Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Siapa Terfi Meisya? Sosok Bocah Ajaib Lampung yang Bikin Atlet 78 Negara Takjub di World Junior Wushu 2026

Selasa, 31 Maret 2026 19:51 WIB
Ribuan pengemudi ojol melakukan aksi damai di depan Istana Merdeka, 20 Mei 2025.

Turun ke Jalan! Ratusan Ojol Protes Kebijakan Gerbang Unpad

Selasa, 31 Maret 2026 19:46 WIB

Idul Adha 2026 Diprediksi 27 Mei! Ini Jadwal Libur dan Long Weekend 6 Hari

Selasa, 31 Maret 2026 17:23 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Siapa Terfi Meisya? Sosok Bocah Ajaib Lampung yang Bikin Atlet 78 Negara Takjub di World Junior Wushu 2026
  • Turun ke Jalan! Ratusan Ojol Protes Kebijakan Gerbang Unpad
  • Idul Adha 2026 Diprediksi 27 Mei! Ini Jadwal Libur dan Long Weekend 6 Hari
  • Momen Emosional! Bojan Hodak Harap Frans Putros Tampil di Piala Dunia
  • Kabar Gembira! Pemerintah Pastikan Harga BBM Tidak Naik per 1 April 2026
  • Jangan Terkecoh! Fakta Mengejutkan di Balik Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri ‘No Sensor’
  • Drama di Stuttgart! Jerman Menang Tipis 2-1 atas Ghana lewat Gol Menit Akhir
  • Kebakaran Hebat di Cidadap Bandung! Satu Rumah Ludes Dilalap Api
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 31 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Tegaskan Samsat di Bogor Creative Center Demi Manfaat Publik

By Aga GustianaJumat, 16 Mei 2025 17:31 WIB2 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: Rafki R/bukamata.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menanggapi polemik pemanfaatan Gedung Bogor Creative Center (BCC) sebagai kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat). Ia menegaskan keputusan itu merupakan langkah strategis untuk memaksimalkan aset daerah yang selama ini terbengkalai.

Keputusan tersebut menuai beragam reaksi, termasuk penolakan dari sebagian pihak yang menilai pemanfaatan BCC sebagai Samsat tidak sesuai peruntukan awal. Namun, Dedi dengan tegas menyatakan bahwa gedung tersebut milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan sudah lama tidak dimanfaatkan secara optimal.

“Selama ini juga itu gedung kosong, Pak. Nggak dipakai bertahun-tahun, nggak digunakan. Sekarang gedung yang bertahun-tahun tidak digunakan, tidak punya manfaat apa pun, kemudian digunakan untuk layanan publik,” kata Dedi Mulyadi, Jumat (16/5/2025).

Baca Juga:  Gaya Dedi Mulyadi Saat Lenggak-lenggok di Panggung Catwalk

Optimalisasi Aset untuk Layanan Publik

Dedi menjelaskan, penunjukan BCC sebagai lokasi baru Samsat di Kota Bogor bukan tanpa alasan. Selain mempertimbangkan kondisi gedung yang tidak aktif, pemindahan tersebut juga ditujukan untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi akibat antrean layanan Samsat di lokasi sebelumnya.

“Daripada ada antrean yang menimbulkan kemacetan, ya lebih baik digunakan untuk layanan,” tegasnya.

“Layanan itu nanti kan bermanfaat bagi peningkatan infrastruktur di Kota Bogor itu sendiri.”

Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya akan mulai berkantor di wilayah tersebut sebagai bagian dari upaya penataan ulang kawasan BCC agar lebih fungsional dan efisien.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Siapkan Anggaran untuk Kabupaten dan Kota yang Terdampak Bencana

Creative Center Dinilai Tak Efektif

Menurut Dedi, program Creative Center yang dibangun di berbagai daerah selama ini kurang memberikan dampak nyata. Ia menilai banyak gedung Creative Center di daerah hanya menjadi bangunan kosong tanpa pengunjung dan tidak digunakan secara maksimal oleh masyarakat.

“Creative Center itu juga kosong selama ini, Pak. Di berbagai tempat, Creative Center itu kosong, nggak ada pengunjungnya,” ujar Dedi.

“Kita manfaatkan. Semuanya untuk kepentingan masyarakat.”

Pernyataan ini menguatkan sikap Pemprov Jabar dalam mengarahkan pembangunan berbasis kebutuhan nyata masyarakat, bukan hanya sekadar proyek yang secara visual terlihat bagus namun tak berdampak.

Baca Juga:  Dinkes Imbau Masyarakat Jabar Waspada Kasus Cacar Monyet

Respon Terhadap Kritik: Tidak Setuju Itu Boleh

Menanggapi kritik dari masyarakat maupun pengamat kebijakan publik, Dedi menyatakan bahwa penolakan adalah hal yang wajar dalam proses demokrasi. Namun ia menegaskan bahwa setiap kebijakan harus dinilai dari manfaatnya terhadap masyarakat secara luas.

“Kalau selalu saja setiap kebijakan kita ada reaksi ketidaksetujuan, bagi saya, tidak setuju boleh,” ucapnya.

Namun ia meminta masyarakat untuk objektif melihat substansi dari kebijakan tersebut, yakni meningkatkan pelayanan publik dan memaksimalkan aset yang sebelumnya tak digunakan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bogor bogor creative center Dedi Mulyadi jawa barat Pemprov Samsat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Siapa Terfi Meisya? Sosok Bocah Ajaib Lampung yang Bikin Atlet 78 Negara Takjub di World Junior Wushu 2026

Ribuan pengemudi ojol melakukan aksi damai di depan Istana Merdeka, 20 Mei 2025.

Turun ke Jalan! Ratusan Ojol Protes Kebijakan Gerbang Unpad

Ilustrasi isi BBM

Kabar Gembira! Pemerintah Pastikan Harga BBM Tidak Naik per 1 April 2026

Kebakaran Hebat di Cidadap Bandung! Satu Rumah Ludes Dilalap Api

Remaja Hilang di Gunung Guntur, MR Ditemukan dalam Kondisi Tak Wajar

Dedi Mulyadi Pastikan Pakan Satwa dan Gaji Pegawai Bandung Zoo Aman, Pembenahan Capai 90 Persen

Terpopuler
  • Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
  • Viral Part 2! Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ 7 Menit Diburu Netizen, Ini Faktanya
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Heboh, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.