Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib vs Dewa United Malam Ini, Bobotoh Wajib Tahu Aturan Stadion Si Jalak Harupat

Minggu, 11 Oktober 2026 15:15 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Jangan Panik! Ini Alasan Bansos Oktober 2026 Belum Cair dan Cara Mengatasinya

Minggu, 11 Oktober 2026 14:02 WIB

Dari Bubur Ayam hingga Nasi Goreng, Ini 5 Tempat Makan 24 Jam di Bandung

Minggu, 11 Oktober 2026 13:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib vs Dewa United Malam Ini, Bobotoh Wajib Tahu Aturan Stadion Si Jalak Harupat
  • Jangan Panik! Ini Alasan Bansos Oktober 2026 Belum Cair dan Cara Mengatasinya
  • Dari Bubur Ayam hingga Nasi Goreng, Ini 5 Tempat Makan 24 Jam di Bandung
  • Persib vs Dewa United: Igor Tolic Waspadai Egy, Tiga Pemain Maung Bandung Berpeluang Pulih
  • Chelsea Bantai Bournemouth 5-1, Henderson dan Joao Pedro Sama-sama Cetak Brace
  • Video Dugaan Bullying di Tel-U Viral, Satgas PPKPT Mulai Turun Tangan
  • Incess Bingung saat Live TikTok, Cerita Panik saat Pertama Kali Dapat Paus
  • Mau Nonton Persib vs Dewa United? Catat Lokasi dan Jam Tukar Tiketnya!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 11 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Program Barak Militer Dipolisikan, Dedi Mulyadi: Caper!

By SusanaMinggu, 8 Juni 2025 11:00 WIB2 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: Biro Adpim Jabar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang mengirimkan anak-anak nakal ke barak militer menuai kontroversi. Beberapa orang tua bahkan melaporkan Dedi ke Bareskrim Polri karena dinilai melanggar hak-hak anak.

Langkah hukum itu dipicu oleh kekhawatiran bahwa pendekatan berbasis militer tidak sesuai dengan prinsip perlindungan anak. Kasus ini pun menjadi sorotan publik dan menyulut perdebatan di berbagai lapisan masyarakat.

Pelaporan ke Bareskrim Polri: Bentuk Perlindungan atau Caper?

Seorang wali murid asal Bekasi, Adhel Setiawan, bersama Lembaga Bantuan Hukum Pendidikan Indonesia (LBH PI), melaporkan Dedi Mulyadi ke Bareskrim Polri. Laporan itu disampaikan pada Kamis (5/6/2025).

Baca Juga:  Kebijakan Dedi Mulyadi Picu Penolakan Daerah, Pakar: Ada Masalah Koordinasi Antarpemerintah

Dalam laporannya, Adhel menuding Dedi menyalahgunakan wewenang karena mengirim anak-anak ke barak militer. Ia membawa dokumen, video, serta bukti pemberitaan media sebagai bahan laporan.

Menariknya, anak Adhel sendiri tidak termasuk dalam kelompok yang dikirim ke barak militer. Namun, ia mengklaim tindakannya adalah langkah antisipatif demi melindungi hak anak-anak secara menyeluruh.

“Jangan sampai anak saya juga dibawa. Jadi, saya melapor bukan karena anak saya jadi korban, tetapi demi mencegah kebijakan ini meluas,” ujar Adhel.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Murka ke Pembawa Spanduk 'Selamatkan Persikas', Isu Penjualan Klub Menguat

Dedi Mulyadi: Ini Adalah Bentuk Cinta untuk Generasi Muda Jabar

Menanggapi laporan tersebut, Dedi Mulyadi bersikap tenang. Dalam unggahan media sosialnya, ia menyebut pelaporan itu hanya bentuk cari perhatian alias caper.

“Berbagai upaya untuk mempidanakan saya, kita hadapi dengan relaks saja. Mungkin mereka sedang ingin cari perhatian (caper),” tulis Dedi, Sabtu (7/6/2025).

Dedi menegaskan bahwa tujuannya semata-mata untuk mendidik anak-anak agar lebih disiplin dan bertanggung jawab. Ia ingin menciptakan generasi muda Jabar yang kuat dan berdaya saing global.

Baca Juga:  Polemik Poe Ibu Dedi Mulyadi: Antara Gotong Royong Lokal dan Beban Baru untuk Warga

Dedi Mulyadi Akan Lanjutkan Program Pembinaan Anak

Meski menuai kritik, Dedi memastikan akan tetap menjalankan program tersebut. Ia percaya bahwa langkah ini adalah bagian dari kecintaannya kepada masyarakat Jabar.

“Saya ingin generasi muda kita menguasai teknologi, industri, pertanian, hingga kewirausahaan. Itu semua dimulai dari pembinaan karakter yang kuat,” kata Dedi.

Selain barak militer, Dedi juga menggulirkan kebijakan jam malam, masuk sekolah lebih pagi, dan penghapusan PR. Semua itu dianggapnya sebagai reformasi pendidikan yang radikal namun dibutuhkan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

barak militer Dedi Mulyadi Pendidikan Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Jangan Panik! Ini Alasan Bansos Oktober 2026 Belum Cair dan Cara Mengatasinya

Video Dugaan Bullying di Tel-U Viral, Satgas PPKPT Mulai Turun Tangan

Viral Dugaan Bullying di Asrama Telkom University, Mahasiswa Pilih Tidur di Lobi

Ilustrasi tsunami

Efisiensi APBD Ancam Keselamatan Pesisir Jabar: Anggaran Mitigasi Tsunami Sangat Terbatas

Dua Anak Punk Hilang Misterius di Irigasi Johar Karawang Usai Terlibat Perkelahian

Soroti Jasa Medis Cuma Rp20 Ribu, Anggota DPRD Jabar Sentil Pemprov Soal MoU 65 Rumah Sakit

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?
  • SEJARAH! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Puasa Gelar 35 Tahun Berakhir
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.