Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Usai Bruno Fernandes, Kini Joao Neves dan Kekasihnya Jadi Sasaran Amuk Pendukung Cristiano Ronaldo

Jumat, 19 Juni 2026 21:40 WIB

Mirip Film Sci-Fi! Arab Saudi Bangun Danau Air Tawar Raksasa Senilai Rp125 Triliun di Tengah Gurun Pasir

Jumat, 19 Juni 2026 21:20 WIB

Heboh Video Viral Cut Salwa, Ini Klarifikasi dan Fakta yang Beredar

Jumat, 19 Juni 2026 21:03 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Usai Bruno Fernandes, Kini Joao Neves dan Kekasihnya Jadi Sasaran Amuk Pendukung Cristiano Ronaldo
  • Mirip Film Sci-Fi! Arab Saudi Bangun Danau Air Tawar Raksasa Senilai Rp125 Triliun di Tengah Gurun Pasir
  • Heboh Video Viral Cut Salwa, Ini Klarifikasi dan Fakta yang Beredar
  • Bikin Nonton Bola Makin Nyata, Gadget Unik di Kepala Wasit Piala Dunia 2026 Ini Ternyata Punya Fungsi Canggih
  • Mengejutkan! Kreator Konten Kini Wajib Punya NIB, Ini Aturan Terbarunya
  • Solusi HP Lemot: Cara Membersihkan Penyimpanan Android Tanpa Perlu Uninstal Aplikasi
  • Heboh Arti Warna Kontak WhatsApp, Benarkah Tanda Nomor Kita Dihapus atau Diblokir? Ini Faktanya!
  • Bansos Beras 20 Kg dan Minyak Goreng 4 Liter Cair hingga Akhir Juni, Ini Cara Cek Nama Penerima
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 19 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kebijakannya Dinilai Kontroversial, Dedi Mulyadi Minta Maaf

By SusanaMinggu, 16 Maret 2025 19:00 WIB2 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: Biro Adpim Jabar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyadari bahwa kebijakan yang diambilnya sejak menjabat tidak bisa menyenangkan semua pihak.

Salah satu kebijakan yang menuai pro dan kontra adalah larangan study tour bagi pelajar SMA dan SMK di Jabar.

Keputusan ini menimbulkan beragam tanggapan, terutama dari para siswa dan orang tua yang menganggap study tour sebagai bagian dari pengalaman pendidikan.

Namun, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi beban ekonomi keluarga serta meminimalkan risiko perjalanan bagi siswa.

Selain larangan study tour, kebijakan lain yang menarik perhatian adalah penataan ulang kawasan wisata di Puncak, Bogor.

Baca Juga:  Penerbangan Susi Air Bandung-Jogja Resmi Dibuka, Harapan Baru Kebangkitan Bandara Husein Sastranegara

Selama ini, Puncak menjadi destinasi favorit wisatawan, tetapi juga kerap dikaitkan dengan berbagai masalah lingkungan, termasuk banjir bandang yang berdampak pada wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek).

Salah satu langkah nyata yang dilakukan Dedi adalah membongkar objek wisata Hibisc Fantasy Puncak, yang dikelola oleh anak perusahaan BUMD Jabar, Jaswita.

Keputusan ini memicu reaksi dari berbagai pihak, terutama mereka yang berkepentingan dengan industri wisata di kawasan tersebut.

Baca Juga:  Belum Ada Kepastian Cawagub, Bima Arya Doakan Dedi Mulyadi Segera Dapat Jodoh

Minta Maaf, tapi Tetap Tegas

Menyadari ada pihak yang keberatan dengan kebijakannya, Dedi Mulyadi menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya pada Minggu (16/3/2025), ia mengakui bahwa setiap keputusan pasti akan menimbulkan pro dan kontra.

“Mohon maaf kepada semuanya. Berbagai langkah yang saya lakukan mungkin tidak bisa menyenangkan semua pihak,” ujar Dedi dalam pernyataannya.

Namun, ia menegaskan bahwa kebijakan yang diambil semata-mata demi kepentingan masyarakat luas, bukan hanya segelintir orang.

“Seorang pemimpin harus membuat keputusan yang membawa manfaat bagi banyak orang, bukan hanya untuk kelompok tertentu. Pro dan kontra itu hal yang wajar dalam setiap kebijakan,” lanjutnya.

Baca Juga:  Usung Dedi Mulyadi Jadi Cagub Jabar, Golkar Siapkan Kejutan untuk Ridwan Kamil

Tetap Berkomitmen

Meski menghadapi kritik, Dedi Mulyadi memastikan bahwa dirinya akan tetap konsisten dalam menjalankan kebijakan yang dianggap perlu untuk masyarakat Jabar.

Baginya, seorang pemimpin harus berani mengambil keputusan yang berdampak jangka panjang, meskipun ada pihak yang merasa dirugikan.

“Yang penting, saya akan terus bekerja dan mengambil langkah terbaik bagi masyarakat luas,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi kebijakan minta maaf
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Mengejutkan! Kreator Konten Kini Wajib Punya NIB, Ini Aturan Terbarunya

Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi! Roy Suryo dan Dr Tifa Resmi Diamankan Polisi

Diduga Hilang Konsentrasi, Angkot Berisi Belasan Pelajar Terjungkal di Jalan Menanjak Jatinangor

Topeng Normalitas sang Buronan: Membaca Kelihaian Pelaku Penyekap Wanita Bandung yang Licin dari Kepungan Polisi

Padam Listrik

Pemadaman PLN Bikin Traffic Light Bandung Lumpuh, Ini Dampaknya

Begal

Detik-detik Mencekam Ojol Diburu Begal Bersenjata di Lengkong, Korban Luka Parah!

Terpopuler
  • Heboh Cut Salwa Viral! Warganet Ramai Cari Link Video ‘No Sensor’, Begini Fakta yang Terungkap
  • Perkuat Edukasi dan Aksi Sosial, Yayasan Jalan Surga Gandeng bukamata.id Sebarkan Nilai Kebaikan
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
  • Heboh Video Cut Salwa Viral! Warganet Penasaran, Sebenarnya Isinya Apa?
  • Merasa Ditipu Janji Manis Asuransi, Mantan Pangdam Ngamuk Saldo Rp520 Juta Terjun Bebas Jadi Rp263 Juta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.