Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Misteri WNA Belanda Tewas di Hotel Bandung, Ditemukan dalam Bathtub

Senin, 21 September 2026 19:38 WIB
Kuliner Majalengka legendaris yang wajib dicoba

Jangan Cuma Jalakotek! Ini 5 Kuliner Legendaris Majalengka yang Wajib Dicoba

Senin, 21 September 2026 19:36 WIB

Investor Dubai Lirik Wisata Bandung Barat, Ada Peluang Investasi Besar di Lembang

Senin, 21 September 2026 19:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Misteri WNA Belanda Tewas di Hotel Bandung, Ditemukan dalam Bathtub
  • Jangan Cuma Jalakotek! Ini 5 Kuliner Legendaris Majalengka yang Wajib Dicoba
  • Investor Dubai Lirik Wisata Bandung Barat, Ada Peluang Investasi Besar di Lembang
  • Isu Karim Benzema hingga Kebutuhan Lini Depan, Begini Respons Tegas Pelatih Persib Bandung
  • Jejak Dakwah Syekh Ibrahim Al Madani, Muazin Masjidil Haram yang Tutup Usia Usai Lantunkan Azan Fajar
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • Gebrakan MMA Indonesia! Vallensia Fahira Hotmauli Sumbang Medali di Asian Games 2026
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 22 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kisruh Pembongkaran Bangunan Liar di Bekasi: Protes Kades ke KDM Berubah Jadi Dukungan

By Aga GustianaJumat, 14 Maret 2025 19:18 WIB2 Mins Read
Kades Srijaya
Kades Srijaya Canih Hermansyah. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pembongkaran bangunan liar di bantaran Kali Sepak, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada Jumat (14/3/2025) sempat mendapat penolakan dari Kepala Desa Srijaya, Canih Hermansyah.

Canih menilai langkah yang diambil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dilakukan secara sepihak tanpa sosialisasi dan peringatan sebelumnya.

Protes Keras Kades Srijaya

Canih dengan lantang menentang kebijakan pembongkaran tersebut dan menyebut Dedi sebagai pemimpin yang otoriter.

Menurutnya, tindakan pembongkaran ini tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) karena tidak ada surat teguran maupun sosialisasi kepada warga terdampak.

“Kalau bikin ramai untuk apa? Ini cuma bikin keruh suasana. Pak Gubernur menjalankan pemerintahan seperti otoriter, mentang-mentang dia gubernur tidak melihat keadaan,” ujar Canih.

Baca Juga:  Salat Id Pindah ke Gedung Sate, Pemprov Jabar Kejar Kekhusyukan Ibadah

Ia bahkan membandingkan tindakan ini dengan era penjajahan, karena menurutnya, warga dipaksa meninggalkan bangunan mereka tanpa pemberitahuan sebelumnya.

“Ini negara, bukan negara jajahan. Kita sudah merdeka. SOP itu harus dijalankan sesuai prosedurnya,” tegasnya.

Dedi Mulyadi Tawarkan Solusi

Namun, situasi berubah ketika Dedi Mulyadi turun langsung ke lokasi dan berbincang dengan warga terdampak. Didampingi Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang dan Kapolres Metro Bekasi Kombes Mustofa, Dedi menjanjikan bantuan untuk membangun kembali warung warga di lokasi lain.

“Nanti kalau Bapak bikin warung baru, saya bangunkan warungnya oleh Pemprov Jabar. Siap setuju kan?” tanya Dedi kepada warga yang terdampak.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Soroti Kasus Taufik Hidayat, Minta Pengawasan Lingkungan dan Keluarga Diperketat

“Siap, Pak,” jawab salah satu warga.

Dedi kemudian menjelaskan bahwa pembongkaran ini bertujuan untuk mengurangi banjir dan membersihkan tumpukan sampah di Kali Sepak.

“Pengin kan warga di sini enggak banjir, enggak numpuk sampah, rapi dan bersih? Jadi setuju saya bongkar?” tanyanya lagi.

“Setuju, Pak,” ujar warga dengan kompak.

Sikap Kades Berubah

Setelah mendapat dukungan dari warga, Dedi pun mencari Canih dan menanyakan kembali sikapnya terkait pembongkaran ini.

“Mana yang tadi agak marah sama saya? Pak Kades, setuju kan?” tanya Dedi.

Kades yang awalnya menolak keras tiba-tiba melunak dan menyatakan setuju dengan catatan ada penggantian.

Baca Juga:  Susunan Tim Pemenangan Dedi-Erwan di Pilgub Jabar, Ada Nama Sule hingga Doel Sumbang

“Setuju kalau ada penggantian,” ujar Canih.

Ia kemudian menyatakan dukungannya terhadap program yang dijalankan Dedi.

“Alhamdulillah, jadi saya mendukung program Pak Gubernur,” imbuhnya.

Namun, Dedi dengan tegas meluruskan bahwa ini bukanlah program pribadinya, melainkan untuk kepentingan masyarakat setempat.

“Bukan program saya, program Bapak. Kan yang kebanjiran Bapak, bukan saya,” ujar Dedi dengan nada tegas.

Setelah adu argumen, Dedi berusaha mencairkan suasana dengan bercanda dan bahkan sempat memijat punggung Canih, yang akhirnya meredakan ketegangan. Dengan adanya solusi yang ditawarkan, pembongkaran pun berjalan lebih kondusif dengan persetujuan semua pihak.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bekasi Dedi Mulyadi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Misteri WNA Belanda Tewas di Hotel Bandung, Ditemukan dalam Bathtub

Investor Dubai Lirik Wisata Bandung Barat, Ada Peluang Investasi Besar di Lembang

Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor

Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership

RS Premier Bintaro Gunakan Robotic Navigation untuk Bedah Tulang Belakang Lebih Presisi

Investasi Rp800 Miliar Pasar Baru Bandung Ditinjau Ulang, Pemkot Buka Opsi Investor Baru

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.