Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Ngeri! Truk Batu Bara Patah As di Rancabali Bandung, 6 Kendaraan Saling Hantam

Kamis, 6 Agustus 2026 14:05 WIB

Misi Sejarah Persib di Final Piala Presiden 2026, Ini Pesan Penting Umuh Muchtar

Kamis, 6 Agustus 2026 13:56 WIB
bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos Agustus 2026 Cair! Cek Nama Penerima PKH dan BPNT dengan NIK KTP

Kamis, 6 Agustus 2026 13:19 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Ngeri! Truk Batu Bara Patah As di Rancabali Bandung, 6 Kendaraan Saling Hantam
  • Misi Sejarah Persib di Final Piala Presiden 2026, Ini Pesan Penting Umuh Muchtar
  • Bansos Agustus 2026 Cair! Cek Nama Penerima PKH dan BPNT dengan NIK KTP
  • Sekolah Digembok, Ratusan Siswa SDN 026 Bojongloa Bandung Dipulangkan Paksa
  • Perebutan Juara 3 Piala Presiden 2026! Persija Tantang Arema FC, Siapa Lebih Unggul?
  • Kode Redeem FF 6 Agustus 2026 Terbaru Hari Ini, Klaim Skin Senjata dan Bundle Gratis
  • Beauty Warehouse Sale Makeupuccino Hadir di Cimahi, Diskon hingga 80 Persen dan Hadirkan 100 Ribu Produk Kecantikan
  • Panduan Lengkap Bantuan Beras 30 Kg Agustus 2026: Jadwal Penyaluran, Kriteria, dan Cara Cek Penerima
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 6 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kebijakannya Dinilai Kontroversial, Dedi Mulyadi Minta Maaf

By SusanaMinggu, 16 Maret 2025 19:00 WIB2 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: Biro Adpim Jabar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyadari bahwa kebijakan yang diambilnya sejak menjabat tidak bisa menyenangkan semua pihak.

Salah satu kebijakan yang menuai pro dan kontra adalah larangan study tour bagi pelajar SMA dan SMK di Jabar.

Keputusan ini menimbulkan beragam tanggapan, terutama dari para siswa dan orang tua yang menganggap study tour sebagai bagian dari pengalaman pendidikan.

Namun, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi beban ekonomi keluarga serta meminimalkan risiko perjalanan bagi siswa.

Selain larangan study tour, kebijakan lain yang menarik perhatian adalah penataan ulang kawasan wisata di Puncak, Bogor.

Selama ini, Puncak menjadi destinasi favorit wisatawan, tetapi juga kerap dikaitkan dengan berbagai masalah lingkungan, termasuk banjir bandang yang berdampak pada wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek).

Salah satu langkah nyata yang dilakukan Dedi adalah membongkar objek wisata Hibisc Fantasy Puncak, yang dikelola oleh anak perusahaan BUMD Jabar, Jaswita.

Keputusan ini memicu reaksi dari berbagai pihak, terutama mereka yang berkepentingan dengan industri wisata di kawasan tersebut.

Minta Maaf, tapi Tetap Tegas

Menyadari ada pihak yang keberatan dengan kebijakannya, Dedi Mulyadi menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya pada Minggu (16/3/2025), ia mengakui bahwa setiap keputusan pasti akan menimbulkan pro dan kontra.

“Mohon maaf kepada semuanya. Berbagai langkah yang saya lakukan mungkin tidak bisa menyenangkan semua pihak,” ujar Dedi dalam pernyataannya.

Namun, ia menegaskan bahwa kebijakan yang diambil semata-mata demi kepentingan masyarakat luas, bukan hanya segelintir orang.

“Seorang pemimpin harus membuat keputusan yang membawa manfaat bagi banyak orang, bukan hanya untuk kelompok tertentu. Pro dan kontra itu hal yang wajar dalam setiap kebijakan,” lanjutnya.

Tetap Berkomitmen

Meski menghadapi kritik, Dedi Mulyadi memastikan bahwa dirinya akan tetap konsisten dalam menjalankan kebijakan yang dianggap perlu untuk masyarakat Jabar.

Baginya, seorang pemimpin harus berani mengambil keputusan yang berdampak jangka panjang, meskipun ada pihak yang merasa dirugikan.

“Yang penting, saya akan terus bekerja dan mengambil langkah terbaik bagi masyarakat luas,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi kebijakan minta maaf
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ngeri! Truk Batu Bara Patah As di Rancabali Bandung, 6 Kendaraan Saling Hantam

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos Agustus 2026 Cair! Cek Nama Penerima PKH dan BPNT dengan NIK KTP

Sekolah Digembok, Ratusan Siswa SDN 026 Bojongloa Bandung Dipulangkan Paksa

Beauty Warehouse Sale Makeupuccino Hadir di Cimahi, Diskon hingga 80 Persen dan Hadirkan 100 Ribu Produk Kecantikan

Rancangan Anggaran Jabar 2027 Disepakati, DPRD Dorong APBD Lebih Transparan dan Efektif

PHK Massal PT Namnam Fashion Industries Jadi Alarm Industri Jawa Barat

Terpopuler
  • FOTO: Dedikasi Tanpa Batas Tim Medis Mengawal Keselamatan Laga Piala Presiden 2026
  • 16 Bakal Calon Presidium MW KAHMI Jabar Jalani Verifikasi, Siapkan Pemimpin Baru Periode 2026-2031
  • Pengelola Harian SixNine Buka Suara soal Dugaan Penebangan Pohon di Jalan Riau: Kami Hanya Jalankan Operasional
  • Cara Nonton Link Live Streaming Persib vs Tampines Rovers Malam Ini di Piala Presiden 2026
  • Gebrakan atau Kontroversi? Polemik Hadiah Tangkap Begal ala Dedi Mulyadi di Tengah Resah Warga Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.