Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Viral Gelang Emas 41 Gram Milik Pasien Diduga Raib di RSUD Cideres Majalengka

Selasa, 27 Oktober 2026 18:24 WIB

Sejajar Al Nassr, Persib Tembus Peringkat 22 Poin Klub AFC

Selasa, 27 Oktober 2026 18:05 WIB

Merasa Terpukul Atas Meninggalnya Arief, Bos Persib Minta Bobotoh Tahan Diri dan Jangan Balas Dendam

Selasa, 27 Oktober 2026 17:26 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Viral Gelang Emas 41 Gram Milik Pasien Diduga Raib di RSUD Cideres Majalengka
  • Sejajar Al Nassr, Persib Tembus Peringkat 22 Poin Klub AFC
  • Merasa Terpukul Atas Meninggalnya Arief, Bos Persib Minta Bobotoh Tahan Diri dan Jangan Balas Dendam
  • 5 Kuliner Bandung Viral 2026 yang Bikin Antre, Harga Mulai Rp8 Ribuan!
  • Tepis Penolakan Warga, DPKP Bandung Tegaskan Skatepark Taman Teuku Umar Hanya 30 Persen
  • Sudah Terdaftar Bansos Tahap 4? Cek di cekbansos.kemensos.go.id Pakai NIK
  • Dua Pemain Muda Persib Dipanggil Timnas U-20, Siap Uji Coba Lawan Amerika Serikat
  • Pabrik Obat Keras Ilegal di Kopo Bandung Diduga Raup Rp8 Miliar Sehari, 10 Orang Jadi Tersangka
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 27 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

LPG Nonsubsidi Meroket, Dedi Mulyadi Ajak Warga Jabar Beralih ke Kayu Bakar

By Aga GustianaSelasa, 21 April 2026 16:57 WIB2 Mins Read
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Foto: bukamata.id/ M. Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kenaikan harga LPG nonsubsidi yang cukup signifikan memaksa masyarakat untuk memutar otak dalam mengatur dapur mereka. Menanggapi fenomena ini, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melontarkan gagasan agar warga mulai memanfaatkan potensi energi alternatif yang tersedia di lingkungan sekitar, mulai dari kayu bakar hingga pemanfaatan limbah ternak.

Langkah ini dipandang sebagai respons realistis di tengah melambungnya harga gas ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram yang resmi ditetapkan oleh PT Pertamina Patra Niaga.

“Kita di daerah mendorong untuk masyarakat menggunakan energi yang lainnya, bukan hanya menggunakan LPG, tapi juga bisa menggunakan misalnya, di daerah perkampungan, banyak kayu bakar, pakai kayu bakar,” kata Dedi di Bandung, Selasa (21/4/2026).

Baca Juga:  Salat Id Pindah ke Gedung Sate, Pemprov Jabar Kejar Kekhusyukan Ibadah

Dorong Inovasi Berbasis Kearifan Lokal

Dedi menekankan bahwa ketergantungan yang terlalu tinggi pada satu sumber energi seperti LPG membuat masyarakat rentan terdampak fluktuasi harga global. Baginya, masyarakat Indonesia, khususnya di Jawa Barat, memiliki kreativitas untuk mengolah sumber daya lain, termasuk mengubah kotoran sapi menjadi biogas yang lebih ekonomis.

Baca Juga:  Rumahnya Dibongkar, Aktor Senior Ini Ngadu ke Dedi Mulyadi

Ia optimis bahwa penyesuaian gaya hidup dan pemanfaatan teknologi tepat guna bisa menjadi kunci bertahan di tengah beban ekonomi yang meningkat.

“Jadi, memang kita harus berusaha menyesuaikan dengan tingkat kemampuan kebutuhan kita, dan saya meyakini warga Indonesia ini warga yang inovatif dan cerdas,” ucapnya.

Rincian Kenaikan Harga LPG

Sebagai informasi, tekanan ekonomi ini dipicu oleh kebijakan PT Pertamina Patra Niaga yang mengerek harga gas nonsubsidi. Saat ini, tabung 12 kilogram dibanderol seharga Rp 228 ribu, sebuah lonjakan tajam sebesar 18,75 persen.

Baca Juga:  Budaya Adat Jadi Prioritas, Jabar Segera Terapkan Peradilan Adat di Desa

Kondisi serupa terjadi pada varian gas 5,5 kilogram yang kini harus ditebus warga dengan harga Rp 107 ribu. Kenaikan ini pun memicu kekhawatiran akan terjadinya migrasi besar-besaran pengguna gas nonsubsidi ke gas melon 3 kilogram yang diperuntukkan bagi warga prasejahtera.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi jawa barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Viral Gelang Emas 41 Gram Milik Pasien Diduga Raib di RSUD Cideres Majalengka

Tepis Penolakan Warga, DPKP Bandung Tegaskan Skatepark Taman Teuku Umar Hanya 30 Persen

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Sudah Terdaftar Bansos Tahap 4? Cek di cekbansos.kemensos.go.id Pakai NIK

Pabrik Obat Keras Ilegal di Kopo Bandung Diduga Raup Rp8 Miliar Sehari, 10 Orang Jadi Tersangka

Wali Kota Salurkan Santunan untuk Korban Pengeroyokan Pasar Caringin, Dua Orang Tewas

peredaran narkoba

Jenguk Warga Binaan, Pengunjung Lapas Banceuy Kedapatan Bawa Sabu di Ikat Rambut

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Lomba Coding SD-SMP 2026 Dibuka, Siswa Ditantang Bikin Solusi Bencana Alam
  • Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.