi Ungkap Kondisi Jasad Korban

Rabu, 23 September 2026 20:16 WIB

Persib Punya 29 Pemain, Tapi 7 Laga Menanti! Maung Bandung Dihantui Ancaman Cedera

Rabu, 23 September 2026 20:07 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jangan Bingung Cari Makan Malam! 5 Tempat Kuliner Bandung Ini Bisa Jadi Pilihan
  • Turis Belanda Tewas di Hotel Grand Preanger Bandung, Polisi Ungkap Kondisi Jasad Korban
  • Persib Punya 29 Pemain, Tapi 7 Laga Menanti! Maung Bandung Dihantui Ancaman Cedera
  • Marselino Ferdinan Merapat ke Persija! Eks Oxford United Siap Buru Gelar Juara
  • Indonesia Bungkam Thailand 3-1, Tiket Final Asian Games 2026 di Tangan!
  • Geger Sara Wijayanto Gugat Cerai Demian, Kisah Lama 2012 Kembali Meledak dan Disebut ‘Karma’
  • Viral Plang Larangan Merokok Ancaman Denda Rp50 Juta di Pantai Pangandaran
  • Teguran Knalpot Brong Berujung Berdarah, 2 Pria di Bojongsoang Ditangkap Polisi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 23 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bukan Hanya Gedung Pakuan, Anggaran Rumah Jabatan Gubernur Biayai 4 Kantor Dedi Mulyadi

By Aga GustianaSenin, 15 September 2025 11:48 WIB2 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: bukamata.id/M Rafki)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kepala Biro Administrasi dan Pimpinan (Adpim) Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Akhmad Taufiqurrahman, mengungkap secara terbuka penggunaan anggaran rumah jabatan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Menurutnya, semula anggaran yang tercantum mencapai Rp14 miliar per tahun. Namun, atas instruksi gubernur, jumlah itu dipangkas hingga berada di bawah Rp13 miliar.

Alokasi Anggaran Rumah Jabatan

Akhmad menjelaskan, dana tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi kebutuhan rumah dinas semata, melainkan untuk membiayai berbagai pos operasional.

“Untuk gaji non-ASN teknis, makan-minum tamu, belanja bibit dan bunga, cenderamata tamu, ATK, cetakan, alat listrik, langganan listrik-air, perjalanan dinas tim, dan lain sebagainya,” paparnya dikutip dari Instagram Dedi Mulyadi @dedimulyadi71, Senin (15/9/2025).

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Bakal Sulap Gedung Pakuan Bandung Jadi Museum Tatar Sunda

Lebih lanjut, Akhmad menegaskan bahwa anggaran itu mencakup operasional sejumlah kantor wilayah gubernur, antara lain:

  • Bale Pakuan Pajajaran di Kota Bogor.
  • Bale Sri Baduga di Kabupaten Purwakarta.
  • Bale Jaya Dewata di Kota Cirebon.
  • Bale Dewa Niskala di Kabupaten Garut.

“Anggaran-anggaran tersebut tidak hanya digunakan di Gedung Pakuan Bandung yang saat ini dijadikan salah satu kantor wilayah kerja gubernur, tapi juga digunakan untuk empat kantor wilayah kerja gubernur lainnya,” tambahnya.

Gubernur Tak Gunakan Rumah Dinas

Sejak awal menjabat, Gubernur Dedi Mulyadi memilih tidak menempati Gedung Pakuan sebagai rumah dinas. Ia tetap tinggal di rumah pribadinya di Lembur Pakuan, Subang, dan seluruh kebutuhan rumah tangganya ditanggung secara pribadi.

Baca Juga:  Program Barak Militer Dipolisikan, Dedi Mulyadi: Caper!

“Untuk gubernur sendiri, sesuai arahan beliau sejak menjabat, tidak akan menggunakan Gedung Pakuan menjadi rumah dinas beliau. Beliau tetap tinggal di rumah kediaman pribadi, dan segala kebutuhan rumah tangga tersebut ditanggung sendiri oleh beliau,” jelas Akhmad.

KDM Dorong Efisiensi Anggaran

Tidak berhenti di situ, pria yang akrab disapa KDM atau Kang Dedi Mulyadi itu bahkan meminta pemangkasan lebih lanjut. Hal tersebut ia sampaikan dalam rapat bersama Akhmad serta Kepala Bappeda Jabar, Dedi Mulyadi (nama sama, berbeda orang), pada awal September 2025.

Baca Juga:  LPG Nonsubsidi Meroket, Dedi Mulyadi Ajak Warga Jabar Beralih ke Kayu Bakar

“Yang lain selain perjalanan dinas, apa yang bisa digeser?” tanya KDM saat rapat tersebut.

Kepala Bappeda kemudian menyebutkan adanya pos natura, mencakup konsumsi hingga peralatan kebersihan untuk lima kantor gubernur. Semula, anggaran natura selama empat bulan (September–Desember 2025) ditetapkan sebesar Rp1,281 miliar. Namun, KDM kembali memangkasnya menjadi Rp1,225 miliar.

“1,225 (miliar rupiah) saja enggak apa-apa karena itu bukan untuk saya, (melainkan) untuk pemeliharaan kantor,” tegas KDM.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Gubernur Jabar jawa barat Pemprov Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Turis Belanda Tewas di Hotel Grand Preanger Bandung, Polisi Ungkap Kondisi Jasad Korban

Viral Plang Larangan Merokok Ancaman Denda Rp50 Juta di Pantai Pangandaran

Teguran Knalpot Brong Berujung Berdarah, 2 Pria di Bojongsoang Ditangkap Polisi

Misteri Hilangnya Kapal Angkut 5 Jurnalis: Kapolda Banten Ungkap Kronologi hingga Identifikasi ABK

Evakuasi Dramatis KM Virgo Transport 8: Penyelam Pecahkan Kaca Kamar Kapal, Puluhan Jenazah Korban Terjebak

Pemkot Bandung Koordinasikan Pengelolaan Becak Listrik, Bahas Titik Operasi hingga Pengisian Daya

Terpopuler
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.