Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Gas Pol Skuadmu! Tukar Kode Redeem FF Terbaru 5 Juni 2026, Siap-Siap Kebagian Skin Epik Gratis

Jumat, 5 Juni 2026 06:00 WIB

Cut Salwa Jadi Sorotan Publik, Klaim Video Viral Masih Belum Terbukti

Jumat, 5 Juni 2026 05:00 WIB
bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

BLT Dana Desa hingga Rp300 Ribu Cair, Cek Jadwal Bansos Juni 2026

Jumat, 5 Juni 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Gas Pol Skuadmu! Tukar Kode Redeem FF Terbaru 5 Juni 2026, Siap-Siap Kebagian Skin Epik Gratis
  • Cut Salwa Jadi Sorotan Publik, Klaim Video Viral Masih Belum Terbukti
  • BLT Dana Desa hingga Rp300 Ribu Cair, Cek Jadwal Bansos Juni 2026
  • Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Warganet Ramai Cari Fakta Sebenarnya
  • Banjir Pemain Gratis! Klaim Kode Redeem FC Mobile Besok Jumat 5 Juni 2026, Ambil Paket Card Premium
  • Klaim Hadiah Gratis! Intip Daftar Kode Redeem FF Jumat 5 Juni 2026, Ada Skin Senjata Langka
  • Ogah Cuma Numpang Lewat di Asia, Manajemen Persib Beberkan Rencana Besar di Musim Depan
  • Konflik Sarwendah dan Ruben Onsu Memanas, Pendiri Cherrybelle Bongkar Fakta Mengejutkan?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 5 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kisruh Pembongkaran Bangunan Liar di Bekasi: Protes Kades ke KDM Berubah Jadi Dukungan

By Aga GustianaJumat, 14 Maret 2025 19:18 WIB2 Mins Read
Kades Srijaya
Kades Srijaya Canih Hermansyah. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pembongkaran bangunan liar di bantaran Kali Sepak, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada Jumat (14/3/2025) sempat mendapat penolakan dari Kepala Desa Srijaya, Canih Hermansyah.

Canih menilai langkah yang diambil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dilakukan secara sepihak tanpa sosialisasi dan peringatan sebelumnya.

Protes Keras Kades Srijaya

Canih dengan lantang menentang kebijakan pembongkaran tersebut dan menyebut Dedi sebagai pemimpin yang otoriter.

Menurutnya, tindakan pembongkaran ini tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) karena tidak ada surat teguran maupun sosialisasi kepada warga terdampak.

“Kalau bikin ramai untuk apa? Ini cuma bikin keruh suasana. Pak Gubernur menjalankan pemerintahan seperti otoriter, mentang-mentang dia gubernur tidak melihat keadaan,” ujar Canih.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Pertimbangkan Revisi Kerja Sama dengan TNI AD

Ia bahkan membandingkan tindakan ini dengan era penjajahan, karena menurutnya, warga dipaksa meninggalkan bangunan mereka tanpa pemberitahuan sebelumnya.

“Ini negara, bukan negara jajahan. Kita sudah merdeka. SOP itu harus dijalankan sesuai prosedurnya,” tegasnya.

Dedi Mulyadi Tawarkan Solusi

Namun, situasi berubah ketika Dedi Mulyadi turun langsung ke lokasi dan berbincang dengan warga terdampak. Didampingi Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang dan Kapolres Metro Bekasi Kombes Mustofa, Dedi menjanjikan bantuan untuk membangun kembali warung warga di lokasi lain.

“Nanti kalau Bapak bikin warung baru, saya bangunkan warungnya oleh Pemprov Jabar. Siap setuju kan?” tanya Dedi kepada warga yang terdampak.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Targetkan Rp5 Triliun untuk Pembangunan Infrastruktur Jabar

“Siap, Pak,” jawab salah satu warga.

Dedi kemudian menjelaskan bahwa pembongkaran ini bertujuan untuk mengurangi banjir dan membersihkan tumpukan sampah di Kali Sepak.

“Pengin kan warga di sini enggak banjir, enggak numpuk sampah, rapi dan bersih? Jadi setuju saya bongkar?” tanyanya lagi.

“Setuju, Pak,” ujar warga dengan kompak.

Sikap Kades Berubah

Setelah mendapat dukungan dari warga, Dedi pun mencari Canih dan menanyakan kembali sikapnya terkait pembongkaran ini.

“Mana yang tadi agak marah sama saya? Pak Kades, setuju kan?” tanya Dedi.

Kades yang awalnya menolak keras tiba-tiba melunak dan menyatakan setuju dengan catatan ada penggantian.

Baca Juga:  Banjir Bogor Makin Parah, Dedi Mulyadi Desak PTPN Stop Alih Fungsi Lahan

“Setuju kalau ada penggantian,” ujar Canih.

Ia kemudian menyatakan dukungannya terhadap program yang dijalankan Dedi.

“Alhamdulillah, jadi saya mendukung program Pak Gubernur,” imbuhnya.

Namun, Dedi dengan tegas meluruskan bahwa ini bukanlah program pribadinya, melainkan untuk kepentingan masyarakat setempat.

“Bukan program saya, program Bapak. Kan yang kebanjiran Bapak, bukan saya,” ujar Dedi dengan nada tegas.

Setelah adu argumen, Dedi berusaha mencairkan suasana dengan bercanda dan bahkan sempat memijat punggung Canih, yang akhirnya meredakan ketegangan. Dengan adanya solusi yang ditawarkan, pembongkaran pun berjalan lebih kondusif dengan persetujuan semua pihak.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bekasi Dedi Mulyadi Kades
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

BLT Dana Desa hingga Rp300 Ribu Cair, Cek Jadwal Bansos Juni 2026

Authentic Blast Bandung: 6 Dekade Vans Dirayakan sebagai Simbiosis Liar Seni, Musik, dan Skate

Musim Kemarau 2026, Seluruh Kelurahan di Cimahi Berpotensi Alami Krisis Air Bersih

Detik-Detik Truk Tangki Terbakar di Cisumdawu, Arus Lalu Lintas Tersendat

Sadis! Lansia di Cigadung Ditodong Cutter, Polisi Ungkap Modusnya

Punya Aset Rp9 Miliar, Segini Rincian Kekayaan Eks Kepala Badan Gizi Dadan Hindayana

Terpopuler
  • Video Cut Salwa Ramai Dicari di TikTok dan X, Ini Fakta yang Sebenarnya
  • Video Rok Hijau Tosca di Dapur Viral! Ini Fakta Sebenarnya di TikTok
  • Video ‘Rok Hijau Tosca’ 3 Menit Bikin Heboh Warganet, Ternyata Ini yang Terjadi
  • Video ‘Rok Hijau 3 Menit’ Viral, Link Mencurigakan Mulai Menjebak Warganet
  • Tren Viral TikTok Meledak! Video Misterius Rok Hijau Jadi Buruan Netizen, Waspada Link Palsu
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.