Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Mental Juara Maung Bandung Diuji! Mutombo Kirim Pesan Keras Jelang Hadapi Persija Jakarta

Selasa, 4 Agustus 2026 06:00 WIB

Chat WhatsApp Makin Penuh? Fitur Baru Ini Bisa Otomatis Bersihkan Pesan Promosi

Selasa, 4 Agustus 2026 03:00 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bansos Agustus 2026 Cair! Cek Daftar Bantuan yang Masuk Rekening, Ada PKH hingga Beras 10 Kg

Selasa, 4 Agustus 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Mental Juara Maung Bandung Diuji! Mutombo Kirim Pesan Keras Jelang Hadapi Persija Jakarta
  • Chat WhatsApp Makin Penuh? Fitur Baru Ini Bisa Otomatis Bersihkan Pesan Promosi
  • Bansos Agustus 2026 Cair! Cek Daftar Bantuan yang Masuk Rekening, Ada PKH hingga Beras 10 Kg
  • Padang Dikepung Banjir Bandang: Ratusan Rumah Terendam, Warga Dievakuasi Dini Hari
  • Dedi Mulyadi Pastikan Gasibu Siap untuk Upacara HUT Ke-81 RI, Penataan Ditarget Rampung 10 Agustus
  • Balsa Sekulic Sesumbar! Persib Siap Singkirkan Persija dan Rebut Tiket Final Piala Presiden 2026
  • Dedi Mulyadi Desak Bersih-bersih Internal Pemkot Bandung, ASN Lalai Awasi Penebangan Pohon Harus Disanksi
  • Owner Padela Bantah Lapangannya Berisik: Sudah Pasang Peredam, Warga Lain Tak Ada yang Komplain
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 4 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kisruh Pembongkaran Bangunan Liar di Bekasi: Protes Kades ke KDM Berubah Jadi Dukungan

By Aga GustianaJumat, 14 Maret 2025 19:18 WIB2 Mins Read
Kades Srijaya
Kades Srijaya Canih Hermansyah. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pembongkaran bangunan liar di bantaran Kali Sepak, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada Jumat (14/3/2025) sempat mendapat penolakan dari Kepala Desa Srijaya, Canih Hermansyah.

Canih menilai langkah yang diambil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dilakukan secara sepihak tanpa sosialisasi dan peringatan sebelumnya.

Protes Keras Kades Srijaya

Canih dengan lantang menentang kebijakan pembongkaran tersebut dan menyebut Dedi sebagai pemimpin yang otoriter.

Menurutnya, tindakan pembongkaran ini tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) karena tidak ada surat teguran maupun sosialisasi kepada warga terdampak.

“Kalau bikin ramai untuk apa? Ini cuma bikin keruh suasana. Pak Gubernur menjalankan pemerintahan seperti otoriter, mentang-mentang dia gubernur tidak melihat keadaan,” ujar Canih.

Ia bahkan membandingkan tindakan ini dengan era penjajahan, karena menurutnya, warga dipaksa meninggalkan bangunan mereka tanpa pemberitahuan sebelumnya.

“Ini negara, bukan negara jajahan. Kita sudah merdeka. SOP itu harus dijalankan sesuai prosedurnya,” tegasnya.

Dedi Mulyadi Tawarkan Solusi

Namun, situasi berubah ketika Dedi Mulyadi turun langsung ke lokasi dan berbincang dengan warga terdampak. Didampingi Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang dan Kapolres Metro Bekasi Kombes Mustofa, Dedi menjanjikan bantuan untuk membangun kembali warung warga di lokasi lain.

“Nanti kalau Bapak bikin warung baru, saya bangunkan warungnya oleh Pemprov Jabar. Siap setuju kan?” tanya Dedi kepada warga yang terdampak.

“Siap, Pak,” jawab salah satu warga.

Dedi kemudian menjelaskan bahwa pembongkaran ini bertujuan untuk mengurangi banjir dan membersihkan tumpukan sampah di Kali Sepak.

“Pengin kan warga di sini enggak banjir, enggak numpuk sampah, rapi dan bersih? Jadi setuju saya bongkar?” tanyanya lagi.

“Setuju, Pak,” ujar warga dengan kompak.

Sikap Kades Berubah

Setelah mendapat dukungan dari warga, Dedi pun mencari Canih dan menanyakan kembali sikapnya terkait pembongkaran ini.

“Mana yang tadi agak marah sama saya? Pak Kades, setuju kan?” tanya Dedi.

Kades yang awalnya menolak keras tiba-tiba melunak dan menyatakan setuju dengan catatan ada penggantian.

“Setuju kalau ada penggantian,” ujar Canih.

Ia kemudian menyatakan dukungannya terhadap program yang dijalankan Dedi.

“Alhamdulillah, jadi saya mendukung program Pak Gubernur,” imbuhnya.

Namun, Dedi dengan tegas meluruskan bahwa ini bukanlah program pribadinya, melainkan untuk kepentingan masyarakat setempat.

“Bukan program saya, program Bapak. Kan yang kebanjiran Bapak, bukan saya,” ujar Dedi dengan nada tegas.

Setelah adu argumen, Dedi berusaha mencairkan suasana dengan bercanda dan bahkan sempat memijat punggung Canih, yang akhirnya meredakan ketegangan. Dengan adanya solusi yang ditawarkan, pembongkaran pun berjalan lebih kondusif dengan persetujuan semua pihak.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bekasi Dedi Mulyadi Kades
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bansos Agustus 2026 Cair! Cek Daftar Bantuan yang Masuk Rekening, Ada PKH hingga Beras 10 Kg

Padang Dikepung Banjir Bandang: Ratusan Rumah Terendam, Warga Dievakuasi Dini Hari

Dedi Mulyadi Pastikan Gasibu Siap untuk Upacara HUT Ke-81 RI, Penataan Ditarget Rampung 10 Agustus

Dedi Mulyadi Desak Bersih-bersih Internal Pemkot Bandung, ASN Lalai Awasi Penebangan Pohon Harus Disanksi

Owner Padela Bantah Lapangannya Berisik: Sudah Pasang Peredam, Warga Lain Tak Ada yang Komplain

Bukan Profesor, Mbah Riyan Tukang Bangunan dari Kudus Ini Diakui Ulama Al-Azhar Lewat Puluhan Kitab Tahqiq

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
  • Pengelola Harian SixNine Buka Suara soal Dugaan Penebangan Pohon di Jalan Riau: Kami Hanya Jalankan Operasional
  • Timnas Indonesia Bungkam Timor Leste dan Kuasai Puncak Klasemen Piala AFF 2026
  • Salip Elektabilitas Prabowo, Pintu RI 1 Terbuka Lebar untuk Dedi Mulyadi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.