Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Salat Id Pindah ke Gedung Sate, Pemprov Jabar Kejar Kekhusyukan Ibadah

Rabu, 18 Maret 2026 17:25 WIB

Buka Puasa Hari Ini di Bandung? Ini Waktu Maghrib dan Doa Lengkapnya

Rabu, 18 Maret 2026 17:05 WIB

H-3 Lebaran Membludak! 71 Ribu Kendaraan Serbu Jalur Nagreg

Rabu, 18 Maret 2026 16:37 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Salat Id Pindah ke Gedung Sate, Pemprov Jabar Kejar Kekhusyukan Ibadah
  • Buka Puasa Hari Ini di Bandung? Ini Waktu Maghrib dan Doa Lengkapnya
  • H-3 Lebaran Membludak! 71 Ribu Kendaraan Serbu Jalur Nagreg
  • Viral dengan Adegan Misterius yang Disensor! Wargnet Cari Link Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Terbaru
  • Persib di Jalan Terjal Menuju Hattrick Juara Liga 1 2025/2026
  • Truk Sapi Oleng di Cikaledong, 1 Pemudik Tewas! Arus Mudik Sempat Lumpuh
  • Dari Boneka ke Dunia Nyata: Perjalanan Punch Mencari Kasih Sayang yang Bikin Netizen Iri!
  • Prediksi Skor Liverpool vs Galatasaray: The Reds Bisa Balikkan Agregat?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 18 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Supandi Raih Gelar Doktor dengan Judul Disertasi Strategi Implementasi Kebijakan Gerakan Membangun Desa di Jabar

By SusanaSabtu, 28 Oktober 2023 12:45 WIB3 Mins Read
Dedi Sopandi raih gelar Doktor.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dedi Supandi, Asisten Daerah Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Jawa Barat meraih gelar Doktor (S3) pada bidang Ilmu Pemerintahan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

Dalam sidang promosi Doktor tersebut, Dedi Supandi dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan.

Gelar Doktor ini didapatkan Dedi Supandi setelah mempersentasikan disertasi dengan judul Strategi Implementasi Kebijakan Gerakan Membangun Desa di Provinsi Jawa Barat.

Adapun sidang promosi Doktor dilaksanakan di Kampus IPDN, Cilandak, Jakarta, Jumat (27/10/2023).

Dalam paparan disertasinya, Dedi Supandi mengatakan saat ini upaya yang dilakukan di desa hanya sebatas fokus terhadap angka kemiskinan.

“Tapi masyarkat desa dijauhkan dari potensi desanya. Jadi itu yang harus di dekatkan,” ujar Dedi Supandi.

Baca Juga:  Pertama di Jawa Barat! Warga Desa Kini Bisa Memilih Kepala Desa Secara Digital

Menurut dia, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah memprioritaskan Gerakan Membangun Desa (Gerbang Desa) yang bertujuan mewujudkan desa yang mandiri agar mampu membangun dan memberdayakan masyarakat dengan mengoptimalkan pemanfaatan seluruh potensi desa.

“Baik sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sarana prasarana Desa, melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya,” katanya.

Hanya saja, dia menilai, implementasi kebijakan gerakan membangun desa belum efektif, dimana masih ditemukannya penduduk miskin yang dominan termasuk angka pengangguran yang lebih banyak di desa.

“Sebanyak 18 desa di Jawa Barat masih tertinggal, di antaranya Kabupaten Cianjur, Karawang dan Tasikmalaya dan baru 50 persen desa yang menerapkan sistem keuangan desa,” katanya.

Baca Juga:  Tinjau Longsor Bandung Barat, Dedi Mulyadi Ungkap Alih Fungsi Lahan Jadi Pemicu

Berdasarkan penelitiannya, untuk mewujudkan desa juara dibutuhkan sejumlah strategi, seperti strategi Triangle Coltin (collaboration, transfarancy and inovation), strategi kolaborasi dilakukan dengan pendekatan melibatkan akademisi, dunia usaha, komunitas, pemerintah dan media.

Selain itu strategi transparansi pun tak kalah penting, dengan memberikan edukasi kepada masyarakat (educate citizen), bermusyawarah dengan masyarakat (Delibaretior Partner Community) dan memantau kebijakan yang dilaksanakan (Monitor Policies).

“Strategi inovasi dilakukan dengan pendekatan digitalisasi layanan,
One Village One Company (0VOC) dan Gerakan Desa Membangun (GDM),” katanya.

Disamping itu, Gelar Doktor tersebut diserahkan Wakil Rektor IPDN Dr. Drs. Rizari, MBA, M.Si.

Rizari menilai Dedi Supandi mampu lulus dalam ujian sidang promosi Doktor Mahasiswa Program Doktor (S3) Ilmu Pemerintahan IPDN dengan predikat sangat memuaskan.

Baca Juga:  Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi Dikritik: Pejabat Hiburan Rakyat Mirip Baim Wong

“Hasil nilai yang diberikan oleh tim promotor maupun tim penguji Pasca Sarjana tanggal 27 Oktober 2023 terhadap promovendus Dedi Supandi dengan judul disertasi Strategi Implementasi Kebijakan Gerakan Membangun Desa di Provinsi Jawa Barat dinyatakan lulus dengan nilai indeks rata rata 3,80 dengan predikat sangat memuaskan,” ujar Rizari.

Kendati demikian, dia menyayangkan lantaran Dedi Supandi menyelesaikan program S3 dengan jangka waktu lebih dari 36 bulan.

“Terus terang ini sangat disayangkan karena di dalam peraturan seharusnya beliau ini cumlaude tetapi karena masa studi yang lewat 36 bulan. Dan ini hasil sidang di atas 90, baru ini yang pertama kali,” paparnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Supandi desa Disertasi Doktor IPDN jawa barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Salat Id Pindah ke Gedung Sate, Pemprov Jabar Kejar Kekhusyukan Ibadah

Buka Puasa Hari Ini di Bandung? Ini Waktu Maghrib dan Doa Lengkapnya

H-3 Lebaran Membludak! 71 Ribu Kendaraan Serbu Jalur Nagreg

Truk Sapi Oleng di Cikaledong, 1 Pemudik Tewas! Arus Mudik Sempat Lumpuh

PO Haryanto Gak Ngaku?! Skandal Bus ‘Siluman’ Seruduk 6 Mobil, Siapa Tanggung Jawab?

Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Netizen Gagal Fokus! Adegan Disensor di Video Sawit Ini Bikin Ramai TikTok

Terpopuler
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Netizen Penasaran! Video Mukena Pink ‘No Sensor’ Viral, Banyak yang Buru Link Aslinya
  • Kronologi dan Isi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit yang Viral
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Hati-hati! Link Video Viral Mukena Pink ‘No Sensor’ Bisa Sebarkan Malware
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Waspada Klaim Full Durasi Video Ukhti Mukena Pink ‘No Sensor’, Ini Faktanya
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Fenomena Ukhti Mukena Pink Viral di TikTok, Pakar Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Balik Link Video
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.