Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jawa Barat Siaga Kemarau Ekstrem 2026: Lebih Kering dan Panjang dari Biasanya!

Rabu, 15 April 2026 08:48 WIB

Rumah Layak untuk Rakyat: Sinergi bank bjb dan Kementerian PKP Luncurkan BSPS 2026 di Jawa Barat

Rabu, 15 April 2026 07:47 WIB

Lari Gratis di Surabaya! bank bjb Bagi-Bagi Tiket Suroboyo 10K Lewat Program Nabung Seru

Rabu, 15 April 2026 07:43 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jawa Barat Siaga Kemarau Ekstrem 2026: Lebih Kering dan Panjang dari Biasanya!
  • Rumah Layak untuk Rakyat: Sinergi bank bjb dan Kementerian PKP Luncurkan BSPS 2026 di Jawa Barat
  • Lari Gratis di Surabaya! bank bjb Bagi-Bagi Tiket Suroboyo 10K Lewat Program Nabung Seru
  • Perkuat Likuiditas Nasional, bank bjb Sabet Penghargaan Bergengsi di SPPA BEI Award 2025
  • Geger Lagu Erika di ITB: Saat Nyanyian Mahasiswa Tambang Berujung Tudingan Normalisasi Pelecehan
  • Hasil Liga Champions: Dua Kandidat Juara Resmi Angkat Koper!
  • Update! Kode Redeem FF 15 April 2026: Klaim Skin M1887 Langka dan Bundle Spesial Musim Semi
  • Viral BSU Rp600 Ribu April 2026, Kemnaker Tegaskan Ini Faktanya!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 15 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kisruh Pembongkaran Bangunan Liar di Bekasi: Protes Kades ke KDM Berubah Jadi Dukungan

By Aga GustianaJumat, 14 Maret 2025 19:18 WIB2 Mins Read
Kades Srijaya
Kades Srijaya Canih Hermansyah. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pembongkaran bangunan liar di bantaran Kali Sepak, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada Jumat (14/3/2025) sempat mendapat penolakan dari Kepala Desa Srijaya, Canih Hermansyah.

Canih menilai langkah yang diambil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dilakukan secara sepihak tanpa sosialisasi dan peringatan sebelumnya.

Protes Keras Kades Srijaya

Canih dengan lantang menentang kebijakan pembongkaran tersebut dan menyebut Dedi sebagai pemimpin yang otoriter.

Menurutnya, tindakan pembongkaran ini tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) karena tidak ada surat teguran maupun sosialisasi kepada warga terdampak.

“Kalau bikin ramai untuk apa? Ini cuma bikin keruh suasana. Pak Gubernur menjalankan pemerintahan seperti otoriter, mentang-mentang dia gubernur tidak melihat keadaan,” ujar Canih.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Klaim Rumahnya Dua Kali Diteror Ular King Kobra, Ada Apa?

Ia bahkan membandingkan tindakan ini dengan era penjajahan, karena menurutnya, warga dipaksa meninggalkan bangunan mereka tanpa pemberitahuan sebelumnya.

“Ini negara, bukan negara jajahan. Kita sudah merdeka. SOP itu harus dijalankan sesuai prosedurnya,” tegasnya.

Dedi Mulyadi Tawarkan Solusi

Namun, situasi berubah ketika Dedi Mulyadi turun langsung ke lokasi dan berbincang dengan warga terdampak. Didampingi Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang dan Kapolres Metro Bekasi Kombes Mustofa, Dedi menjanjikan bantuan untuk membangun kembali warung warga di lokasi lain.

“Nanti kalau Bapak bikin warung baru, saya bangunkan warungnya oleh Pemprov Jabar. Siap setuju kan?” tanya Dedi kepada warga yang terdampak.

Baca Juga:  Dana Operasional Rp28 Miliar Disorot, Dedi Mulyadi Tegaskan untuk Kepentingan Rakyat

“Siap, Pak,” jawab salah satu warga.

Dedi kemudian menjelaskan bahwa pembongkaran ini bertujuan untuk mengurangi banjir dan membersihkan tumpukan sampah di Kali Sepak.

“Pengin kan warga di sini enggak banjir, enggak numpuk sampah, rapi dan bersih? Jadi setuju saya bongkar?” tanyanya lagi.

“Setuju, Pak,” ujar warga dengan kompak.

Sikap Kades Berubah

Setelah mendapat dukungan dari warga, Dedi pun mencari Canih dan menanyakan kembali sikapnya terkait pembongkaran ini.

“Mana yang tadi agak marah sama saya? Pak Kades, setuju kan?” tanya Dedi.

Kades yang awalnya menolak keras tiba-tiba melunak dan menyatakan setuju dengan catatan ada penggantian.

Baca Juga:  KDM: Investasi Berjalan Baik, Alam Harus Tetap Terjaga

“Setuju kalau ada penggantian,” ujar Canih.

Ia kemudian menyatakan dukungannya terhadap program yang dijalankan Dedi.

“Alhamdulillah, jadi saya mendukung program Pak Gubernur,” imbuhnya.

Namun, Dedi dengan tegas meluruskan bahwa ini bukanlah program pribadinya, melainkan untuk kepentingan masyarakat setempat.

“Bukan program saya, program Bapak. Kan yang kebanjiran Bapak, bukan saya,” ujar Dedi dengan nada tegas.

Setelah adu argumen, Dedi berusaha mencairkan suasana dengan bercanda dan bahkan sempat memijat punggung Canih, yang akhirnya meredakan ketegangan. Dengan adanya solusi yang ditawarkan, pembongkaran pun berjalan lebih kondusif dengan persetujuan semua pihak.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bekasi Dedi Mulyadi Kades
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Jawa Barat Siaga Kemarau Ekstrem 2026: Lebih Kering dan Panjang dari Biasanya!

Rumah Layak untuk Rakyat: Sinergi bank bjb dan Kementerian PKP Luncurkan BSPS 2026 di Jawa Barat

Perkuat Likuiditas Nasional, bank bjb Sabet Penghargaan Bergengsi di SPPA BEI Award 2025

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Viral BSU Rp600 Ribu April 2026, Kemnaker Tegaskan Ini Faktanya!

Heboh! Lagu ‘Erika’ Mahasiswa ITB Viral di X, Lirik Dinilai Mengandung Pelecehan

Nyawa Taruhannya! Nekat Ajak Balita Mendaki Hingga Hipotermia: Pelajaran Mahal untuk Orang Tua

Terpopuler
  • Link Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Part 2 Viral, Hati-Hati Bisa Bobol Rekening
  • Link Video Diburu Netizen, Fakta di Balik Ibu Tiri vs Anak Tiri Terbongkar
  • Terungkap! Rahasia di Balik Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Bikin Geger
  • Update Kode Redeem FF 12 April 2026: Buruan Ambil Skin Titan & Emote Langka Hari Ini!
  • Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri, Fakta Asli dari Kebun Sawit hingga Dapur Terungkap
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.