bukamata.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelar acara Halal Bihalal 1446 H/2025 M pada Selasa (8/4/2025) pagi di Halaman Gedung Sate.
Kegiatan yang dihadiri seluruh jajaran pejabat pemerintahan ini dimanfaatkan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk menyampaikan arah baru kebijakan kerja di lingkungan Pemprov Jabar.
Dalam sambutannya, Dedi menegaskan perlunya perubahan pola kerja birokrasi yang selama ini dianggap terlalu seremonial dan minim dampak. Ia menolak cara kerja yang hanya fokus pada kehadiran formal tanpa tindak lanjut yang nyata bagi masyarakat.
“Saya tidak ingin pola kerja yang hanya datang, disambut tepuk tangan, lalu saat ada bencana hanya memberikan sembako, selfie, dan pulang. Saya tidak mau cara kerja seperti itu,” tegasnya.
Dedi menggambarkan peran pemerintah provinsi sebagai pihak yang seharusnya hadir di tengah masyarakat, menjadi penghubung dalam menghadapi kebuntuan birokrasi di daerah, bahkan hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Menurutnya, solusi atas permasalahan publik tidak bisa hanya dibahas di meja rapat, melainkan harus ditemukan langsung di lapangan.
Ia merumuskan tiga langkah strategis yang harus menjadi fokus Pemprov Jabar, yaitu: perlindungan, advokasi, dan kesejahteraan. Ketiganya, menurut Dedi, merupakan kunci dalam menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Gubernur juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi Jawa Barat sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia. Salah satunya adalah dampak dari perubahan sosial dan budaya akibat urbanisasi, terutama di wilayah penyangga Ibu Kota seperti Bekasi, Depok, Bogor, dan Karawang.
“Masyarakat di wilayah itu mengalami ketercerabutan budaya. Ekosistem ekonomi lokal hancur, sementara kesenjangan sosial semakin terlihat jelas,” ujarnya.
Dedi mencontohkan kondisi memprihatinkan sebagian warga yang hidup dalam kemiskinan ekstrem, tinggal di ruangan sempit berukuran 4×3 meter bersama lima kepala keluarga. Ia mengajak seluruh elemen pemerintahan untuk menjadikan kondisi ini sebagai alarm bersama.
“Ada anak-anak yang tidur berdesakan tapi masih bermimpi menjadi kapten kapal. Ini kenyataan yang tidak bisa kita abaikan,” tambahnya.
Lebih jauh, ia memaparkan bahwa target pembangunan yang dicanangkan di masa kepemimpinannya adalah percepatan drastis. “Yang biasanya dicapai dalam 100 tahun, saya ingin capai dalam 5 sampai 10 tahun,” tegasnya.
Rencana kerja Pemprov ke depan, lanjutnya, akan dipenuhi inovasi yang lahir dari pengamatan dan kehadiran langsung di tengah masyarakat. Ia menekankan bahwa solusi sejati tidak lahir dari rapat-rapat, melainkan dari konflik, kesulitan, dan bencana yang nyata.
“Langkah kerja kita dimulai dari perlindungan, dilanjutkan dengan advokasi, dan diakhiri dengan pencapaian kesejahteraan,” ucapnya.
Acara Halal Bihalal ini sekaligus menjadi ajang refleksi bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam membangun paradigma kerja yang lebih menyentuh langsung kehidupan masyarakat dan tidak sekadar bersifat administratif.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










