Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Teja Paku Alam Dukung Penuh Timnas Indonesia, Singgung Beratnya Lawan Thailand

Senin, 5 Oktober 2026 11:36 WIB

Diduga Sopir Mabuk, Honda City Terjun ke Parit di Bulevar Raya Summarecon Bandung

Senin, 5 Oktober 2026 11:30 WIB

Traffic Light Mati, Dishub Pasang CCTV dan Bandung Targetkan Pulih 1–2 Minggu

Senin, 5 Oktober 2026 11:14 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Teja Paku Alam Dukung Penuh Timnas Indonesia, Singgung Beratnya Lawan Thailand
  • Diduga Sopir Mabuk, Honda City Terjun ke Parit di Bulevar Raya Summarecon Bandung
  • Traffic Light Mati, Dishub Pasang CCTV dan Bandung Targetkan Pulih 1–2 Minggu
  • Detik-Detik Pekerja Tertimbun Tanah dan Batu saat Perbaiki Kirmir Sungai Cijalupang
  • 4 Assist Lawan Bangladesh, Ole Romeny Malah Diragukan Main di Final Indonesia vs Thailand
  • Jelang Duel Port FC vs Persib, Maung Bandung Kehilangan Banyak Pemain! Ini Daftarnya
  • Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Stabil, Antam Rp2,613 Juta dan UBS Rp2,530 Juta per Gram
  • Detik-detik Mencekam Kebakaran Ponpes di Cirebon, Warga dan Santri Bahu-membahu Padamkan Api Pakai Ember
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 5 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kebijakannya Dinilai Kontroversial, Dedi Mulyadi Minta Maaf

By SusanaMinggu, 16 Maret 2025 19:00 WIB2 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: Biro Adpim Jabar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyadari bahwa kebijakan yang diambilnya sejak menjabat tidak bisa menyenangkan semua pihak.

Salah satu kebijakan yang menuai pro dan kontra adalah larangan study tour bagi pelajar SMA dan SMK di Jabar.

Keputusan ini menimbulkan beragam tanggapan, terutama dari para siswa dan orang tua yang menganggap study tour sebagai bagian dari pengalaman pendidikan.

Namun, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi beban ekonomi keluarga serta meminimalkan risiko perjalanan bagi siswa.

Selain larangan study tour, kebijakan lain yang menarik perhatian adalah penataan ulang kawasan wisata di Puncak, Bogor.

Baca Juga:  Mayday 2025, Buruh Jabar Desak Dedi Mulyadi Selesaikan 4 Masalah Krusial

Selama ini, Puncak menjadi destinasi favorit wisatawan, tetapi juga kerap dikaitkan dengan berbagai masalah lingkungan, termasuk banjir bandang yang berdampak pada wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek).

Salah satu langkah nyata yang dilakukan Dedi adalah membongkar objek wisata Hibisc Fantasy Puncak, yang dikelola oleh anak perusahaan BUMD Jabar, Jaswita.

Keputusan ini memicu reaksi dari berbagai pihak, terutama mereka yang berkepentingan dengan industri wisata di kawasan tersebut.

Baca Juga:  Sepadan, Pengamat Sebut Dedi Mulyadi Punya Kans Lawan Ridwan Kamil di Pilgub Jabar

Minta Maaf, tapi Tetap Tegas

Menyadari ada pihak yang keberatan dengan kebijakannya, Dedi Mulyadi menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya pada Minggu (16/3/2025), ia mengakui bahwa setiap keputusan pasti akan menimbulkan pro dan kontra.

“Mohon maaf kepada semuanya. Berbagai langkah yang saya lakukan mungkin tidak bisa menyenangkan semua pihak,” ujar Dedi dalam pernyataannya.

Namun, ia menegaskan bahwa kebijakan yang diambil semata-mata demi kepentingan masyarakat luas, bukan hanya segelintir orang.

“Seorang pemimpin harus membuat keputusan yang membawa manfaat bagi banyak orang, bukan hanya untuk kelompok tertentu. Pro dan kontra itu hal yang wajar dalam setiap kebijakan,” lanjutnya.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Ajak Kepala Daerah Terpilih di Jabar Sejahterakan Warga

Tetap Berkomitmen

Meski menghadapi kritik, Dedi Mulyadi memastikan bahwa dirinya akan tetap konsisten dalam menjalankan kebijakan yang dianggap perlu untuk masyarakat Jabar.

Baginya, seorang pemimpin harus berani mengambil keputusan yang berdampak jangka panjang, meskipun ada pihak yang merasa dirugikan.

“Yang penting, saya akan terus bekerja dan mengambil langkah terbaik bagi masyarakat luas,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi kebijakan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Diduga Sopir Mabuk, Honda City Terjun ke Parit di Bulevar Raya Summarecon Bandung

Traffic Light Mati, Dishub Pasang CCTV dan Bandung Targetkan Pulih 1–2 Minggu

Sungai Cikapundung

Detik-Detik Pekerja Tertimbun Tanah dan Batu saat Perbaiki Kirmir Sungai Cijalupang

Detik-detik Mencekam Kebakaran Ponpes di Cirebon, Warga dan Santri Bahu-membahu Padamkan Api Pakai Ember

Ambisi Digital Rp3,5 T vs Keadilan Ekologis: Sisi Gelap Proyek AI Data Center Jatiluhur

Buku Perlinsos Sepanjang Hayat: Panduan Lengkap Semua Perlindungan Sosial di era Presiden Prabowo

Terpopuler
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
  • Badai di Tubuh KORMI Bandung: Hibah Seret, Kudeta Kepengurusan, hingga Sentilan Guru Besar UPI
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.